
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, yanktie mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
Wayan sangat ingin segera menyudahi pernikahannya. Tapi Dewi pernah bilang, mereka boleh cerai asal semua modal usaha dan aset dikembalikan padanya. Itu sebabnya Wayan sangat hati-hati mengeluarkan uang agar semua bisa segera terkumpul. Dia tak ingin kakinya terikat terus disisi Dewi.
Saat dia mulai bisa menabung, ayahnya sakit sehingga banyak dana tabungannya terkuras.
Lalu satu tahun dia bisa menabung lagi, gantian ibunya terus harus dia biayai hingga sang ibu juga meninggal.
Sekarang setelah keduanya tak ada Wayan ingin segera melunasi modal yang sebenarnya bukan hutang dirinya pribadi.
Karena dulu dia tak minta dibuatkan usaha. Sebagai pengiritan Wayan tak memiliki mobil. Dia hanya punya satu motor lelaki, bukan motor bebek matic.
Wayan juga tak tinggal dirumah Dewi. Dia tinggal di toko.
"Semoga kalian sabar ya. Papa sedang berjuang buat kita bisa bersama lagi." Wayan memandangi foto saat mereka bertiga, dirinya, Sukma dan Ayya.
\*\*\*
"Jadi maunya kalian sekarang bagaimana?" Erlangga bertanya pada Mukti dan Abu. Dua lelaki beda generasi yang berseteru.
"Kalau aku Eyang, aku serius minta maaf pada papa dan aku mau mencari mama."
"Aku mau minta maaf pada Mama yang sudah teramat sangat mencintaiku."
"Mama itu benar-benar titisan dewi. Bagaimana bisa dia tetap mencintaiku dengan tulus setelah tahu aku bukan siapa-siapanya. Bahkan bukan anak suaminya!"
"Hanya aku yang bisa merasakan cinta tulus seorang perempuan dari mama."
__ADS_1
"Buat seorang anak kandung mungkin wajar menerima kasih yang mama berikan padaku. Tetapi sebagai anak angkat tentu beda kesannya. Sangat beda!"
"Aku tak akan pernah lagi berhubungan dengan Vio. Aku tahu kesalahanku. Dia memutar balik semuanya!"
"Dan dia telah membunuh dua anakku. Takkan pernah lagi aku mau berhubungan dengan dia Eyang."
"Pah. Maafkan aku," kata Mukti tulus.
"Aku serius tak akan pernah lagi berhubungan dengan Vio. Tak akan Pa, Eyang," begitu berulang-ulang Mukti menyebutkan kata itu sambil terisak.
"Kalau pun semua harta mau diambil monggo. Buatku, harta bisa dicari, tapi cinta di keluarga ini itu sangat besar artinya buatku Pa. Cinta di keluarga ini tak tergantikan," kata Mukti.
"Papa tidak bisa sedemikian mudah menerimamu lagi. Kesalahan yang sudah kita lakukan ada mama dan Sonny sudah teramat besar dan tak termaafkan!" Abu pesimis untuk bisa mendapatkan maaf dari Ambar.
\*\*\*
"Aku yakin mama pasti ada bersama dengan mas Sonny. Aku akan mencari ke Bandung Pa. Karena surat yang aku terima semua dari Bandung!" Dengan pede nya Mukti bilang akan mencari Ambar di Bandung.
"Sebelum kamu bergerak, Papa sudah bergerak lebih dulu. Ternyata mereka tidak ada di Bandung." Abu memberitahu Mukti.
"Bagaimana di rumah eyang di Jember?" tanya Mukti lagi karena penasaran.
"Di sana juga tak ada. Papa bukan hanya bertanya ke eyangmu. Tapi sudah mengutus orang ke rumah eyang. Tak ada mama dan Sonny disana," fakta ini membuat Mukti lemas.
__ADS_1
"Kalau Jogja?" Tanya Mukti.
"Bukankah rumahnya dipakai temanmu itu?" Tanya Menur.
"Sepertinya mas Sonny punya rumah kost atau kontrakan kecil di tengah kota Jogja Eyang. Dia tak mau tinggal di rumah miliknya yang sekarang dipinjam temanku karena terlalu jauh ke kantornya," Mukti membeberkan info yang dia miliki.
"Jadi kemungkinan dia memang ada di Jogja!" Mukti yakin Ambar ada di Jogja.
"Tidak aku tidak yakin," jawab Erlangga mematahkan pemikiran itu.
"Terlalu mudah kalau dia mau bersembunyi di Jogja. Pasti sudah ketahuan kita. Semua sudah tahu dia domisili Bandung dan Jogja. Jadi Soony tak akan mau mudah kita temui."
"Aku yakin dia ada di Cikarang! Di tempat kantor barunya," kata Airlangga yang pernah tahu Sonny akan memindahkan kantornya yang di Bandung ke Cikarang."
"Papa punya alamat kantor mas Sonny di Cikarang?"
"Papa enggak punya alamat Cikarang. Alamat di Bandung saja baru aku tahu karena dia mengirim surat kemarin." Abu sama sekali tak pernah tahu lingkup kerjanya Sonny.
Abu merasa selama ini baik-baik saja tak akan pernah ada masalah.
"Apa nggak ada teman Mama yang lain yang mungkin bisa kita tanya?" Tanya Mukti.
"Ambar tidak semudah itu bergaul lalu bercerita. Numpang nginep pasti harus cerita ada masalah apa pada orang lain. Itu tak akan Ambar lakukan." jelas Menur.
\*\*\*
Sambil nunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel yanktie yang lain dengan judul REVENGE FOR MY EX-HUSBAND
__ADS_1