
Satu minggu berlalu dengan kejadian manis-manis pahit. Manis karena Mukti dan Ayya sudah semakin mengerti karakter Masing-Masing. komunikasi mereka semakin lancar dengan dipenuhi debat kecil yang manis.
Mereka selalu mencari solusi karena Ayya bilang, “Kita jangan mengharap perubahan kalau tidak dari kesadaran diri sendiri. Perubahan sesaat itu nggak ada guna. Seperti Mas pernah bilang kita ingin hidup bersama selamanya. Kalau Mas cuma berubah karena pura-pura karena sekarang sedang PDKT itu nanti pasti akan menyesal. Jadi berlakulah seperti diri sendiri. Kita hanya butuh saling mengerti pasangan. Aku ngertiin karakter Mas, Mas ngertiin karakter aku. Dan kita berupaya menyatukan visi dari perbedaan. Bukan menyamakan perbedaan karena itu tak akan mungkin.”
“Kamu itu anak kecil tapi kok bisa lebih dewasa dari …,” Mukti belum sempat selesai bicara saat Ayya memotong kalimatnya.
“Dari Vio maksud Mas? Aku nggak suka ya dibanding-bandingin. Dan aku juga nggak suka kamu panggil YANK kalau panggilan itu sama buat Vio,” kata Ayya cepat.
“Mas lupa dulu panggilan buat dia apa Yank, tapi yang pasti dia nggak pernah panggil aku Mas, dan Mas juga enggak minta dia panggil Mas. Beda ke kamu kan?
“Tentu ssaj Mas minta dipanggil MAS karena enggak mau dipanggil BAPAK,” jawab Ayya.
__ADS_1
“Enggak Yank, bukan karena itu. Tapi beda rasanya kalau kamu yang sebut Mas. Lalu mohon maaf kalau Mas sering membandingkan karena memang hanya kalian berdua yang pernah singgah di hati walau singgahnya itu berbeda. Bukan karena dia sudah berlalu, bukan karena dia sudah meninggal. Tapi memang berbeda,” Mukti berupaya memperjelas apa yang dia rasa. Tapi namanya perasaan, kan sulit dijabarkan dengan kata-kata.
“Kalau saat itu tidak terjadi tragedi rumah kosong mungkin Mas belum jadian sama dia. Mas jadian sama dia karena terpicu hasrat saja. Mas yakin kalau Vio menolak perasaan Mas kala itu, pasti Mas akan mundur. Mas nggak mau kok ngerebut seseorang dari pria idaman yang dia sukai,” tutur Mukti.
“Buktinya Mas ngotot kok sama aku,” balas Ayya. Mereka sedang duduk di teras belakang saat sehabis makan malam.
“Bener Mas ngotot sama kamu, tapi kan kamu nggak terima Arjun, kamu nggak terima Carlo. Kamu nggak mengharap mereka. Jadi Mas ngotot untuk meyakinkan kalau Mas itu ada buatmu. Beda sama Vio. Vio itu cuma cinta sama Made. Tapi kepaksa menerima Mas setelah jebakan rumah kosong. Kalau tak ada tragedi itu tentu dia akan berupaya mengejar cinta Made.”
“Bagaimana mungkin?”
“Mas baru tahu setelah kami rutin melakukan hubungan badan. Pernah satu kali saat sedang melakukan hubungan badan tanpa sadar dia menyebut nama Made. Mungkin dia membayangkan melakukan bersama pria idamannya itu. Saat itulah Mas tahu kalau Mas itu bukan apa-apa buat dia. Tapi Mas terlanjur menyukai hubungan kami yang salah itu. Jadi itu berlanjut terus sampai Mas tahu dia menggugurkan anak Mas. Sejak itu Mas berhenti total. Karena Mas sangat terluka ada bayi yang dibuang. Padahal saat itu Mas belum tahu bahwa Mas adalah bayi yang dibuang oleh ibu Mas sendiri,” Mukti menarik napas mengingat dia bayi yang Witri buang setelah lahir.
__ADS_1
“Dan gilanya lagi, perempuan yang jadi istri Made itu cinta mati ke Mas,” kalimat terakhir Mukti membuat Ayya makin syok.
“Astagaaaaa, lakon apa sih yang kalian lakukan. Kok mbulet gitu?” kata Ayya.
“Itulah, masa lalu kami yang menjadi circle tak berujung. Bagaimana mau berujung kalau berbentuk lingkaran amburadul, yang dalam bahasa Jawa kamu sebut MBULET tadi?”
“Orang yang Mas sukai dan sekarang baru Mas sadari saat itu hanya suka bukan cinta, mencintai Made. Dan orang yang mencintai Mas malah jadi istri Made, walau hamil bukan dengan Made.”
“Ke mana sekarang perempuan yang sangat mencintai Mas itu? Aku harus tahu. Kalau suatu saat aku bertemu, aku bisa mengambil sikap,” pinta Ayya.
“Mas nggak pernah berhubungan apa pun dengan Pricilla mantan suaminya eh istrinya Made. Dia hamil sama pacarnya ketika di Singapura lalu menjebak Made sehingga mereka menikah. Kami nggak ada hubungan apa pun. Tak pernah ada percakapan intens, juga nggak pernah ketemu kok sama dia. Nggak perlu diperpanjang soal Priscilla,” ujar Mukti. Dia sesap the madu miliknya.
__ADS_1
“Aku nggak akan memperpanjang. Aku cuma ingin tahu dan jaga-jaga suatu kemungkinan. Itu bisa saja terjadi. Terlebih dia sekarang sendirian dan pernah cinta mati sama Mas,” kata Ayya.