CINTA TANPA SPASI

CINTA TANPA SPASI
MAMA ATAU ARJUN?


__ADS_3

Jangan lupa selalu tunggu update terbaru.  Jangan ditinggalkan sebelum end ya. Karena ditinggal sedang sayang-sayangnya itu menyakitkan. Lope-lope sekebon buat semua pembaca novel yanktie.


Selamat membaca cerita sederhana ini.



“Malam ini kita pulang ke studio ya, agar besok pagi aku langsung bisa produksi lagi,” kata Mukti pada Ayya.



“Baik Pak,” jawab Ayya. Saat itu dia sedang duduk dengan Sita dan dua orang bagian packing sehingga Mukti tak protes disebut pak.



“Kita keluar habis sholat maghrib aja ya, makan malam di luar sekalian,” kata Mukti.



“Ya Mas, manut,” jawab Ayya. Sekarang mereka hanya berdua jadi wajib panggil Mas.



“Mau makan apa?” tanya Mukti saat mereka baru saja meninggalkan galeri.



“Apa aja lah yang ketemu duluan, aku sih gampang kok. Enggak punya pantangan dan enggak ada yang enggak aku suak,”  kata Ayya.



“Kalau begitu kita cari ikan bakar aja yuk?” ajak Mukti.



“Boleh Mas.” jawab Ayya.



“Kita cari yang searah ke studio ya, jadi enggak muter-muter. Yang ketemu di jalan yang kita samperin,” ujar Mukti.



“Iya,” jawab Ayya.



“Sini aja ya?”



“Iya ayook,” jawab Ayya tanpa menolak saat Mukti membelokan mobilnya ke ikan bakar tepi pantai. Mereka pun memesan satu buah ikan  bakar besar dan satu porsi udang bakar serta plecing kangkung.

__ADS_1



“Minumnya apa Mbak?” tanya servernya.



“Lemon tea no ice Mbak, tapi juga bukan panas atau hangat,  jadi dingin biasa tidak pakai es,” jelas Ayya.



“Dua-duanya seperti itu?” tanya server memastikan.



“Ya dua-duanya seperti itu,” jawab Ayya. Dia yang menentukan minumnya Mukti. Dan sang jagoan tidak protes.



“Wa’alaikumsalam,” jawab Mukti sat menerima telepon. Belum makanannya datang Mukti menerima telepon dari Ambar.



“Kamu di mana?” tanya Ambar dengan lembutnya.



“Ini lagi makan malam sama Ayu Ma. Kami baru pulang dari galeri yang di Badung, tadi pagi jam 05.00 ada tamu dari Belgia. Selesainya tadi jam 4 sore. Aku langsung pulang ke studio di Uluwatu karena kan aku ada kerjaan yang harus aku selesaikan. Sebelum sampai studio aku makan malam nih sama Ayu. Kenapa? Mama ada perlu apa?” tanya Mukti.




“Maaf Ma, enggak bisa. Aku mempekerjakan Ayu itu karena aku butuh. Memang dulu enggak ada Ayu aku bisa kerja sendiri, karena kebutuhan maka aku rekrut Ayu. Kalau sekarang dia harus ke Solo duluan ya kerjaanku ini keteteran lagi lah Ma.”



“Memang Ayu tugasnya ngapain sih?” tanya Ambar dengan sabar dan lembutnya.



“Mama ingatkan setiap aku di studio Mama ngapain? Mama kontrol aku kan sudah makan belum, sudah salat belum dan segala macamnya.”



“Ya ingatlah,” jawab Ambar.



“Sekarang tugas itu Ayu yang pegang Ma. Selanjutnya kalau aku di studio karyawanku di Gianyar, di Denpasar dan Badung itu selalu menghubungi studio ke nomor telepon studio. Sekarang mereka menghubungi Ayu untuk memberitahu yang ingin mereka sampaikan. Seperti kemarin tamu dari Belgia cabang dari Badung langsung menghubungi Ayu bilang tentang hal itu.”


__ADS_1


“Dan yang cabang Denpasar maupun Gianyar juga bilang begitu. Pasti semuanya itu ke Ayu Ma. Karena aku enggak mau diganggu konsentrasi kalau lagi produksi.”



“Dulu sebelumnya kan aku harus putus kerja lalu terima telepon. Sekarang semua itu di handle Ayu Ma. Jadi ngertiin ya? Bukan aku enggak kasih Ayu berangkat duluan. Aku lagi super sibuk banget. Tolong ngertiin aku,” pinta Mukti.



“Terus kamu sendiri berangkatnya ke sini kapan? Kamu ke Solo dulu kan enggak langsung ke Jakarta?”



“Aku belum berani menjanjikan Ma. Karena aku takut sudah janji mau ke Solo ternyata enggak bisa, jadi aku belum berani menjanjikan. Yang pasti H -2 aku di Jakarta. Itu yang bisa aku janjikan. Tapi kalau untuk H - 5 aku di Solo, itu belum pasti.” jawab Mukti.



“Oke deh, kalau begitu Mama pasrah,” jawab Ambar.



“Jangan sedih gitu dong Ma. Aku tuh juga sedih kalau Mama kayak gitu. Tapi mau diapain? Ayu juga sudah bilang tadi dan aku bilang enggak bisa.”



“Justru karena Ayu bilang enggak bisa itu, makanya Mama telepon kamu untuk minta secara langsung.”



“Iya Mama. Maaf beneran maaf. Aku lagi super sibuk kalau enggak dibantu Ayu buat terima telepon dan segala macam nanti enggak cepat selesai kerjakan yang di studio Ma.”



“Ya wes. Salam aja buat Ayu.” kata Ambar.



“Mama bicara sendiri aja biar puas ya.” bujuk Mukti pada Ambar. Mukti tahu kalau sudah bicara dengan Ayu pasti mamanya akan terhibur. Mukti langsung menyodorkan ponselnya ke Ayya.



Saat Ayya menerima ponsel milik Mukti yang terhubung ke Ambar, ponselnya bergetar dengan pemanggil Arjun !



Ayya terbelalak bingung.



Nah lhoooooooooooooooooooo, siapa teamnya mas Arjun kasih semangat dong.


Biar bisa lihat promo novel yanktie, add FB dan IG yanktie yaaaa, semua nama sama dengan napen koq.

__ADS_1


Sambil menunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel karya yanktie yang lain dengan judul BETWEEN QATAR AND JOGJA yok.



__ADS_2