CINTA TANPA SPASI

CINTA TANPA SPASI
TAMU DI ULUWATU


__ADS_3

Jangan lupa selalu tunggu update terbaru.  Jangan ditinggalkan sebelum end ya. Karena ditinggal sedang sayang-sayangnya itu menyakitkan. Lope-lope sekebon buat semua pembaca novel yanktie.


Selamat membaca cerita sederhana ini.



\* ‘Aku tunggu kamu sarapan di cafe villa,’\* begitu yang Arjun tulis.



‘*Cafe mana*?’ tanya Komang Ayu. Dia baru selesai membuatkan kopi dan sarapan Mukti. Hari ini dia belum tahu tugasnya apa dan ke mana. Tugas tadi malam sudah dia kerjakan semua, merekap data yang Mukti kirim melalui email. Bahkan sudah selesai sebelum Mukti kembali ke villa menjelang tengah malam.



‘*Ya cafe villa tempat kamu menginaplah. Tadi malam kan aku tanya kamu ada di mana. Ya sekarang aku di sini*,’ tulis Arjun membuat Ayya tak percaya.



“Mas saya ke cafe depan sebentar,” pamit Ayya.



“Ada apa? Apa bahan makanan kurang kok sampai ke cafe depan? Dan kalau dari Cafe suruh antar aja ke sini,” kata Mukti yang sedang membaca berkas yang Ayya sudah kerjakan semalam.



“Teman saya datang dan menginap di sini.”



“Siapa?” tanya Mukti.



“Arjun Mas,” jawab Ayya.



“Saya sarapan sebentar di bawah,” pamit Ayya. Tanpa menunggu jawaban dari Mukti dia langsung keluar menemui Arjun.



‘*Lelaki itu langsung mengejar ke sini setelah tak bisa ke Badung*!’ Mukti geram karena Arjun tetap datang ke Uluwatu. Mukti pikir dengan dia menukar jadwal liburnya Ayya, Arjun akan membatalkan kedatangannya ke Bali.



Mukti langsung mengambil teleponnya dia menelepon beberapa orang sebelum akhirnya duduk sebentar dan memasang alarm di ponselnya.

__ADS_1



“Kamu ngapain ke sini?” Komang Ayu tak percaya Arjun menginap di villa ini. Dia yakin Arjun tetap tinggal di rumahnya dan kesini pakai mobil pagi-pagi sekali.



“Lliburan lah, nemuin kamu. Kan waktu itu aku sudah pesan tiket. Dari  Denpasar ya aku langsung ke sini karena enggak bisa nemuin kamu di Badung.” jawab Arjun santai.



“Aku enggak mungkin bisa kembali ke Badung, baru tadi malam aku datang dan hari ini aku belum tahu jadwal kami mau ke mana,” jawab Ayya.



“Kita enggak bisa kabur sebentar ke Badung menemui papamu?” tanya Arjun.



“Pak Mukti belum kasih tahu aku tugas hari ini apa. Jadi aku belum bisa jawab. Nanti habis sarapan aku kasih tahu jadwal aku ke mana dan jam berapa,” Ayya terjepit antara Arjun dan pekerjaannya.



“Iya Pak?” kata Ayya saat dia melihat ada panggilan dari Mukti.



“Ini sudah 30 menit saya pasang alarm. Waktu sarapan kamu habis. Ayo cepat kita mau berangkat,” jawab Mukti.




“Enggak perlu banyak tanya cepetan, saya sudah ditunggu teman-teman saya,” kata Mukti lagi dan langsung menutup sambungan telepon.



Ayya tak bisa menghindar dari kewajibannya sebagai pegawai. “Aku harus segera berangkat. Nanti aku kabarin jam berapa kita bisa ketemu lagi.”



“Apa Aku enggak bisa ikutin kamu ke mana kamu pergi?”



“Ya enggak bisa lah, orang aku kerja. Aku kan harus selalu mencatat semua pembicaraan teman diskusinya pak Mukti. Aku merekap dan aku laporkan hasilnya. Kalau ada kamu gimana? Kamu cuma duduk diam disebelahku seharian gitu? Tapi kan juga enggak mungkin kamu ikut masuk ke ruang pertemuan kami,” kata Komang Ayu. Dia jadi bingung sendiri, dia baru libur enggak mungkin ambil libur lagi sedang Arjun tanpa diskusi sudah langsung nongol aja di sini. Komang Ayu jadi serba salah.


__ADS_1


“Bawa laptopmu dan minimal pakaian ganti buat 2 hari,” kata Mukti saat Ayya baru saja masuk ke villa.



“Loh kita mau ke mana Mas?” tanya Ayya.



“Enggak usah kebanyakan ngomong. Pokoknya cepetan,” jawab Mukti tak mau menyebutkan dia mau ke mana karena tak mau tujuannya diikuti oleh Arjun.



“Mas enggak bawa baju atau keperluan lain yang harus aku siapkan?”



“Enggak perlu di tempat singgah sudah ada baju. Jadi aku enggak perlu  bawa baju lagi dan di mobil aku pun selalu ada tiga pasang baju, dua baju santai dan satu baju setengah resmi,” jelas Mukti selanjutnya.



‘*Oh iya ya. Ini pakai mobil, dia pasti ada persiapan baju sepatu dan sebagainya*.’ pikir Komang Ayu. dia pun segera mengambil travel bag dan memasukkan semua barang miliknya, langsung dia bawa kembali.



“Kamu enggak perlu bawa semuanya. Bawa buat dua hari aja, yang lainnya tinggal di sini. Nanti kan kapan-kapan balik ke sini lagi,” kata Mukti.



“Enggak apa-apa lah. Aku bawa semua saja.”



“Enggak, jangan dibawa kebanyakan kayak gitu,” protes Mukti.



Komang Ayu pun mengalah, dia bongkar lagi bawaannya. Ditinggalkan beberapa pasang bajunya di kamar Uluwatu itu.



“Sekarang kamar ini sudah kamu jadi kamar kamu. Jadi enggak perlu kamu takut akan ada orang masuk sini. Aku tadi sudah telepon mama jadi Mama juga sudah setuju,” kata Mukti.



Ada yang tahu apa rencana mas Mukti buat ngehalangin Arjun dan Ayya bersama? Kasih komen manis di bawah ya. Jangan lupa sajen kopi manisnya eyank tunggu.


Biar bisa lihat promo novel yanktie, add FB dan IG yanktie yaaaa, semua nama sama dengan napen koq.

__ADS_1


Sambil menunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel karya yanktie yang lain dengan judul LOVE FOR AMOR yok.



__ADS_2