CINTA TANPA SPASI

CINTA TANPA SPASI
PEREMPUAN TERHEBAT


__ADS_3

Jangan lupa selalu tunggu update terbaru.  Jangan ditinggalkan sebelum end ya. Karena ditinggal sedang sayang-sayangnya itu menyakitkan. Lope-lope sekebon buat semua pembaca novel yanktie.


Selamat membaca cerita sederhana ini.



Semalam Ayya mengirimkan bungkusan makanan yang dia bawa ke rumah Pakde Saino dan bude Ati untuk makan malam mereka karena memang Mukti tidak mengundang mereka makan malam di rumah Wayan. Mukti bilang biar mereka makan bertiga aja tanpa Pakde Saino, jadi hanya dibawakan makanan.



Semalam juga Ayya bilang pagi ini bude Ati tak usah kirimin ayahnya sarapan, biar dia yang bikin kan juga untuk bude dan pakde itu yang Ayya bilang semalam.



Maka pagi ini Ayya mengolah makanan beku yang banyak di kulkas.



“Kamu bikin apa Ya?” tanya sang Papa ketika bangun tidur sudah tercium bau harum.



“Aku bikin lontong opor Pa. Sebentar lagi kita makan ya. Aku antar ini dulu ke rumah Pakde Saino,” Ayya memperlihatkan kresek yang dia sudah siapkan untuk diantar ke rumah pakdenya.



Ayya bergegas mengantar lontong opor yang baru matang.



“Kamu kok sempet bikin lontong?” tanya Bude Ati.



“Semalam aku minta petikin daun pada pak Mukti untuk bikin lontong sebelum tidur aku sudah rendam berasnya jadi saat bangun tidur langsung aku masak. Aku bikin pakai sistem aron, jadi bukan lontong dari beras. Lebih cepat matangnya,” jawab Ayya.



“Oalah, pantes hari gini sudah matang semua.” kata bude Ati.



“Aku langsung pulang ya Bude, nanti habis sarapan aku juga langsung ke galeri karena sebenarnya aku enggak libur. Tadi malam aku cuma di drop aja di sini sama Pak Mukti karena aku bilang aku pengen lihat tokonya papa. Aku hari ini kerja. Habis sarapan aku akan ke toko buku untuk beli alat tembak label harga buat di toko papa. Habis itu aku langsung diantar sama papa ke galeri karena hari ini ada tamu dari Belgia.”

__ADS_1



“Biasanya Pak Mukti kalau ada tamu seperti itu pasti ribut minta data dan aku yang pegang data-data itu,” kata Ayya.



“Ya Nduk, matur nuwun loh ini sarapannya sama makan malam tadi malam,” ucap Ati.



“Sudah Bude enggak apa-apa. Selama ini kan Bude yang urus papa jadi kalau aku ada ya harusnya aku yang gantiin. Pokoknya kalau aku ada enggak usah aku bilang harus aku yang siapin sarapan untuk Bude sama Pakde.”



“Ya Nduk,” kata bude Ati. Ayya bergegas menuju ke rumahnya.



“Ayo Pa sarapan dulu habis itu kita ke toko buku beli alat tembak label harga.”



“Sebenarnya enggak usah pakai alat tembak juga enggak apa-apa ya ditulis aja seperti ini manual,” tolak Wayan.




Mereka pun akhirnya makan lontong opor buatannya Ayya.



‘Aku kangen kamu Cinta, kangen banget desah Wayan dalam hatinya saat dia makan masakan putrinya. Sukma juga dulu sering memasak sarapan untuk mereka berdua seperti ini. Wayan tak pernah kecewa Sukma sudah tidak ada karena dia punya pengganti yaitu Ayya. Tak tahu nasibnya seperti apa bila tidak bertemu Sukma dulu.



Wayan berpikir mungkin dia tetap ada di bawah kendalinya Dewi dan  dikhianati berkali-kali. Dan tidak bisa melepaskan diri karena tak ada motivasi hidup. Motivasi dia melepaskan diri dari Dewi karena ingin bersatu dengan Sukma yang waktu itu masih hidup. Mungkin kalau tak bertemu dengan Sukma dia menjadi laki-laki be-jat. Dia juga ikut bermain sana-sini sama seperti Dewi yang selalu main lelaki lain. Untung dia bertemu Sukma sehingga tak pernah berbuat hal-hal yang tidak baik pada orang lain hanya pada Sukma dia memberikan cinta dan tubuhnya.



“Pa … Papa,” Panggil Ayya.


__ADS_1


“Kenapa Nak?” kata Wayan tersadar dari lamunannnya.



“Dari tadi aku nanya Papanya ngelamun,” keluh Ayya.



“Maaf, maaf Nak, maaf. Papa teringat ibumu. Dulu saat kami kost berdua kalau pagi dia sering bikin sarapan seperti ini untuk Papa. Kadang dia bikin nasi goreng atau bihun goreng atau kadang bikin bubur ayam. Kadang bubur sumsum, apa saja selalu dia bikin untuk kami berdua. Walau hanya untuk berdua dia tidak malas masak. Biasanya kalau orang berdua masak sedikit kan lebih memilih beli, ibumu tidak. Dia memilih memasak untuk Papa.”



“Waktu Papa tegur kenapa ibumu masak repot-repot, ibumu bilang kalau hanya untuk beli di rumah pun Papa bisa dapat karena Dewi tidak pernah masak. Yang masak adalah Bu Ati jadi di rumah ibu, Papa harus makan masakan buatan ibu,  bukan masakan dari warung. Begitu selalu ibumu menekankan.”



“Kamu punya istri. Jadi kamu makan masakan istrimu bukan masakan dari warung, begitu prinsip ibumu. Jadi Papa langsung teringat ibumu saat makan opor buatanmu ini,” Wayan menjelaskan mengapa dia terbawa suasana.



“Maaf kalau aku bikin Papa terluka ya Pa,” kata Ayya.



“Papa enggak terluka. Papa sangat bahagia pernah bersama dengan perempuan hebat seperti ibumu. Perempuan penuh cinta. Saat Papa suruh dia menikah lagi ketika kamu baru berumur 2 tahun dia tetap menolak.”



“Berkali-kali Papa suruh dia menikah agar ada yang bertanggung jawab terhadap dirinya dan dirimu, tapi dia tidak dia bilang lebih baik dia ngurus kamu sendirian kalau memang Papa enggak mau mengakui kalian.”



“Papa bukan enggak mau tapi kan tidak memungkinkan. Saat itu dia malah jawab kalau kamu enggak memungkinkan ya sudah yang penting kamu tidak ganggu aku rawat anakku sendiri.”



“Itu yang bikin Papa nggak pernah bisa menggantikan ibumu dari siapa pun. Ibumu adalah yang terhebat buat Papa.” kata Wayan


Biar bisa lihat promo novel yanktie, add FB dan IG yanktie yaaaa, semua nama sama dengan napen koq.


Sambil menunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel karya yanktie yang lain dengan judul UNREQUITED LOVE yok.


__ADS_1


__ADS_2