CINTA TANPA SPASI

CINTA TANPA SPASI
CINTA TAPI TANPA HARTA NO WAY


__ADS_3

“Itu lelaki yang sejak dulu kamu ceritakan?”


“Iya,” jawab Lingga. Dia sangat kesal Mukti sama sekali tak mau menegurnya seakan tak melihat.


“Kenapa tidak kamu pepet terus kalau memang dia super tajir?”


“Aunty nggak inget ya yang aku ceritakan kemarin. Di YouTube dia sampai masuk TV saat sakit di pameran dan aku tahu dari Made dia pingsan karena kekasihnya pergi akibat salah paham. Aku enggak tahu masalah apa.”


“Aunty nggak lihat waktu dia buka pameran siapa yang mendampinginya dan kalau aku tetap masuk itu sama saja aku bunuh diri. Sama seperti Saras yang aku tahu dari Made maupun Wayan, kalau Saras terobsesi pada MAde tapi pelampiasannya ke Komang.”

__ADS_1


“Made dan Wayan bilang, Mukti bila ditinggal oleh gadis itu, tidak bisa menerima cinta siapa pun. Buat apa aku sama dia bila tak ada setitik saja cinta untukku?”


“Ya nggak apa-apa. Kamu tembak dia dan katakan kamu hamil anaknya, dia nggak bisa berkelit kan?” desak Sekar.


“Mungkin anaknya akan dia biayai. Tapi tidak dengan aku sebagai ibunya. Apalagi tidak mencintai. Biaya anak semahal-mahalnya seberapa sih? Kalau seandainya biaya anaknya itu dia berikan langsung berupa barang, dia tidak mau memberi uang bisa saja kan? Biaya berobatnya dia langsung drop ke rumah sakit, biaya sekolah dia langsung bayarkan ke sekolah, biaya apa pun dia langsung berikan berupa materi bukan uang, buat apa?”


“Ada temanku di Singapura seperti itu. Dia mencoba merantai seorang milyarder di sana. Itu yang milyader lakukan. Oke anak aku aku biayai sepenuhnya tanpa kekurangan apa pun. Benar-benar tak berkekurangan semua kebutuhan makan, kesehatan, sampai botol susu, sabun mandi, semua tidak ada yang diberikan uang cash! Aku tak mau seperti itu. Aku mau walau sedikit tetap ada uang untuk aku sebagai ibu anak tersebut. Tetap ada sedikit cinta dari laki-laki yang menjadi ayah anakku. Semua itu tak mungkin bisa aku dapatkan dari Mukti.”


“Keluarganya hanya cinta pada Komang. Saat dia kena musibah yang bergerak itu keluarganya bukan Mukti duluan. Walau memang Mukti bergerak tapi keluarganya lebih dulu.”

__ADS_1


“Jadi benar-benar dia dicintai oleh semua orang?” tanya Sekar tak percaya.


“Kalau kamu mengenalnya, kamu juga akan mencintai dia. Aku pun sebagai kompetitor sangat mencintai dia. Dia itu polos, lugu, smart, jago masak. Pokoknya semuanya deh. Dan dia tidak pernah mengekang Mukti. Dia tidak pernah menyetir Mukti sama sekali. Muktinya yang tergila-gila pada perempuan itu. Padahal aku tahu banyak perempuan lebih cantik dari dia, banyak perempuan lebih lembut dari dia, tapi kalau cinta sudah mentok di situ mau bilang apa?” kata Lingga.


“Aku sangat berharap punya lelaki seperti itu. Lelaki yang mencintaiku jungkir balik apa pun yang aku lakukan,” kata Sekar Ayu.


“Itu juga yang aku inginkan. Aku sangat mendamba lelaki seperti itu. Tentu dengan fasilitas lengkap, jangan hanya cinta tapi nggak punya harta. Sama juga bohong. Kita butuh uang buat beli bedak, kita butuh uang buat beli lipstik. Kalau hanya modal cinta tanpa harta ya jangan mau lah,” kata Lingga realistis.


“Ya buat apa kalau laki seperti itu. Cinta tapi tanpa harta no way,” kata Sekar Ayu.

__ADS_1


__ADS_2