
“Kenapa Mukti Mas?” tanya Adelia sore ini karena Sonny bilang barusan ada pesan dari teleponnya Mukti.
“Papa yang kirim pesan pakai telepon Mukti. Aku nggak bisa ngomong lagi,” jawab Sonny lirih.
“Kenapa Mas? Cerita aja,” pinta Adelia. Dia sudah melihat video Mukti karena dia memaksa, dia bilang malah nggak bisa tidur kalau nggak lihat kejadiannya seperti apa.
Tanpa berkata apa pun Sonny memberikan ponsel kepada istrinya.
“Astagfirullah kenapa jadi seperti ini Mas? Kenapa mereka mendapat ujian seperti ini?” Adelia tak percaya melihat kiriman video yang Abu kirim menggunakan nomor Mukti. Dan di sana Adelia juga membaca Mukti sedang menenangkan Ayu.
“Mama histeris barusan papa bilang seperti itu. Papa juga sudah bilang bahwa Ayu itu nggak pernah ke mana-mana sejak di Solo selain pergi dengan Mukti. Waktu itu pernah pergi dengan Sri satu kali selebihnya dia selalu di rumah jadi nggak mungkin itu Ayu sedangkan Lukas itu baru ke Solo akhir-akhir ini berarti kan tak mungkin itu dilakukan sejak lama saat bukan di Solo. Kalau pun di Bali, Ayu tak pernah jauh dari sisi Mukti. Mukti bucin, kapan bisa melepas Ayu?”
“Mas harus selidiki itu jadi kamu harap mengerti kalau malam-malam Mas bicara dengan teman-teman di luar negeri. Mereka pasti membahasnya saat di sini tengah malam, sana kan masih siang.”
“Ya Mas aku mengerti kok. Aku mana pernah sih curiga sama kamu,” kata Adelia yang mengerti beban Sonny sebagai anak sulung keluarga Lukito.
“Nggak enak aja malam-malam bisik-bisik telepon, padahal maksudnya supaya nggak ganggu kamu tidur.”
__ADS_1
“Iya aku mengerti,” jawab Adelia.
“Nanti aku telepon Mama deh menenangkan mama,” ucap Adelia selanjutnya.
“Dari tadi mama lagi di bujuk papa. Yang kasihan itu Ayu dia tak percaya sampai sedemikian orang membenci atau mencegah dia jadian sama Mukti. Sepertinya orang ini sama sekali tak ingin Mukti menemukan jodoh selain orang tersebut sehingga dia mencegah Ayu jadi istri Mukti.
“Aku rasa dia inginnya Mukti berjodoh dengan dirinya tidak dengan Ayu.”
“Terus bagaimana Ayu sekarang Mas?”
“Aku tahu kedekatan Aksa secara emosional dengan Ayu dia sangat menyukai kakaknya itu sampai dia pernah memukul Mukti kan waktu tahu Ayu pergi dari rumah?” jawab Adelia. Dia bersyukur masuk dalam keluarga yang saling care each other.
“Itulah. Aku takutnya Aksa gelap mata. Waktu dulu kasusnya Saras juga kalau dia nggak sedang ulangan umum pasti dia langsung kabur ke Bali untuk menghajar Saras. Terlebih sekarang orangnya ada di Solo kejadian ada di Solo pasti dia akan mengacak-ngacak mencari info.”
“Aku mengerti Mas. Aku mengerti banget,” kata Adelia.
“Aku yakin itu bukan Ayu. Itu pasti editan,” kata Sonny.
__ADS_1
“Aku pun sama Mas. Aku pun sepemikiran. Tapi orang yang tidak mengerti pasti akan berpikir itu Ayu Mas. Suruh Mukti hubungi papanya Ayu dan menceritakan. Jangan sampai papa Ayu mendapat video ini sebelum dia kita beritahu,” ujar Adelia.
“Kamu telepon eyang. Hanya dia yang free saat ini. Papa sibuk menenangkan mama yang juga sudah histeris. Mukti sibuk dengan Ayu,” ucap Sonny.
Tanpa buang waktu Adelia menghubungi Angga dengan ponsel Sonny yang sedang dia pegang. Otomatis Angga mengira Sonny yang bicara, itu sebabnya saat menerima telepon, eyang Angga menyebut nama Sonny.
Angga setuju pendapat Adelia, dia akan meminta Mukti segera menghubungi Wayan.
“Hubungan Ayu dan Mukti nasibnya kok kayak begini banget. Semoga aja itu memperkokoh cinta mereka ya,” ucap Sonny.
“Aamiiin Mas. Aku juga berharap seperti itu. Semoga mereka kuat menghadapi ujian ini,” jawab Adelia.
Mereka sedang akan keluar makan malam. Saat ini telah tiba di parkiran resto yang ingin mereka tuju. Adelia ingin chinese food entah mengapa dia ingin merasakan makanan itu makanya mereka keluar untuk makan malam.
Padahal biasanya yang mengidam adalah Sonny tapi untuk chinese food ini Adelia yang punya keinginan entah mengapa. Sonny memesan nasi tim ayam ditambah capcay goreng untuk sayurannya sedang Adelia memesan kwetiau goreng seafood ditambah dengan pangsit rebus.
Menu tambahannya adalah fuyunghai. Jadi nasi itu hanya sedikit tadi pesanannya Sonny saja, hanya nasi tim ayam, yang lainnya tak ada nasi sama sekali.
__ADS_1