CINTA TANPA SPASI

CINTA TANPA SPASI
SALAH DUGA


__ADS_3

“Apa maksudmu?” tanya Ayya benar-benar kaget. Begitu pun Made Wayan dan Mukti karena mereka benar-benar mendengar jelas apa yang Carlo katakan.


Carlo menatap Ayya tajam. dia seakan malas menceritakan luka itu. Dia menarik napas dan meminum coke miliknya.


“Waktu itu aku datang ke Solo, ingin mengatur waktu pertemuan denganmu bersama Lukas. Saat aku sedang makan malam bersama Lukas di alun-alun, Lukas mendapat video yaitu dia sedang making love dengan kamu. Tentu saja Lukas kaget dia langsung menyangkal itu bukan dirinya. Tapi jelas video itu adalah dirinya dan kamu. Lukas memohon-mohon pada aku, minta maaf dan mengatakan itu bukan dia. Aku marah tapi aku juga nggak bisa bilang apa-apa karena di situ kamu dan dia sama-sama enjoy. Bukan Lukas memperkosa kamu atau apa pun. Aku bilang sama Lukas nggak apa-apa kalau kalian berhubungan karena Komang memang bukan pacar aku. Tapi Lukas jadi tak enak sendiri lalu malam itu kami tak jadi pergi ke mana-mana. Selesai makan kami langsung pulang ke hotel. Malamnya Lukas kejang dan panas tinggi lalu aku dan tim pemotretan langsung membawa dia ke rumah sakit dan sampai saat ini dia sering menjerit-njerit mengatakan bukan aku! Bukan aku dan seperti menyesal. Maka dari itu setiap hari aku mencari kamu untuk mencari kejelasan mengapa Lukas seperti itu.” jelas Carlo.


“Kalau Lukas saja bilang itu bukan aku, lalu mengapa aku harus ditanya? Jelas-jelas aku tidak pernah pergi ke mana pun dan selalu dengan Mas Mukti jadi kamu nggak perlu tanya aku,” balas Ayya. Dia masih kaget reaksi Lukas dengan adanya video itu.


“Aku mengkonfrontasi hanya demi Lukas. Bukan aku cemburu. Tidak. Aku sudah bilang kalau memang bukan jodohku aku tidak akan berbuat kotor. Aku hanya kasihan Lukas. Kasihan juga keluarganya karena keluarganya sering cari dia, karena dia tak pernah kirim kabar. Lukas itu sangat dekat dengan kerabatnya dengan mami papinya di Manado maupun adik-adiknya. Jadi ketika Lukas tak pernah memberi kabar tentu saja keluarganya sering bertanya. Itu sebabnya HP-nya aku matikan. Jadi keluarganya hanya menghubungi lewat aku. Aku bilang HP-nya Lukas hilang dan dia sedang sibuk.”

__ADS_1


“Lalu apa motivasi orang tersebut mengirim video itu untuk Lukas?” tanya Ayya.


“Aku juga nggak tahu apa motivasi orang yang mengirim video itu. Apakah ingin merusak reputasi Lukas yang saat ini mulai menanjak. Dia mulai membayangi karirku. Kalau orang yang tidak tahu persahabatan kami mungkin menduga akulah yang membuat video itu untuk menghancurkan karirnya Lukas. Aku dan Lukas bersahabat tak pernah memikirkan keuntungan pribadi seperti itu.”


“Di rumah sakit mana Lukas dirawat?” tanya Ayya.


“Apa kita mau ke sana sekarang habis makan saja?” tanya Carlo.


“Tapi nggak apa-apa ya aku pakai sopir. Soalnya Mas Mukti nggak akan kasih aku bawa mobil. Aku belum lancar menyetir,” ucap Ayya.

__ADS_1


“Iya nggak apa-apa. Aku mengerti,” kata Carlo.


Padahal Ayya sudah sangat lancar bawa mobil malah sudah punya SIM A sejak dia awal kuliah dulu. Cuma dia bilang sama Carlo dia belum lancar.


Rupanya Ayya tadi tidak menghubungi Mukti secara personal dia malah menghubungi grup keluarga Lukito sehingga semua mendengar percakapan Ayya dan Carlo.


“Apa ya motivasi orang yang kirim video itu?” tanya Ambar pada Angga.


“Iya kenapa dia kirim ke Lukas sehingga membuat anak itu menjadi stres?” jawab Angga yang juga belum menduga apa motif pengirim video.

__ADS_1


“Ternyata kita salah duga terhadap Carlo ya, ternyata niat Carlo mencari Ayya karena dia ingin mengobati sahabatnya,” ucap Ambar.


__ADS_2