
Carlo dan Komang Ayu memesan ikan bakar serta bebek bakar serta sambal dan lalapan tentunya.
“Ini enak loh, sambel kacang panjang mentahnya,” kata Komang Ayu.
“Dan ini leunca sama oncom juga enak,” lanjut Komang sambil menulis menu itu 1 porsi untuk mereka ber 4. takutnya yang lain tak suka. Biar nanti tambah saja bila kurang.
“Kamu tuh tahu ya soal makanan di sini,” ujar Carlo.
“Aku dulu waktu di Jakarta kerja sebagai pelayan di Cafe. Jadi biasa tahu makanan yang enak dan Alhamdulillah aku juga bisa masak yang terhidang sih walau ya rasanya cuma sekedarnya,” kata Komanga Ayu tanpa malu.
“Pelayan?” tanya Putri dengan nada merendahkan. Tatapan matanya juga seperti mengejek.
“Sekedarnya apa. Waktu aku makan masakan kamu di studio itu super enak kok.” kata Carlo bersamaan dengan nada ejekan dari Putri tadi.
“Ada masalah kalau pekerjaanku pelayan di cafe? Ada yang salah?” tanya Komang Ayu sambil tersenyum manis. Tak ada rasa rendah diri.
Putri dan Lucas hanya mendengar saja kata-kata Komang Ayu. Karena memang tak ada salahnya pekerjaan itu. Tak hina. Bukan pengemis dan bukan pekerjaan tak halal.
Carlo memandang tajam Putri. Sejak awal memang dia tak suka pada Putri yang selalu nempel dengan dirinya. Dalam istilah orang film, Putri PANSOS atau panjat sosial. Numpang tenar dengan nama besar Carlo.
“Wah, kamu benar. Masakannya super enak. Aku enggak menyangka sambal seperti ini aja sudah maknyus,” kata Lucas yang keenakan makan sambal kacang panjang mentah.
__ADS_1
“Iya habiskan, aku sudah tambah pesan lagi. Dan enggak usah jaim,” kata Komang Ayu santai.
“Hidup sekali aja makannya jaim,” Komang Ayu menyindir Putri yang seakan-akan bertindak sebagai putri ningrat.
Carlo dan Lucas tertawa terbahak-bahak, mereka tahu apa maksudnya Komang Ayu. Putri makan dengan sendok garpu!
Untuk masakan tipe nasi dan lalapan serta sambel tentunya lebih enak dinikmati makan dengan tangan telanjang tanpa sendok.
Dari mereka berempat, hanya Putri yang makan dengan sendok. Carlo, Ayu dan Lucas makan langsung dengan tangan saja.
“Kenapa sih kamu tadi pilih bebek bakar?” tanya Lucas sambil kembali memotong bebek yang dia inginkan.
“Wah aku jadi kangen masakanmu lagi,” ucap Carlo.
“Serius masakannya Komang enak?” tanya Lucas.
“Super enak. Aku bukan memuji karena di depan orangnya. Tapi memang aku rasakan sendiri. Dan semua teman-teman pak Mukti yang waktu itu datang juga bilang bahwa masakannya Komang Ayu ini sangat enak. Karena waktu itu aku datang juga bersamaan dengan teman-teman pak Mukti. Kamu tidak tahu Komang masak iga bakar. Tidak semua orang kan bisa masak seperti itu. Platingnya juga bagus,” puji Carlo tak melebihkan, itulah kenyataannya kala itu.
“Wow, kamu super ya,” Lucas kagum pada Komang. Gadis sederhana yang manis.
“Kamu tahu pak Burhan Simanjuntak?” tanya Carlo pada Lucas.
__ADS_1
“Sutradara terkenal dari Bandung itu?” tanya sang Lucas.
“Betul,” jawab Carlo sambil menambah nasi di piringnya.
“Dan kamu tahu apa yang Komang lakukan buat dia?” tanya Carlo lagi. Sekarang dia ambi semua ikan bakar yang tersisa. Ayya telas selesai makan nasinya.
“Mana aku tahu kalau kamu enggak cerita,” jawab Lucas.
“Komang ini sudah dipinang oleh Pak Burhan untuk menjadi aktris utamanya waktu mereka bertemu di Solo. Tapi Komang menolaknya.” ucap Carlo. Ayya hanya diam saja. Tak ada yang special buat dia. Ayya malah sibuk makan sisa tumis oncom dan leunca.
“Serius?” tanya Lucas tak percaya.
“Dua rius atau seratus rius lah. Yang pasti memang itu kenyataannya. Semua tahu Komang menolak lamaran kerja dari Pak Burhan Simanjuntak.”
“Aku baru tahu nih. Gila aja sekelas Pak Burhan ditolak oleh Komang.” kata Lucas penuh kekaguman.
“Itulah perempuan yang punya prinsip. Dilamar seorang sutradara terkenal malah menolak. Tapi banyak pemain pemula yang sengaja menjual tubuhnya agar dipakai jadi pemeran pembantu atau pemeran utama sebuah sinetron kecil,” kata Carlo menyindir artis baru yang duduk di depan mereka.
“Kalau orientasinya hanya dunia semata memang seperti itu,” kata Lucas.
Tentu saja Putri tersudut dengan topik menjual tubuh agar dapat peran. Karena dia yang termasuk artis seperti itu. Putri juga kaget mendapati kenyataan Komang pernah menolak lamaran kerja dari Pak Burhan Simanjuntak.
__ADS_1