CINTA TANPA SPASI

CINTA TANPA SPASI
ATTENSI MAMA JARAK JAUH


__ADS_3

Jangan lupa selalu tunggu update terbaru.  Jangan ditinggalkan sebelum end ya. Karena ditinggal sedang sayang-sayangnya itu menyakitkan. Lope-lope sekebon buat semua pembaca novel yanktie.


Selamat membaca cerita sederhana ini.


\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


“Aduh pakai dikirimin email lagi, aku pikir dia enggak ingat menyuruh aku buka email pakai laptop,” kata Ayya begitu menerima perintah dari Mukti melalui Mbok Darmi. Rupanya Mbok Darmi dikirimi pesan oleh Mukti.


Ayya  mendengar rekaman suara dari email yang dikirim Mukti setelah membaca pesan yang dikirim Mukti. Tanpa buang waktu Ayya pun langsung mengerjakan semua tanpa kesulitan. Mbok Darmi menyediakan keripik singkong dan segelas juice jambu sebagai teman kerja Ayya.


“Mbak, makan siang dulu,” mbok Darmi meminta Ayya menghentikan pekerjaannya dan makan siang.


“Iya Mbok, ini lagi tanggung. Sebentar lagi aku makan siang,” jawab Ayya.


“Mbok masak apa?”


“Tadi cuma bikin sayur sop sama tempe goreng aja dan ada ikan balado,” jawab mbok Darmi.


“Wah asyik itu, sebentar ya Mbok. Aku selesain kerjaan dari Mas Mukti dulu. Habis itu aku langsung makan,” janji Ayya.


“Iya Mbak, tadi ibu juga pesan obatnya jangan lupa diminum.”


“Mama telepon? Kok aku enggak dikasih tahu ?” protes Ayya.

__ADS_1


“Mbaknya tadi pas lagi di kamar mandi, jadi Mbok enggak kasih tahu. Kata nya ibu hubungi teleponnya Mbak enggak bisa nyambung-nyambung. Terus mas Mukti ditelepon bilang lagi meeting jadinya enggak bisa bicara.” Mbok Darmi menjelaskan kalau tadi dia sudah mencari Ayya.


“Oh yo wes. Mama bilang apa lagi?” tanya Ayya.


“Ya itu, cuma bilang jangan lupa minum obat, terus kalau kesusahan olesin krimnya suruh minta bantuan Mbok.”


“Aku bisa kok Mbok ngolesin krimnya. Aku lihat di kaca gampang,” jawab Ayya.


“Ibu juga bilang enggak boleh pakai baju yang ketat biar kulitnya enggak nempel di kain.”


“Enggak Mbok, krimnya itu sudah bikin dia enggak akan nempel sama badan.”


“Oh ya sudah. Terus katanya ibu Mbak disuruh ke dokter yang Mas Mukti bilang besok pagi.” mbok Darmi melanjutkan semua pesan bu Ambar yang tadi dipesankan buat Ayya.


“Enggak sih Mbak. Dulu sama Mbak Vio ibu enggak suka kasih perhatian tuh. Padahal Mbak Vio kan sudah tunangan sama Mas Sonny.”


“Sejak awal ibu enggak suka. Ngobrol aja enggak pernah. Paling nanya terus jawabnya sepotong-sepotong, sejak tunangan juga baru satu kali sih ke sini. Sebelumnya enggak pernah,” mbok Darmi mengungkap sosok tunangan Sonny yang tak dikenal bu Ambar. Bahkan sudah tunangan saja hanya 1x ke rumah calon mertua. Padahal ke Bali juga tujuannya bukan bertemu Sonny. Dia bilang mau bikin kejutan pada Sonny. Padahaal janjian dengan Mukti suami sirinya.


“Kalau sama mbak Adel ibu lumayan dekat, tapi ya enggak sedekat kayak ke Mbak. Kayanya beda, ke adiknya bapak juga enggak seperti itu. Ke Tante Imelda ibu enggak suka. Tapi kalau ke tante Laksmi ibu suka. Masih sering ngobrol dan makan bareng. Ibu suka juga belanjain anak-anaknya tante Laksmi, “ Mbok Darmi membuka sedikit rahasia keluarga Ambar.


“Mas Sonny itu udah tunangan lama Mbok?”


“Enggak sih, Mas Sonny kan enggak pacaran, tiba-tiba tunangan terus langsung putus yang ribut kemarin. Tunangan karena ibu di desak eyang Menur.”

__ADS_1


“Oh iya ya, aku ingat mas Mukti pernah cerita soal tunangan itu.”


“Kalau papa orangnya gimana Mbok?”


“Pak Abu orangnya sebenarnya periang, tapi dia jaga gengsi kalau di depan orang-orang. Tapi kalau di depan keluarga dia sangat hangat. Yang Mbok dengar kalau di kantor kata orang-orang dia galak, diam dan tak banyak bicara, kalau di keluarga mah dia sangat baik, sangat perhatian.”


“Semua perhatian ya Mbok, Mas Sonny, Mas Mukti Aksa, eyang Angga, semuanya baik. Bahkan eyang Soetiono juga baik.”


“Mbak sudah ketemu eyang Soetiono?”


“Iya kemarin di lamarannya mas Sonny kan ketemu sama eyang Soetiono.”


“Nah semua sifat eyang Soetiono itu menurun ke ibu Ambar. Eyang Soetiono lembut, baik hati pada semua orang, penolong semua orang, ibu Ambar persis papanya.”


“Kalau Pak Abu itu sangat mirip dengan eyang Angga, cuma kalau eyang Angga kan di depan semua orang tetap biasa, mau ngobrol. Kalau Pak Abu enggak. Hanya di keluarga aja dia mau ngobrol. Kalau di luar pak Abu tidak suka ngobrol dengan siapa pun. Semua karyawan Villa maupun karyawan kantornya tahu bagaimana wataknya Pak Abu.”


Ayya jadi ingat awal bertemu papa Abu dia juga takut mendekatinya karena terkesan kaku dan tak banyak bicara.


\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


Biar bisa lihat promo novel yanktie, add FB dan IG yanktie yaaaa, semua nama sama dengan napen koq.


Sambil menunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel karya yanktie yang lain dengan judul CINTA KECILNYA MAZ yok.

__ADS_1



__ADS_2