CINTA TANPA SPASI

CINTA TANPA SPASI
BARU OBAT TIDUR SAJA


__ADS_3

“Masukkan di kamar mbak Ayu saja,” Para body guard lelaki mengangkat Mukti dari mobil dan yang perempuan mengangkat Ayu. Ambar minta dijadikan satu ruangan saja agar mudah pengawasan dan pemeriksaannya. Dia memandu menuju kamar Ayu.


Wayan dan Made datang saat Ayu sedang dikeluarkan dari mobil. Mereka tak percaya pasangan itu sama-sama kena jebakan lagi.


“Bagaimana bisa seperti ini Tante?” sesal Made.


“Sejak awal Ayu bilang mereka diikutin saat keluar dari tol. Lalu saat makan mereka masih bilang nggak apa-apa. Mereka masih terus update laporan kalau mereka aman. Waktu sesudah makan Ayu langsung bilang dia pening,” kata Ambar.


“Mungkin ada di minuman. Tadi sisa minumannya sudah dibawa untuk sampel pemeriksaan. Begitu pun sisa makanan,” kata Ambar selanjutnya.


“Kebetulan minuman mereka sama.”


“Kalau makanan, biar berbeda pesanannya, pasti mereka makan bersama Tante. Mereka selalu seperti itu,” ucap Wayan yang hafal kebiasaan Komang Ayu dan Mukti.


“Benar. Mereka selalu share makanan apa pun,” ucap Ambar. Dia juga hafal kebiasaan Mukti dan Ayya. Kalau Sonny dan Adelia hanya saling cicip sedikit saja.


“Bagaimana dengan pelaku?” tanya Made.

__ADS_1


“Dua orang pelaku sudah langsung ditangkap oleh anak buahnya om Abu. Manajer resto sudah bikin pernyataan bahwa mereka tidak mengetahui apa-apa dan CCTV juga sudah ada di tangan om Abu,” jelas Ambar.


“Nanti kita lihat semuanya sesudah dokter periksa ya. Jangan sekarang. Sebentar lagi dokter datang dengan om Abu,” jelas Ambar lagi.


“Ya Tante,” kata Made.


“Saya permisi ke toilet sebentar,” ucap Wayan.


Sonny kaget saat selesai meeting dia menyalakan ponsel banyak panggilan dari istrinya dari mamanya maupun dari sang papa.


Ambar membuat video saat Mukti di bawa keluar dari mobil begitu pun saat Ayu di bawa ke kamar. Tentu saja Sonny kaget melihat kedua adiknya pingsan.


“Nanti setelah dokter periksa kita akan lihat CCTV-nya. Tak bisa sekarang. Sebentar lagi papa sama dokter datang karena papa yang jemput dokter,” jawab Ambar.


“Baik Ma aku tunggu berita selanjutnya. Maaf kalau aku telat buka HP karena sejak tadi aku matikan HP saat meeting. Aku sudah laporan Adel kok kalau HP-ku mati saat pertemuan dengan klien,” lapor Sonny.


“Iya nggak apa-apa. Semoga saja Ayu dan Mukti aman jadi mereka bisa menjalankan rencana untuk bertemu Carlo besok siang,” ucap Ambar.

__ADS_1


Abu memang terpaksa menjemput dokter karena saat itu dokter sedang tidak berada di rumah sakit dan dia tidak bawa mobil. Tadi pagi mobilnya ada masalah jadi dia pergi ke rumah sakit tanpa bawa mobil. Kebetulan dari kantor Abu menuju rumah melewati lokasi pertemuan dokter tersebut.


Setelah Ayu dan Mukti dibaringkan, Ambar menyuruh para body guard duduk di ruang tamu dan minum dulu sambil menunggu Abu.


Bu Parman membuka sepatu Ayu dan Ambar membuka milik Mukti biar lebih cepat.


“Tante, maaf tolong buka ikat pinggangnya Mukti biar tidak ada yang ketat. Mbok Parman mohon buka sesuatu yang mengikat di Ayu,” kata Made dari luar. Dia tentu tak mau masuk.


Bu Parman mengerti apa maksud Made, dia pun membuka kait bra Ayu, sesudah itu dia keluar ruangan begitu Abu dan dokter memasuki kamar Ayu. Dia langsung membuat minum untuk semua kebetulan kemarin Ayu bawa sirup jus markisa dari Medan jadi Bu Parman menyiapkan itu untuk para tamu juga dokter.


“Bagaimana Ma?” tanya Abu.


“Mereka Mama taruh di kamar Ayu saja biar satu kali periksa. Dokter nggak pindah-pindah tempat. Lagian kita juga ngawasinnya gampang,” kata Ambar. Untuk mereka tak jadi masalah Mukti dan Ayu satu kamar terlebih saat ini mereka butuh sesuatu yang praktis.


Angga, Ambar, Abu menemani dokter memeriksa dua sejoli itu.


“Saya belum tahu zatnya apa. Tapi saya yakin ini hanya obat tidur saja. Untuk tahap awal. Jadi belum ada obat perangsang atau apa pun. Karena kalau obat perangsang duluan yang diberikan, dia tentu tidak pingsan tapi langsung terasa panas dan segala macamnya. Mungkin obat itu nanti akan diberikan sesudah mbak Ayu dan mas Muktinya dibawa ke tempat mereka. Jadi untuk saat ini memang belum diberi obat perangsang hanya obat tidur dosis tinggi.”

__ADS_1


“Saat ini langsung saya suntikan penawarnya, begitu nanti sadar segera berikan obat ini,” kata dokter yang memang sudah menyiapkan semuanya. Sebab tadi sebelum berangkat Abu sudah menerangkan apa yang dibutuhkan untuk kedua pasangan ini.


__ADS_2