
DARI SEDAYU ~ JOGJAKARTA, yanktie mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA.
Ambar sudah meminta Mukti membereskan kamar untuk Angga sejak siang tadi. Angga akan ikut tinggal di Bali setelah tahu kelicikan istrinya.
Hari ini Abu dan Ambar akan kembali ke Bali. Mukti tak pernah keluar rumah kalau tak penting selama adiknya di villa. Mukti pergi bila Aksa sudah berangkat sekolah dan akan tiba sebelum Aksa tiba di villa sehingga bisa nge cek semua sesuai tugas mama.
Buat Mukti tak ada yang bisa menandingi cinta Ambar. Walau sudah tahu dia bukan anak suaminya, walau dia ditekan suami dan ibu mertuanya tapi kasih dan sayangnya tak pernah sedikit pun berkurang.
Jadi ketika sang mama menugaskan dia menemani Aksa dia benar-benar melakukannya dengan segenap jiwa tanpa ada rasa terpaksa.
“De, mama nanti sore atau menjelang maghrib tiba dari Surabaya. Barusan Mas ada telepon, konsumen dari Yaman minta bertemu. Mas sudah siapkan kamar untuk eyang Angga. Sekarang Mas pergi dulu ya. Mas juga sudah lapor ke mama kalau Mas kepaksa keluar sebelum mama tiba di rumah,” pesan Mukti pada Aksa.
Mukti tahu mama mereka akan datang. Maka dia berani pamit pada Aksa saat ada konsumennya yang minta bertemu.
“Ya Mas, nanti aku kasih tahu mama kalau mama tanya. Tapi kalau Mas sudah bilang, mama tentu enggak akan tanya lah,” jawab Aksa.
\*\*\*
Malam ini Mukti melihat ada panggilan di group keluarga,
"Kenapa Bu?" Airlangga langsung menjawab panggilan telepon group yang Abu buat dengan Mukti, Sonny dan Ambar.
"Tadi pagi sebelum jam kantor Frans ( pengacara Abu ) datang ke lapas buat kasih tau ke Imelda tentang fakta yang ada selama ini."
"Frans kasih tau kalau Papa ( Airlangga ) sudah tahu status Imelda dan Laksmi anak siapa."
"Stress karena itu, barusan Frans telepon, dia bilang Imelda mencoba bunuh diri dan sekarang dirawat di rumah sakit polisi." Abu menyudahi info yang dia dapat.
"Menurut Papa gimana Pa?" Abu pun meminta pendapat Airlangga.
"Papa sih enggak peduli lagi. Saat masih ada Menur aja dia songong kan. Maksud Papa saat Menur belum ketahuan kedoknya!"
"Saat itu dia udah ngebangkang dari Papa. Dia sok jago dan sok kuasa. Jadi biar aja. Kalau polisi hubungin kita, bilang aja kita pihak musuhnya. Kita berlawanan ama dia. Jadi kita enggak akan urus dia."
__ADS_1
"Coba kasih tahu Laksmi. Kali aja dia mau urus kakaknya," saran Ambar. Dia tetap saja welas asih walau sudah ditikam Imelda sejak dulu.
"Atau kasih tau pak Sudrajat kali Pa," saran Sonny.
"Papa enggak yakin Laksmi dan Sudrajat mau urus. Buktinya Menur aja Laksmi enggak mau urus," Airlangga memberi pendapatnya.
"Bener Eyang. Aku yakin tante Laksmi enggak bakal mau ngurusin," Mukti lebih setuju pada pendapat Airlangga.
"Kalau begitu ya kita balik seperti kata-kata Eyang tadi aja Pa. Kita pihak yang berseteru dengannya. Jadi kita enggak mau peduli sama dia," ungkap Sonny.
"Oke. Jadi kita semua sependapat dengan Eyang ya?" Ungkap Abu.
"Iya, kita sependapat dengan Eyang. Tapi kita tetap beritahu Sudrajat dan Laksmi. Terserah respon mereka bagaimana," Ambar tetap meminta Abu memberitahu kondisi Imelda pada adik dan "papa" nya.
"Ya, kasih tahu saja mereka. Soal respon tak perlu kita hiraukan. Yang penting kita sudah kasih tahu kebenaran itu," Airlangga pun setuju dengan Ambar untuk menyampaikan berita tentang Imelda.
\*\*\*
Sekarang adalah tiga hari sejak Frans memberitahu Imelda mencoba bunuh diri. Siang ini Mukti membaca pesan yang Abu kirim di group keluarga kalau Imelda meninggal. Jadi Imelda bertahan tiga hari sebelum akhirnya meninggal.
Airlangga bilang pada polisi dia bukan ayahnya sedang Sudrajat juga tidak mau karena dia juga bukan ayahnya.
\*\*\*
Hari ini Aksa, Airlangga, Abu dan Ambar mulai pindah ke Solo. Mukti yang mengantar sampai bandara menangis sedih berpisah dengan Ambar.
"Mama tunggu kedatanganmu di Solo," bisik Ambar ketika putranya memeluk erat dan menagis terisak.
"Iya Ma, begitu habis pameran aku akan terbang ke Solo. Doain pameranku sukses seperti biasa ya Ma," pinta Mukti.
Mukti memang tak bisa ikut mengantar karena minggu depan dia dan tiga pemahat akan mengadakan pameran di Ubud.
"Nanti sampai Solo langsung telepon ya Dek," pinta Mukti pada Aksa. Sejak Ambar pergi kemarin lalu Mukti harus menjaga Aksa, mereka jadi dekat karena sering ngobrol dan cari cemilan bareng atau makan tengah malam bersama.
"Iya, nanti aku video call biar Mas bisa tahu kondisi kita di sana," ujar Aksa.
__ADS_1
Sonny besok akan meluncur ke Solo. Tak bisa hari ini menyambut keluarganya secara langsung.
\*\*\*
"Iya Pa," respon Mukti yang masuk lebih dulu ke zoom yang Abu buat bersama Sonny.
Ambar dan Airlangga sudah berada di situ sehingga tak perlu menggunakan ponsel.
"Ini tentang Laksmi!" Ambar membuka diskusi mereka malam ini.
"Tadi siang saat nungguin si kecil di sekolah, Laksmi telepon Mama, Laksmi merasa dibuang oleh kita semua," Ambar menjeda kalimatnya. Dia membiarkan semua berpikir dulu kalimat kalau Laksmi merasa dibuang.
"Laksmi merasa dia dibedakan dengan Mukti padahal Mukti punya salah telah menikahi tunangan kakak kandungnya sendiri!"
"Laksmi bilang dia tidak ikut-ikut persengkongkolan dengan Menur. Laksmi bilang dia tidak pernah bergabung dengan Imelda dan Wahid. Kenapa dia dibuang tak seperti Mukti yang kita maafkan?"
Abu dan Airlangga tertohok mendengar kalimat-kalimat Laksmi yang disampaikan Ambar. Mereka baru sadar kesalahan mereka.
Mukti yang terkait dengan hal ini merasa memang tante Laksmi lebih bersih darinya yang telah sangat bersalah menikahi tunangan mas Sonny!
"Bahkan Laksmi juga bilang dia mau kok bikin surat pernyataan tidak menerima uang rutin bulanan perusahaan, asalkan dia tetap diterima di keluarga ini," Ambar berupaya tak melupakan semua pesan yang Laksmi katakan by phone padanya siang tadi.
" Iya sih Ma, kenapa ya kita lupa bahwa tante Laksmi beda sama tante Imelda dan eyang Menur," kata Sonny.
"Karena kita mengira dia sama dengan eyang Menur dan tante Imelda Mas. Jadi kita menjauhi dia." Mukti memberi pandangan mengapa ketika itu mereka memutuskan akan menjauhi Laksmi.
Malam itu mereka diskusi panjang soal Laksmi dan keluarga Dwi suaminya yang menekannya karena kasus Imelda dan Menur di penjara dan rumah sakit jiwa.
Malam itu Angga terlihat kesal pada keluarga Dwi. Akhirnya mereka semua sepakat akan merangkul Laksmi seperti mereka merangkul Mukti,. Ambar bahkan mengundang Laksmi sekeluarga ke Solo dan akan dicarikan hotel selama di Solo karena rumah mereka belum siap huni.
"Aku juga akan ke Solo ah kalau tante Laksmi ke sana," kata Mukti.
"Iya biar kita kumpul lagi," kata Abu akhirnya semua memutuskan menerima Laksmi dengan tangan terbuka.
Sambil menunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel karya yanktie yang lain dengan judul INFIDELITY BEFORE MARRIAGE yok
__ADS_1