CINTA TANPA SPASI

CINTA TANPA SPASI
HUTANG IGA BAKAR


__ADS_3

Hari ini keseruan utama adalah Farhan dan Fahri naik bajaj bersama Aksa. Tadi Om Yapie memanggil bajaj ke rumah. Sesudah itu membiarkan mereka memutar sampai daerah Cinere lalu kembali lagi ke area Pondok Indah. Tentu saja itu adalah hal yang sangat berkesan buat orang anak kecil dari Surabaya yang di sana tidak ada bajaj.


“Farhan, Fahri, Mas hanya bisa dua hari ini ya. satu hari ini kita ke Monas dan Ancol. Dan satu hari besok kita ke Taman Mini.’ Mukti tak bisa lebih lama tinggal di Jakarta. Banyak faktor yang membuat dia harus segera kembali ke pulau Dewata.


“Iya Mas,” jawab Farhan dan Fahri. Sudah naik bajaj saja mereka sudah sangat senang.


“Boleh enggak aku hari ini nggak ikut jalan-jalan?”  Pinta Ayya.


“Kenapa?”


“Aku pengen di rumah aja. Mas jalan-jalan aja sama tiga jagoan itu,” jawab Ayya.


“Ya sudah, tapi kamu enggak ke mana-mana kan?”


“Enggak aku sama mama aja di rumah. Sama para eyang,” balas Ayya yang memang malas pergi dengan Mukti dan ketiga adiknya.


“Oke. Kamu juga boleh pergi kok, tapi kalau pergi bilang Mas dulu,” pesan Mukti.


“Iya, aku enggak mau pergi-pergi. Kecuali mama ajak keluar,” janji Ayya. Mukti membebaskan Ayya untuk di rumah saja tidak ikut bersama dia. Mukti tahu berhura-hura seperti itu bukan hal yang disukai oleh Ayya . Gadis itu lebih suka di rumah.

__ADS_1


“Mau masak apa Tante?” kata Ayya pada Vonny.


“Enggak masak apa-apa. Tapi kalau orang dapur sih bilang mau bikin aneka masakan Ambon aja. Karena masih banyak keluarga yang dari Ambon sana,” jelas Vonny.


“Mereka bukannya sudah bosan makanan itu? Apa mereka mau cari yang lain?”


“Enggak pernah bosan sih. Tapi kalau ada masakan lain boleh juga. Enaknya bikin apa?” kata Vonny.


“Bagimana kalau bikin sop konro sama iga bakarnya?” usul Ayya.


“Kamu bisa?”


“Kalian lagi bicarain apa?” kata Ambar melihat besan dan putri angkatnya asyik berbincang.


“Ini lho menantumu mau bikinin aku sop konro sama iga bakar,” balas Vonny.


“Tuh kan, kamu janji mau bikinin Mama iga bakar. Kamu belum jadi kan?”


“Maka aku mau bikin sekarang Ma, aku kan hutang iga bakar sama Mama. Jadi sekalian masakan tante Vonny,” jawab Ayya.

__ADS_1


“Ya sudah nanti Tante minta beli iga dalam jumlah banyak, juga buat sop konro. Kamu catatin apa saja bumbu yang kamu butuhkan. Takutnya di dapur enggak ada.”


“Siap.”


“Tapi makan siang sudah terlanjur dimasak, belanjaan kemarin sore. Jadi untuk makan siang sudah ada.”


“Iya Tante, sop konro sama iga bakar memang enak buat malam aja. Lagian jagoan-jagoan, siang ini enggak makan di rumah. Nanti mereka marah kalau masakan aku mereka enggak cicipi,” jawab Ayya.


“Kalau begitu Mama akan bilang ke mereka agar makan malam di rumah karena kamu yang masak. Aksa dan Mukti pasti marah kalau tidak makan masakanmu,” jelas Ambar.


“Iya Ma. Mama aja yang bilangin Mas Mukti sama Aksa.


“Ini seriusan kamu yang masak?” kata Vonny karena menu makan malamnya sangat mewah. Plattingnya juga sangat indah.


“Ayya ini plattingnya kamu yang urus juga?” tanya Ambar.


“Iya Ma. Enggak bagus ya?” tanya Ayya tak percaya diri.


“Sangat bagus malah. Persis seperti di resto besar,” ucap Vonny.

__ADS_1


 Angga dan Soetiono hanya saling pandang.


__ADS_2