CINTA TANPA SPASI

CINTA TANPA SPASI
FAKTA DARI FERRY UNTUK AMBAR


__ADS_3

DARI SEDAYU ~ JOGJAKARTA, yanktie mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.


JANGAN LUPA SUBSCRIBE YAAA.



Ambar pulang sore diantar oleh Abu hingga bandara. Abu belum bisa kembali ke Solo hari ini karena pekerjaannya belum selesai.



“Hati-hati ya Bee,” kata Abu pada istrinya.



“Kamu kalau sempat coba dampingi Mukti terus. Kasihan dia sendirian saat seperti ini. Aku yakin dia galau begitu melihat ayah dan kakeknya Tadi suaranya aku dengar suaranya tercekat terbata-bata pasti ada suatu rasa yang dia tidak bisa ungkap,” seperti biasa sifat welas asih Ambar tak bisa ditutupi. Dia kasihan Mukti yang sedang galau, tapi kasihan eyang Angga dan Aksa.



 ”Ya aku akan upayakan,” jawab Abu agar istrinya tenang.



 Ambar dan Abu makin lengket saja karena tadi Abu minta waktu pada Ferry untuk bicara bertiga dengan Ambar.



 Kita flashback tadi ya waktu Abu minta waktu pada Ferry. Abu tak menyangka akan bertemu dengan Ferry dan ada Ambar.


__ADS_1


“Mas Ferry, ingat enggak waktu itu cerita tentang Witri bawa saya tidur?”



“Oh inget Pak Abu. Kenapa?” tanya Ferry.



“Mumpung ada istri saya nanti kita ngobrol bertiga ya, biar dia percaya. Karena setahu dia saat itu kami maksudnya saya dan Witri itu tempat making love,” Abu meminta waktu pada Ferry bicara bertiga.



“Wah siap, siap,” kata Ferry.



“Saya pasti siap mengatakan kebenaran,” lanjut Ferry lagi.




“Bee aku pernah janji sama kamu kan, mau menemukan kamu dan Ferry. Ini Ferry kamu bisa tanya soal malam itu aku dan Witri ngapain,” Abu menjelaskan mengapa mereka bicara bertiga pada Ambar.



“Sudahlah mas kita enggak usah ungkit soal itu,” jawab Ambar.


__ADS_1


“Enggak bisa, aku masih ke ganjal dengan tuduhan yang di bikin eyang Menur. kita harus tuntaskan agar ke depannya hubungan kita makin baik,”



“Betul Bu, saya saksi. Saya dan dua teman saya saksinya bahwa malam itu sejak pak Abu membawa Witri dia minum air yang telah disiapkan. Habis itu dia tak sadar. Saya dan dua teman saya yang membuka pakaiannya, bahkan maaf sekali lagi maaf itu masa kelam saya. Saat itu saya dan Witri melakukan seng-gama saja pak Abu tidak bangun. Benar-benar tidak terganggu dengan kegiatan kami di sebelahnya. Jadi saya benar-benar berani bersaksi bahwa memang malam itu pak Abu tak melakukan apa pun pada Witri.”



“Andai,” kata Ambar.



“Andai saat ini kamu tahu suatu kebenaran. Andai saat ini kamu tahu ternyata anak yang dikandung Witri itu masih ada. Apa pendapatmu?” tanya Ambar yang tak disangka-sangka oleh Abu.



“Saya tak tahu apa maksud Witri mengatakan bahwa anak itu sudah tidak ada karena dia sudah membunuh anak saya. Maka saya pun marah dan pergi dari dia,” kata Ferry.



“Andai anak itu masih ada. Tentu saya akan rengkuh dia walau kalau sekarang pasti akan ada konflik dengan istri saya yang tidak pernah tahu kalau saya punya anak. Tapi sebelum menikah istri saya tahu ada seorang perempuan yang pernah saya homili dan saya benci karena telah membunuh anak saya.”



“Saat itu saya mengatakan hal itu pada calon istri karena tak ingin bila dia hamil, lalau dia menggugurkan kandungannya. Dan ada teman saya yang pernah dua kali melihat Witri sedang hamil besar. Jadi kalau suatu saat anak itu benaran ada saya akan katakan pada istri saya ternyata selama ini saya dibohongi dan anak itu ada. Kami tak akan keberatan mengakuinya,” kata Ferry.



Abu dan Ambar hanya berpandangan dan tersenyum kecil, ternyata selama ini Ferry telah jujur pada calon istrinya sebelum mereka menikah. Setelah itu mereka berpisah karena Abu harus mengantarkan Ambar ke bandara flashback-nya off ya.

__ADS_1


Sambil menunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel karya yanktie yang lain dengan judul THE BLESSING OF PICKPOCKETING yok



__ADS_2