CINTA TANPA SPASI

CINTA TANPA SPASI
TRAUMA AYYA


__ADS_3

“Berat Ma cerita yang menghantuiku. Papaku masih mahasiswa ketika diharuskan menikah dengan seorang perempuan kaya. Papa memang harus menikahi dia demi menyelamatkan tungku orang tuanya. Papa tentu harus putus dengan kekasihnya saat itu. Tanpa cinta papa menikahi perempuan tersebut. Tapi sayang Ma papa hanya buat keset saja.”


“Perempuan itu tetap bermain cinta dengan orang lain. Papa hanya ada di status bahwa dia perempuan bersuami. Jadi kalau dia hamil ada suaminya. Satu dua kali dia mau memberi kewajiban sebagai istri tapi hanya sebatas formalitas saja. Mungkin dia berpikir kalau tidak memberi lalu dia hamil di luar sana tak ada yang tanggung jawab. Jadi lebih baik sesekali dia memberi jatah pada papa.”


“Ibuku adalah gadis desa yang terpaksa bekerja sebagai pembantu. Dia tak jadi menamatkan SMA nya. Ibu masih kelas 1 SMA mau naik kelas 2 ketika harus kerja di Bali. Ibuku asal Banyuwangi Ma. Lalu ibu bekerja di rumah papa dan istrinya yang bernama Bu Dewi.”


“Ibu yang lugu menarik perhatian papa. Mereka pun menjalin cinta bukan bukan paksaan, melainkan karena dua-duanya sama-sama cinta. Akhirnya ibu hamil aku Ma. Papa membawa ibu tinggal di rumah kost. Kalau pagi ibu jualan kue karena tak mau hanya bergantung uang dari papa. Papa datang setiap siang ketika istirahat dari toko milik istrinya.”

__ADS_1


“Ibu tidak mau dinikahi papa, dia merasa cinta papa sudah cukup. Jadi bukan papa tidak mau menikahi ibu. Sebaliknya ibu yang tidak mau dinikahi papa karena mereka beda agama. Ibu merasa cukup cinta yang mereka punya, itu saja. Sampai lahirlah aku.”


“Orang tua papa sangat bahagia mengetahui mereka punya cucu. Jadi di keluarga papa aku ini diakui memang benar-benar anak papa. Mereka juga memperlakukan ibu dengan baik. Tapi tak bisa menyuruh papa berpisah dari bu Dewi karena mereka masih bergantung hidup kepada Bu Dewi secara finansial.”


“Ternyata Bu Dewi sama sekali tak bisa hamil karena sejak dulu beberapa kali menggugurkan kandungan sebelum menikah dengan papa. Dan selalu pakai peluntur. Karena tahu bu Dewi tak bisa punya anak, nenekku menyarankan agar dia mengangkat anak.”


“Dengan pintarnya nenek memberikan aku sebagai calon anaknya Bu Dewi. Tanpa curiga Bu Dewi menerima aku sebagai anak angkatnya aku diadopsi resmi oleh papa dan mama atau bu Dewi.”

__ADS_1


“Mereka mengetahui perjuangan ibu sejak hamil, melahirkan sampai aku di adopsi mama. Aku tumbuh dengan kasih sayang ibu dan papa yang lengkap Ma. Aku sangat bahagia, tapi aku juga sangat menderita dengan perlakuan mamaku. Aku hanya dianggap sebagai sampah di matanya. Dia memang tidak ingin punya anak. Dia mengadopsi hanya agar orang tuanya tidak berisik karena orang tuanya tahu mama tak pernah di rumah urus suaminya. Orang tuanya pikir kalau ada baby akan mengubah mama. Dari pakde Saino dan bude Ati aku tahu, sejak aku datang mama tak pernah mau menggendong aku. Kalau ada orang tuanya baru mama pegang aku.”


“Yang parahnya adalah, aku dijadikan tameng buat keluar rumah. Dia bawa aku ke hotel dan saat tiba di sana aku di kasih permen yang mengandung obat tidur aku tidur seharian di mobil.”


“Mama bisa bayangkan nasib aku sejak kecil seperti itu Ma. diperlakukan tidak baik oleh Mama adopsik yang aku kira mama kandungku sendiri.”


“Akhirnya ibuku berontak setelah aku beberapa kali OD dan dibawa ke rumah sakit untuk penanganan. Ibu mengakui ke mama bahwa aku adalah anak kandung dan ibu membawa aku pergi ke Badung. Papa dan mamaku tinggalnya di Gianyar.”

__ADS_1


“Sejak itu ibu dan papa kembali LDR. Ibu sama sekali tidak bisa mendapat uang dari papa lagi karena papa benar-benar di penjara oleh bu Dewi. Semua keuangan dikontrol ketat oleh Bu Dewi.”


“Itu yang membuat aku trauma, Aku tidak ingin kejadian itu terulang lagi.”


__ADS_2