
DARI SEDAYU ~ JOGJAKARTA, yanktie mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~
Sonny dan Mukti turun di homestay untuk menurunkan Adelia serta Farhan dan Fahri.
"Om, kami enggak lama ya, aku ada perlu penting banget." pamit Sonny pada om Ariel atau Sjahrir.
"Oke nggak apa apa. Terima kasih anak gadis Om sudah diantar ke sini lagi," kata Sjahrir.
"Ma, besok tante Vonny dan Om Sjahrir mau ikut Adelia ke Jogja untuk ke pabrik coklat MONGGO. Mama ikut enggak?" kata Sonny.
"Berangkat semua," jawab Mukti.
"Lho kamu kok dengar?" kata Sonny.
"Ya aku dengar," kata Mukti. Dia baru saja memasukkan mobil ke garasi rumah baru. Di rumah kontrakan tak ada garasi.
"Kita naik kereta lo ya. Karena mau buat Farhan dan Fahri senang."
"Wah itu idenya siapa?" Airlangga tentu ingin tahu siapa yang ingin membuat kedua cucunya bahagia.
"Siapa lagi kalau bukan komandan Adelia dia kan selalu memperhatikan anak-anak," ungkap Sonny.
Mereka tiba di pabrik coklat MONGGO. Mukti memperhatikan karya seni di Museum coklat itu. Penataan nya sangat artistik. Dia banyak membuat foto benda seni dengan kamera nya. Kadang dia minta siapa yang ada di dekatnya sebagai model. Bisa Aksa, Farhan, Fahri bahkan sampai eyang Angga.
Puas berkeliling dan mendengar keterangan tentang proses pembuatan coklat dari awal pemetikan buah tua hingga pengolahan, Adelia mendaftarkan Farhan, Fahri dan Aksa serta dirinya untuk kelas membentuk coklat.
"Mukti kamu mau ikutan nggak?" tanya Adelia pada Mukti
"Aku bagian syuting aja," jawab Mukti.
"Oke bikinin aku video yang bagus loh ya," pinta Adelia.
"Oke siap!" mukti benar-benar bertindak sebagai kameraman profesional. Dia membuat foto dan video semua cooking class yang diikuti keluarga Lukito dan Sjahrir. Ya eyang Angga dan Sjahrir ikut keseruan membentuk coklat.
"Perhatian ya, perhatian! Habis makan kalian sama Mas Aksa ikut mas Mukti," kata Sonny pada Farhan dan Fahri.
__ADS_1
"Ayo makan dulu. Ini juga tempat makan yang aku survei Ma," kata Adelia pada Vonny dan Ambar.
"Enak banget sih ngerasain survey makan dan jajan terus," protes Mukti.
"Namanya surveyor ya harus enak lah," jawab Adelia.
Sesuai perintah, habis makan giliran Aksa dan Mukti ‘menjaga anak-anak’.
"Gimana kalau anak-anak di drop di taman pintar aja Mas Sonny," kata driver pada Sonny.
"Iya sih daripada nunggu kelamaan boleh tuh di situ," kata Adelia.
"Bagaimana baby sitter?" Tanya Sonny pada Mukti.
"Oke siap enggak apa-apa," Mukti tak keberatan. Yang penting semua bahagia.
"Kamu mau beli apa?" kata Adelia pada Mukti. tentu akan dia belikan sebagai pengganti, karena Sonny minta Mukti menjaga adik-adik.
"Enggak ada yang aku pengen beli. Aku juga kemarin habis dari Jogja kok waktu ketemu Made. Waktu dia urus-urus surat cerai itu." Mukti menolak tawaran Adelia.
"Kan orang tua kita tinggalnya di Solo, nanti beli di Solo juga sama aja," kata Mukti.
"Iya sih. Iya wis pokoknya kamu jaga anak-anak aja," ujar Sonny.
Driver menurunkan empat bujangan beda generasi itu di taman pintar dulu baru mobil masuk ke pasar Beringharjo lewat belakang.
"Wah seru juga Mas disini," komentar Aksa saat memasuki tempat wisata taman pintar di dekat TITIK NOL Jogja itu.
"Iya sih daripada adek-adek bete dengan ngikutin ibu-ibu belanja," kata Mukti.
Fahri dan Farhan tentu senang bermain di taman pintar. Bermain sambil belajar.
Farhan membuat video adiknya sedang bermain dan belajar di taman pintar lalu dia kirim ke Laksmi dan Dwi.
"Kami di taman pintar Jogja bersama mas Aksa dan mas Mukti," begitu narasi yang Farhan katakan di video itu.
"Posisi di mana Pak?" Mukti menghubungi drivernya untuk menanyakan lokasi di mana bus parkir.
__ADS_1
"Kami di pasar barang bekas liat barang-barang kuno. Tapi kalau Mas sampai di bis, kami juga sampai karena ini sudah mau kembali ke bus koq," jawab sang sopir.
Lelah bermain, Mukti menawarkan adik-adiknya sate khas Beringharjo yaitu sate berbumbu ketumbar yang berasa manis. Sate ini terbuat dari lemak daging sapi.
"Eyang mau enggak?" Aksa menawarkan Airlangga.
"Wah enggak nolak. Sudah lama banget Eyang enggak makan sate itu." Semua suka jajanan sate kere itu. Tak ada yang tak suka. Bahkan Adelia yang dikirimi fotomya oleh Aksa langsung merengek pada Sonny. Mereka pun memakan sate itu di dalam pasar Beringjarjo. Tak mau kalah dengan para jagoan yang makan dalam bus.
Saat pulang di kereta Aksa dan Mukti usil. Mereka membuat foto Sonny dan Adelia yang tidur berpelukan. Rupanya begitu memeluk Adelia, Sonny pun ikut tertidur.
Mukti dan Aksa sepakat foto itu hanya untuk mereka saja, tidak akan mereka update di media sosial. Lalu mereka kirim foto itu ke nomornya Adelia dan Sonny.
Semua akhirnya pulang ke homestay dulu. Adelia belum melihat ponselnya dia masih capek, saat di kamar dia baru melihat ponselnya.
"Ya ampuuun," Adelia terkejut sendiri, dia baru tahu bahwa tadi tidur dipeluk oleh Sonny.
"Mukti usil banget sih bikin foto kayak gini," Adelia bicara sendiri karena dia baru melihat foto itu saat di kamarnya.
Mukti tentu saja tak enak karena hasil fotonya membuat keduanya menjauh.
"Kita salah Dek Aksa. Gara-gara foto kita Adel dan Mamas jadi menjauh bukan malah mendekat," kata Mukti pada Aksa ketika mereka hanya sedang berduaan.
"Nanti aku pikirkan caranya agar mereka kembali dekat," balas Aksa tanpa beban.
"Aalah kamu tuh anak kecil sok mau cari solusi," ejek Mukti.
"Eh aku bukan anak kecil yo," jawab Aksa.
"Ya udah kita pikirkan gimana caranya agar mereka kembali dekat," desak Mukti.
"Ya nantilah sambil jalan. Ojo diburu-buru," jawab Aksa.
\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~
Sambil menunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel karya yanktie yang lain dengan judul WANT TO MARRY YOU yok
__ADS_1