
Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, yanktie mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.
"Sayang sabar ya, aku belum dapat pengacara terbaik untukmu. Aku ingin kamu dapat pengacara terbaik agar bisa terbebas dari tuntutan papa dan mas Sonny."
"Kalau hanya asal pengacara tentu mudah aku dapatkan. Tapi aku ingin kamu dapat yang terbaik," Pada kunjungan berikutnya Mukti memberitahu istrinya kalau dia sedang berupaya yang terbaik untuk mereka.
"Iya honey, aku percaya kamu koq," jawab Vio. Dia tak pernah mau mengeluh agar Mukti tak benci dirinya.
"Kamu sehat kan? Makanan enggak mengecewakan kan?" Selidik Mukti.
"Everything is oke honey. Namanya di lapas ya seperti ini. Dinikmati dulu aja. Aku yakin sebentar lagi suamiku tercinta bisa membebaskanku dan kita juga langsung akan urus itsbat kita."
"Benar sayank. Begitu kamu keluar aku akan bilang pada papa dan mamaku kalau aku memilih kamu. Dan kita urus pernikahan resmi kita." Mukti yakin bisa membuat Vio bebas.
Vio lalu kembali bercerita alasannya berlaku demikian.
"Tante Imelda cerita kalau dia juga benci banget ama papamu."
"Kenapa sayangku?"
"Tante Imelda bilang semua harta yang sekarang dikuasai papamu itu sebenarnya ada hak tante Imelda yang dikangkangi oleh papamu! Jatah eyang Menur yamg seharusnya semua jatuh ke tante Imelda diambil papamu. Itu alasan aku mau diajak kerjasama dengan tante Imelda."
"Tante Imelda mau mengambil harta hak milik tante Imelda yang papamu kuasai secara enggak sah. Dan aku ingin membalas sakit hati mamaku."
"Dengan trik yang bagus akhirnya tante Imelda bisa masukin aku ke perusahaan papamu yang dipegang oleh pak Sonny."
"Untuk memperlancar misi kami, aku mau berpura-pura menjadi pacar Sonny agar bisa duduk sebagai manager keuangan dan bisa lebih mudah menguasai perusahaan!"
"Kamu tahu kan sebenarnya aku tidak pernah cinta sama pak Sonny. Cintaku sejak SMA hanya kamu honey," Vio mengecup punggung tangan suaminya.
"Aku berhubungan dengan pak Sonny atas anjuran tante Imelda. Yaitu agar bisa cepat diangkat jadi manajer keuangan. Begitu jadi manajer keuangan akhirnya aku bisa menguasai perusahaan."
"Itu sih tujuanku dan tante Imelda. Sehabis keuangan kami kuasai. Kami akan pergi jauh. Maka sejak awal aku bilang aku tak akan bersama pak Sonny. Cintaku tak ada padanya. Cintaku hanya milikmu," rayu Vio.
\*\*\*
Mukti putus asa, pengacara Hartono Waluyojati SH atau pak Tonny tak mau membantu kasusnya Vio. ( Pengacara ini ada di novel UNCOMPLETED LOVE karya yanktie ino ya ).
__ADS_1
Hari ini akhirnya Mukti bisa berhasil mendapat pengacara yang cukup baik. Dia kembali mendatangi lapas agar bisa mempertemukan Vio dan pengacara untuk membuat surat kuasa atau mandat pada pengacara agar bisa membantu Vio.
Tanpa surat mandat pengacara tak boleh membantu seseorang dalam suatu permasalahan.
Mukti dan pengacara itu bicara lama. Jam bertemu pengacara memang berbeda dengan tamu biasa.
\*\*\*
"Aku sudah cukup lama di Jakarta. Aku pulang dulu ya sayangku. Aku harus bekerja karena banyak konsumen manca negara yang mencariku. Dua minggu lagi aku kembali."
"Iya honey. Walau aku sedih karena tak bisa tiap malam bicara denganmu lagi," Vio sedih tak bisa intens bicara dengan suaminya.
"Kalau pengacara sedang datang untuk berkonsultasi dengammu, minta kita ngobrol sebentar ya. Aku juga nanti akan bicara padanya agar kita bisa bicara tiap dia mendatangimu," Mukti menghibur istrinya tercinta.
\*\*\*
"Alhamdulillah Pakde. Kalau bertemu lagi sampaikan salamku padanya," ucap Komang.
"Pakde sudah berikan nomormu padanya. Semoga dia bisa bicara padamu," jawab Saino.
"Kemarin tak sengaja Saino bertemu dengan Wayan dan seperti biasa Wayan memberikan sedikit uang pada Saino guna diberikan pada Sukma.
Komang tak percaya papanya bahkan mau mengupayakan ibunya kembali ke tanah leluhurnya.
\*\*\*
Sudah dua kali Mukti bisa bicara sebentar dengan Vio saat pengacaranya datang mengunjungi. Setidaknya dia bisa melepas rindu walau hanya melalui suara istrinya. Suara yang sangat dia rindukan.
"Sabar ya sayangku. Empat hari lagi aku akan ke Jakarta," janji Mukti sebelum pembicaraan mereka diputus.
"Iya honey, aku sabar koq," jawab Vio.
"See you next day. I love you," ucap Mukti.
"Yes honey, i love you too."
\*\*\*
Pagi ini Mukti telah tiba di Jakarta. Dia ingin mengunjungi istrinya tercinta. Mukti tidak janjian dengan pengacara Vio karena semalam sudah ngobrol panjang lebar melalui telepon.
"Pagi sayangku. Bagaimana khabarmu?" Mukti melihat wajah Vio sudah makin cerah setelah ada bantuan dari pengacara.
__ADS_1
"Khabar baik honey. Kemarin pengacara bilang dia bisa mendapat data yang ditangan pak Sonny dan papamu. Ada seseorang yang punya jalur di kantor," jawab Vio.
"Siapa?"
"Aku enggak tahu. Tapi nanti dia akan bisa patahkan kalau aku enggak 100% bersalah. Jadi aku akan lebih ringan tuduhannya."
"Aku bahagia mendengarnya," Mukti menciumi jemari Vio dengan penuh cinta. Dia bahagia semua upayanya menolong istrinya bisa berhasil.
"Terima kasih honey. Kamu yang terbaik untukku," ucap Vio.
"Kamu tau, hanya kamu yang aku cinta." Ucap Mukti lagi.
"Apa pendapat papa dan eyang?" sebuah suara yang sangat familiar ditelinga Mukti dan Vio terdengar menyela pembicaraan mereka.
Suara itu membuat kedua orang itu menoleh ke arah sumber suara dengan kaget.
"Mas!" pekik Mukti tertahan.
"Yank!" sapa Vio berbarengan dengan suara Mukti.
Mukti dan Vio kaget Sonny sedang video call dengan Abu papanya Mukti dan eyang Airlangga.
"Kalian jelaskan saja pada papa dan eyang. Papa lihat sendiri kan? Ha ha ha ha lawanlah anakmu sendiri Pa!" Tanpa menunggu Mukti menjawab Sonny langsung mematikan ponselnya dan keluar ruangan itu.
"Bagaimana ini honey? Papa dan eyangmu tahu sebelum kita siap," ucap Vio ketakutan.
"Kamu tenang dulu ya. Aku akan berupaya. Kamu tak perlu takut. Aku akan akui hubungan kita. Tak mungkin papa mau mengorbankan istri dari anaknya."
"Kemarin dengan mas Sonny kan kamu baru calon menantu. Tapi statusmu denganku kan sudah resmi jadi menantunya."
"Kamu tenang aja. Semua akan baik-baik saja. Aku akan urus semuanya dulu. Jangan cemas ya. Sekarang aku pamit." Mukti mengecup kening istrinya.
\*\*\*
Mukti bergegas menuju rumah papanya di Jakarta. Selama ini dia tak pernah datang ke rumahnya bila mengunjungi Vio. Karena para pegawai di rumah bisa lapor pada kedua orang tuanya.
"Den Sonny enggak disini koq mas," jawab penjaga rumah.
__ADS_1
Mukti bingung kemana dia harus mencari Sonny.