CINTA TANPA SPASI

CINTA TANPA SPASI
BENCI SHOPPING MALAH DIBILANG HAVE FUN!


__ADS_3

Saat sarapan Ayya jadi tak bergairah. Tadi dia membantu di dapur tapi tidak membuat masakan sendiri. Hanya benar-benar membantu saja.


Hari ini beberapa kerabat dari ibu Vonny atau dari Om Ariel akan kembali ke daerahnya masing-masing. Beberapa sepupunya Mukti juga sudah kembali kemarin karena banyak yang harus masuk kerja.


Yang belum hanya para pakde dan bude juga yang Soetiono yang masih agak lama di Jakarta menunggu sampai pengantin baru kembali ke rumah. Yang tinggal tentu saja yang izin kerjanya fleksibel atau yang sudah pensiun seperti para bude dan pakde serta para eyang.


Aksa dan Laksmi akan kembali besok sore dengan kereta karena Fahri dan Farhan mintanya naik kereta tidak naik pesawat. Sehingga mereka akan satu kereta bersama. Aksa turun di Solo sedang Laksmi dan keluarga akan terus sampai ke Surabaya.


Sedang Mukti dan Ayya akan kembali ke Bali besok pagi, jadi mereka tinggal hari ini untuk memuaskan Farhan dan Fahri jalan-jalan.


“Mbak Ayya tidak ikut lagi hari ini?” tanya Fahri.


“Tidak Sayang. Mbak di rumah aja ya. Kamu mau dibikinkan masakan apa? Nanti Mbak masakin buat kamu,” kata Ayya.


“Tidak Mbak. Aku tidak ingin apa-apa. Aku ingin Mbak ikut,” ujar Fahri.


“Mbak capek Sayang. Jadi Mbak lebih baik di rumah aja,” jawab Ayya.


“Aku pengin burger Mbak,” kata Farhan.

__ADS_1


“Oke untuk sarapan besok pagi akan Mbak buatkan kamu burger,” jawab Ayya.


“Kalau untuk makan malam nanti kita lihat ya apa yang di bikin oleh orang dapur rumah ini. Mbaknya ikutin aja,” jawab Ayya.


“Ma, aku mau ke supermarket seberang ya,” pamit Ayya ketika Mukti dan adik-adiknya sudah pergi untuk ke Taman Mini.


“Mau beli apa?” tanya Ambar.


“Aku mau beli roti khusus burger itu loh Ma. Sama daging cincang buat bikin isinya serta membeli keju dan aneka sayurannya. Karena tadi Farhan bilang minta dibikinkan burger,” ujar Ayya.


“Kalau begitu sama mama yuk. Mama juga mau keluar ke sana ah,” sahut Ambar.


“Eh kalian mau ke mana?” tanya Vonny.


“Mau ke supermarket depan. Ayu mau belanja roti burger.” jawab Ambar.


“Mau ngapain beli roti burger?”


“Farhan minta burger, jadi Ayu mau belanja bahan-bahannya karena Ayya tidak mau isi burger pakai beef slice yang sudah jadi. Dia mau bikin sendiri biar tebal seperti yang ada di rumah makan burger.”

__ADS_1


“Aku ikut ah, kita hang out,” putus Vonny anpa minta persetujuan.


Akhirnya mereka keluar bersama-sama 7 orang yaitu Ambar, Vonny, Ayya dan 4 orang kerabatnya Vonny, baik dari keluarga dia maupun dari keluarga Ariel.


“Kata Mama lagi keluar sama kamu, sama tante Vonny?” tanya Mukti yang langsung menghubungi Ayya begitu membaca pesan yang Ambar kirimkan.


“Iya Mas.  aku keluar sama Mama sama tante Vonny.n Tadinya aku cuma mau sendiri beli daging cincang sama roti buat burger karena tadi Farhan kan minta burger. Ternyata mama ikut. Eh abis mama ikut, Tante Vonny juga minta ikut. Akhirnya sekarang kami bareng-bareng deh dua mobil,” jelas Ayya jujur.


“Payah deh kalau ibu sosialita udah keluar,” kata Mukti.


“Iya nih. Akhirnya aku kejebak, malah muter-muter dulu belum beli apa yang aku butuhkan,” lapor Ayya sedih. Dia paling malas pergi muter-muter belanja seperti ini.


“Ya sudah kamu bilang aja mau beli kebutuhanmu dulu,” saran Mukti.


“Mereka bilang nanti dagingnya jelek, jadi belanja kebutuhanku nanti terakhir,” kata Ayya.


“Nikmati aja ya. Have fun,” kata Mukti.


 ”Mas kan tahu aku paling bete ke mall muter-muter. Koq malah dibilang have fun,” tanpa salam Ayya langsung memutus pembicaraan.

__ADS_1


“Ya ampun dia marah. Aku juga lupa bilang mama, Ayya paling enggak suka shopping seperti itu,” keluh Mukti.


__ADS_2