CINTA TANPA SPASI

CINTA TANPA SPASI
TAK HANYA “CUMA”


__ADS_3

Ayya menyurukkan wajahnya di d4da Mukti.


Mukti mengangkat dagu Ayya, dia lihat lekat mata tunangannya.


“Kenapa? Malu?” Tanya Mukti pelan.


“Terima kasih ya, Mas yakin itu yang pertama kan?” tanya Mukti selanjutnya.


Tentu saja Ayya tak menjawab. Dia kembali menunduk, tetapi dagunya ditahan oleh Mukti, sehingga mau tak mau dia tak bisa menundukkan wajah. Ayya menundukkan pandangan matanya saja, tak mau bertatapan dengan Mukti.


“Mulai hari ini semua kita bahas ya? Jangan bikin ribut seperti tadi malam. Tadi malam memang Mas yang salah tinggalin kamu duluan sebelum kita selesaikan perbedaan pendapat kita,” Mukti masih dominan bicara karena Ayya masih membisu. Gadis itu masih tak punya kosa kata untuk dia ucapkan.

__ADS_1


“Lain kali tolong bantu Mas. Bantu mengingatkan sifat egois Mas,” pinta Mukti. Ayya hanya mengangguk.


“Ya sudah kita sarapan dulu yuk. Habis itu kan kita harus ke pengadilan untuk menghadiri sidang banding pertama dari Saras,” ajak Mukti.


“Iya,” jawab Ayya.


Mukti mengecup sekilas bibir tunangannya sebelum mereka keluar tangan. Mukti menggandeng tangan Ayya seakan takut hilang.


“Sudah nggak usah dipikirin seperti itu,” goda Mukti.


“Makan saja yang bener. Jangan sampai kamu pingsan karena belum sarapan cuma gara-gara dicium sama cowoq ganteng,” goda Mukti.

__ADS_1


“Mas always say like that... it's not JUST Mas!  This is a new experience for me, so it's impossible to say it with just words! That was a big event in my life.  Can't be said in JUST words.  I will remember it as a historical moment, like you remember the date you proposed to me in front of mama and papa,” kata Ayya dengan tersipu malu.


“Oh maaf ya. Mas ngerti. Maaf. Sekali lagi maaf. Maksud Mas bukan kayak begitu. Bagaimana ya ngomongnya? Susah deh. Pokoknya maksud Mas apa ya?” kata Mukti. Dia sendiri sulit mengungkapkan apa yang ada di dalam benaknya. Untuk Mukti itu juga pengalaman baru yang sensasinya berbeda. Dulu ciuman pertamanya dengan Vio itu terjadi karena Vio yang sudah kalap, bukan seperti sekarang. Jadi malah tak ada yang membekas. Begitu pun saat dia melakukan hubungan suami istri pertama dengan Vio itu pun tidak membekas karena dilakukan dengan hal yang sangat berbeda dengan pasangan pertama lainnya. Saat itu Vio sudah sangat menggebu-gebu jadi bukan seperti pasangan yang baru pertama kali mengalami hal itu. Semua not under control.


“Sekarang memang kita harus selalu diskusi seperti ini Yank. Setelah jadi pasangan kita sering salah tangkap dengan kata-kata karena percakapan kita sekarang sudah melibatkan hati. Bukan hanya melibatkan otak saja,” kata Mukti.


“Iya juga ya Mas. Sebelum aku menerima Mas kita nggak pernah ribut kayak gini ya?” ujar Ayya.


“Karena saat itu kamu selalu menerima saja. Kamu merasa kamu itu cuma pegawai aku, nggak pernah mau bantah apalagi berdebat,” kata Mukti.


“Sekarang kita sudah sama-sama saling tahu siapa kamu dan siapa aku. Itu yang bikin kita selalu bertentangan. Benar yang mama bilang ini awal hubungan kita dan pasti akan banyak ribut bila kita tidak selalu menyatukan pandangan, bila kita tidak selalu menyatukan visi,” kata Mukti.

__ADS_1


“Iya Mas. Mulai sekarang kita harus benar-benar sama-sama sabar dan terbuka. Karena perdebatan pasti akan sering terjadi dan kalau emosi yang dikedepankan pasti akan terjal jalan untuk seterusnya,” kata Ayya sependapat dengan Mukti.


__ADS_2