
Jangan lupa selalu tunggu update terbaru. Jangan ditinggalkan sebelum end ya. Karena ditinggal sedang sayang-sayangnya itu menyakitkan. Lope-lope sekebon buat semua pembaca novel yanktie.
Selamat membaca cerita sederhana ini.
\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~
“Sebagai perempuan dan maaf sebagai korban perlakuan mamamu aku mengerti sudut pandang Komang yang tidak mau spekulasi menerima lamaran dari pria yang mamanya membenci kaum miskin. Komang lebih senang menerima lelaki yang orang tuanya menerima dirinya apa adanya.”
“Mungkin, sekali lagi mungkin, kamu bisa membujuk mamamu untuk melamar Komang dan mungkin Komang bisa menerima lamaranmu. Tapi apa kamu yakin saat kamu berumah tangga nanti Komang tidak tersiksa dengan perlakuan mamamu? Dia akan selalu diintimidasi sepanjang pernikahanmu. Itu yang kau pikirkan masak-masak agar dia tidak diinjak saat sudah berumah tangga. Dia tidak mau terluka terlebih bila sudah ada anak-anak.”
“Benar yang Luna bilang, sebaiknya kamu urungkan saja niatmu memaksa kedua orang tuamu untuk melamar Komang,” kata Bayu.
Rupanya Bayu dan Indra memang sudah di arange oleh Arjun untuk memata-matai Komang selama dia berada di Bali. Entah di Badung di Gianyar maupun Denpasar dan Uluwatu. Itu sebabnya Arjun bisa tahu saat Komang makan malam dengan Mukti kemarin. Tapi Bayu dan Indra tak mau lagi membantu Arjun setelah tahu kalau Komang sudah tegas menolak lamaran pendahuluan dari Arjun.
Ternyata malam ini malah mereka satu lokasi dengan Komang dan Mukti makan malam.
“Tidak semudah itu aku berpaling. Urusan hati itu tidak bisa kita atur maunya ke mana,” kata Arjun. Dia tetap mempertahankan prinsipnya bahwa Komang Ayu harus menjadi istrinya. Cintanya pada Komang Ayu bukan hanya dimulai saat ini. Bahkan banyak gadis cantik dan ningrat mendekatinya, dia tak bisa berpaling.
“Berarti kamu memang tidak mencintai Komang Ayu kan?” tuduh Bayu.
“Aku sangat mencintainya, karena itu aku bersikeras untuk melamarnya,” Arjun tetap bersikeras mempertahankan kemauannya.
“Aku mengerti apa yang Bayu ingin katakan. Kalau kamu memang benar mencintai Komang Ayu kamu tidak akan menyiksanya selama kamu berumah tangga,” jelas Indra.
“Aku tidak menyiksanya,” jawab Arjun.
“Benar, kamu tidak menyiksanya secara langsung. Tapi menyiksanya lewat perlakuan dari mamamu,” kata Luna tegas.
__ADS_1
“Coba kamu pikir secara baik-baik. Kalau memang kamu mencintai dia jangan sakiti dia. Tapi buat dia bahagia.” ujar Bayu lagi.
“Iya benar, itu pendapatku,” kata Indra/
Arjun jadi bingung sendiri, 3 temannya ternyata tidak sependapat dengan dirinya. Mereka malah minta Arjun mundur sebelum berperang.
“Sebaiknya buka matamu dan cari perempuan lain saja. Itu saranku,” kata Luna.
“Kami sependapat,” jawab Indra.
“Jadi kalian tidak mau menolong aku?” tanya Arjuna.
“Kita tetap bersahabat, kami tetap akan menolongmu asal kamu bisa sedikit berpikir dengan logika. Bukan dengan emosi,” jawab Bayu lagi.
‘Komang, save nomor aku ya?’ pinta sebuah nomor asing.
Ayya hanya membaca pesan tersebut di top up message. Ayya belum membukanya mereka masih makan malam. Mukti juga melihat ada pesan masuk karena layar monitor menyala.
“Itu sopnya masih ada lho Mas,” Ayya menunjuk sop yang baru diambil sedikit kuahnya saja oleh Mukti.
“Kamu bantu habisin dong,” pinta Mukti.
“Kamu kan enggak makan nasi.”
“Enggak makan nasi kan bukan jadi tolak ukur aku sudah kenyang atau belum.”
“Ya tapi bantulah sedikit,” pinta Mukti sambil menyuapi Ayya sop kambing.
__ADS_1
“Ayya pun membuka mulutnya tanpa sadar saat disuapi oleh Mukti. Tentu saja hal tersebut terlihat dari jauh oleh Arjun. Pemuda itu makin sedih.
“Enak ya Mas, bumbunya kerasa banget. Besok aku bikin deh seperti ini kalau pas aku dapet bahan kambing.”
“Kambing mah banyak di pasar. Kamu tinggal suruh Bu Pinem beli aja.”
“Iya sih. Enaknya ini buat makan malam, kalau makan siang kayanya enggak cocok deh. Nanti aku titip deh tapi yang penting harus banyak jeruk nipisnya. Rasa jeruknya kerasa banget, bikin nikmat,” kata Ayya.
“Semuanya emang kerasa kok bumbunya, sedap,” jawab Mukti. Dia menyuap sop kambing dari sendok yang sama dengan sendok yang dia gunakan untuk menyuap Ayya tadi.
Tak ada yang aneh buat Ayya dan Mukti menggunakan satu sendok seperti itu. Tapi itu adalah hal besar buat Arjun yang melihat dari jauh.
‘Bagaimana mereka sangat akrab? Itu sudah bukan hubungan bos dan pegawainya,’ Arjun makin putus asa.
“Tapi kalau iga bakar ini bikinnya agak lama Mas, jadi memang aku males juga sih.”
“Tapi enak loh kalau bikin iga bakar juga,” bujuk Mukti.
“Semua Mas pengin minta. Aku tuh malesnya karena langsung dipamerin ke Mama. Jadi akhirnya aku yang ketempuan,” protes Ayya dengan memajukan bibirnya membuat Mukti gemas. Mukti tertawa terbahak-bahak mengingat bagaimana Ambar ingin nasi goreng seafood juga gulai kepala kakap yang Ayu masak kemarin tadi pagi karena dia langsung mengirimkan foto hasil olahan Ayya.
\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~
Biar bisa lihat promo novel yanktie, add FB dan IG yanktie yaaaa, semua nama sama dengan napen koq.
Sambil menunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel karya yanktie yang lain dengan judul GHIFARI ~ RADITE ~ GHIBRAN yok.
__ADS_1