CINTA TANPA SPASI

CINTA TANPA SPASI
UNBELIEVABLE.


__ADS_3

DARI SEDAYU ~ JOGJAKARTA, yanktie mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA.



 "Eyang, tolong tulis tanggapan eyang ke group," Sonny bicara pada Airlangga.



\*'Eyang merekam pembicaraan ini. Ini bisa buat bukti.' \*Sesuai pesannya tadi Angga tak bicara karena takut ketahuan Menur yang pura\=pura sakit jiwa. Dia hanya menulis jawaban yang Sonny katakan.



"Aku juga rekam koq eyang," sahut Sonny setelah membaca pesan Angga,



'*Tunggu kelengkapan bukti lain. Kemarin eyang 'iseng' mengambil rambut tante Laksmi. Eyang takut dia bukan anak kandung Eyang*,' tulis Airlangga.



'*Ya ampuun*,' tulis Mukti.



'*Semua sabar. Sekarang cari cara agar Ambar mau memberikan semua bukti*,' Angga sangat berharap menantunya ma bekerja sama dengan mereka.



"Siap Eyang malam ini aku akan bicara dengan mama. Itu tujuanku pulang ke Bali." Sonny memberitahu pada Airlangga.



"Yang jahat itu, sutradara hamilnya bu Witri sampai penjebakan papa sebagai penanggung jawab kehamilan bu Witri. Yaitu eyang Menur! Eyang Menur tahu benih papa sulit tumbuh maka dia nyiapin agar bu Witri hamil lebih dulu. Ini bener-bener bi-adab. Maaf Eyang. Tapi emang dia seperti itu," Sonny keqi sekali eyang Menur adalah dalang kelahiran Mukti.


\*\*\*



"Unbelievable." Hanya itu yang Ambar bisa ucap berkali-kali sejak dia mendengarkan semua cerita Sonny sejak awal.



Ambar tak percaya semua cerita yang Sonny berikan perihal pertemuannya dengan Abu dan Mukti. Lalu ada nama Ferry yang akan menjadi saksi bagaimana kelakuan Menur dan Witri.



Ambar tentu masih mencintai Abu karena memang cintanya pada Abu  sejak SMA tak pernah tergantikan. Dia hanya kecewa karena Abu pernah berselingkuh dan punya anak.

__ADS_1



Walau akhirnya Ambar tahu itu bukan anaknya Abu sejak dia tes DNA, tapi tetap saja perselingkuhan Abu tak bisa dimaafkan oleh Ambar.



Sekarang ternyata ada saksi bahwa malam itu Abu sama sekali tak melakukan apa pun bahkan saksinya bukan hanya satu orang sehingga Ambar pun bersiap memaafkan Abu.



"Sekarang semua kunci dipegang Mama. Mama mau diam aja seperti mama simpan hasil test DNA, atau mama ungkap semuanya," Sonny memancing Ambar.



"Jadi Ma, sebenarnya aku mau jujur sama Mama.  Aku papa, Mukti habis ngobrol sama eyang Airlangga. Kami dari Bali, eyang di Surabaya."



"Tadi makan siang itu aku bukan sama klien Ma, tapi sama papa dan Mukti ini untuk membahas keluarga kita yang hancur lebur akibat ulah eyang Menur."



"Aku berharap Mama sama papa bisa rukun lagi. Selama ini Mama tuh diinjek-injek loh Ma."



"Dia pasti seneng Mama hancur. Lebih-lebih sekarang mama dan papa udah pisahan memang itu tujuannya dia Ma."




"Papa, Mukti sama eyang aja mau ngelawan masa aku sama Mama diem? Mama bisa ketemu sama Ferry. Dia sudah bilang mau bantu. Papa bilang nanti kita yang belikan tiketnya pulang pergi."



"Om Ferry itu bilang, kalau misalnya dia enggak sempet karena dia sibuk dua temannya itu ada di Surabaya malah lebih mudah bertemu. Nanti terserah mama semuanya. Mama pikir dulu aja."



"Mamas bukan mau nekan Mama. Enggak Ma. Kita malah ngedukung Mama yang selama ini sudah diinjak-injak sama eyang Menur."



"Nggak usah kamu gituin, Mama pasti akan lawan dia. Dia tikam Mama, Mama cincang dia. Kalau dia hanya sakiti Mama, Mama masih sabar. Tapi dia menyakiti tiga anak Mama. itu sudah terlalu kelewatan."



"Mama nggak rela. Mama akan bantai dia!" kata Ambar dengan geram.

__ADS_1



Sonny senang, Ambar jelas menyebut TIGA ANAK MAMA. Artinya dia sudah memaafkan dan menerima Mukti kembali.



"Sebelum Mama bantai atau cincang eyang Menur, kita dengerin ya Ma. Ini tadi rekaman kita ngobrol. Dan nomornya Om Ferry sudah di aku kalau Mama mau hubungi dia sekarang.  Karena tadi aku udah bilang papa," kata Sonny.



Sonny lalu membuka rekaman tadi waktu dia telepon dengan Airlangga.  Ambar mulai mendengarkan dengan saksama.



"Bener Mama nggak percaya. Ya Allah. Ya Allah," begitu terus reaksi Ambar ketika mendengarkan rekaman itu. Ambar tidak percaya.



Ambar juga senang waktu mendengar Mukti bilang ‘Papaku satu-satunya adalah Lukito Prabunegara’ dan ‘mamaku satu-satunya adalah Ambarwati Soetiono.’


\*\*\*



Hari Sabtu pagi Sony langsung bertanya pada Ambar saat mereka sarapan bersama.



"Tak usah gengsi, enggak usah malu. Mama cerita aja agar kita semua bisa dapat solusi terbaik. Sudah terlalu lama kita terjebak kemelut tak terlihat seperti ini," ujar Sonny.



"Sebenarnya Mama sama papa kan nggak ada masalah Kalau tidak ada yang putar balik fakta," Ambar merasa selama ini tak ada ganjalan kecuali masalah pengkhianatam Mukti terhadap Sonny kemarin yang memicu terbuka semuanya.



"Terus sekarang gimana Ma," Sonny tetap butuh kejelasan dari mamanya agar dia bisa jadi penengah yang baik.



"Kalau nggak ada masalah kenapa nggak ngomong lagi?"



"Kalau masih berat bertukar pikiran, mungkin kita ngobrol dulu aja Ma, sekedar ‘say hello’. Gimana Ma? Semua terserah Mama. Yang penting kita ketemuan," usul Sonny.



"Kalau Mamas mau ngomong ya silakan. Mama siap," jawab Ambar.

__ADS_1


Sambil menunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel karya yanktie yang lain dengan judul UNCOMPLETED STORY yok



__ADS_2