
Sampai Ambar pulang diantar oleh driver mobil rentalnya Sonny, Ambar sama sekali tidak mengecek villanya di Uluwatu maupun di tempat lain dia benar-benar ke Bali itu hanya untuk ke studio bertemu dengan Mukti saja.
Dan sampai dia pulang pun Ambar sama sekali tak bercerita permasalahan Mukti pada Ayya. Jadi Ayya juga tak berani mengajuk hati calon mertuanya tersebut. Dia hanya diam. Dia yakin Ambar punya kebijakan tersendiri tidak menceritakan hal itu pada dirinya, bukan Ambar tak percaya tapi ada sesuatu yang harus dia lindungi, itu menurut Ayya.
Ayya kembali sibuk bekerja untuk persiapan pameran. Sesekali dia mengingatkan Mukti agar jangan pernah memforsir tenaganya, terlebih sekarang bahan master untuk pameran sudah selesai. Benar-benar sudah finish dan Mukti sangat puas dengan hasil karyanya itu.
Selanjutnya sampai menunggu waktu pameran Mukti akan membuat karya kecil-kecil tidak seperti yang kemarin sangat besar dan kalau karya kecil dia bisa buat di teras studio saja tak perlu di ruang terbuka.
Sesekali Mukti menjeda pekerjaannya dan melihat Ayya yang sedang tenggelam dengan kesibukannya bergulat dengan data di laptop juga menerima telepon dari semua galeri.
“Serius?” tanya Ayya antusias saat menerima telepon sore ini.
“ ….”
“Ya sudah aku tunggu besok ya. Aku akan siapin makan siang buat kalian. Pasti makanan yang mantap buat kalian.”
__ADS_1
“ ….”
“Aku lebih suka kalian datangnya malam sehingga tidak terganggu dengan pekerjaan aku,” kata Ayya saat menerima telepon sore ini.
“ ….”
“Oh baiklah, kalau sore. Jadi kalian bisa makan malam bareng aku,” kata Ayya.
“Santai saja besok aku tidak ke mana-mana kok. Karena memang sedang berkegiatan di rumah aja. Kalau nanti ada acara mendadak aku akan menolak karena kalian sudah bicara lebih dulu pada aku,” kata Ayya dengan tegas. Dia tak mau kalau Mukti tiba-tiba merubah jadwal begitu mendengar ada teman mau datang, langsung bilang mau pergi.
Mukti tentu mendengar ada yang menghubungi kekasihnya dan dia juga mendengar kata-kata Ayya, walau tak tahu apa yang dibicarakan oleh orang di balik telepon itu.
Ayya langsung membuat list apa yang harus dibelanjakan oleh Bu Pinem mumpung dia ingat. Ayya ingin membuat iga sapi bakar dengan sayuran steak,juga sop iga kambing.
Ayya menuliskan membeli kentang dengan ukuran besar-besar karena dia akan membuat kentang goreng bukan french fries dia akan membuat kentang goreng dengan ukuran besar satu buah kentang hanya akan dipotong 8 memanjang.
__ADS_1
Tentu saja semua bumbu Ayya tulis lengkap termasuk bawang bombai dan segala macam kecap serta sayuran pelengkap steak nya.
“Bu ini buat besok ya, jangan sampai lupa. Aku taruh di pintu kulkas,” kata Ayya.
“Wah mau masak besar Mbak?” tanya Bu Pinem melihat daftar belanjaan dan uang yang Ayya berikan.
“Besok ada 4 temanku mau datang Bu. Jadi aku ingin buat steak iga bakar sapi, juga sop iga kambing,” jelas Ayya.
“4 orang tamunya Mbak?” bu Pinem memastikan.
“Iya Bu, 4 orang. Makanya mumpung aku ingat, aku tulis dulu nanti kalau ada yang aku ingin tambahkan tentu aku akan beritahu.”
“Jangan lupa mayonaise dan juga custard-nya untuk salad ya Bu karena aku ingin buat salad buah juga,” jelas Ayya.
“Ya mbak siap,” kata Bu Pinem.
__ADS_1
“Apa nggak tambah beli keju Mbak? Kayanya kejunya sudah hampir habis loh. Kalau cuma sedikit sih cukup tapi kalau untuk bikin banyak kejunya nggak cukup,” bu Pinem mengingatkan stock keju yang hampir habis.
“Ah iya lupa, krim kejunya habis juga Bu.” kata Ayya. Dia menambahkan di list belanja itu krim keju juga empat keju batang.