
Dengan kekuatan sebagai pemilik rumah sakit Adelia menghubungi rumah sakit Harmoni di Solo. Dari direktur rumah sakit Harmoni Adelia mendapat hubungan langsung ke dokter yang menangani Mukti
Tentu saja saat menghubungi dokter rumah sakit itu Adelia menyebutkan jati dirinya bahwa dia adalah kakak ipar Mukti dan pemilik rumah sakit di Jogja sehingga direktur rumah sakit Harmoni memberi akses untuk Adelia memantau secara personal bagaimana kesehatan Mukti.
“Terima kasih kerjasamanya mungkin besok pagi saya akan bertanya lagi bagaimana perkembangannya. Saya akan pantau setiap 12 jam sekali,” kata Adelia.
“Baik Bu Dokter. Kami juga mengerti. Akan kami laporkan via email bila Ibu belum menghubungi kami. Mohon tinggalkan alamat email pribadi Ibu saja agar kami tidak mengirim email lewat email rumah sakit,” kata dokter yang menangani Mukti.
Adelia langsung mengirim emailnya untuk hubungan dengan rumah sakit Harmoni Solo.
“Jadi soal Carlo belum ada kabar lanjutan?” tanya Sonny.
“Data yang dibuat Carlo silakan Abang lihat saja sendiri di email. Kalau Arjun malah tak terlihat sama sekali. Dia sepertinya takut untuk mendekati Komang Ayu karena ia sangat mencintai Komang Ayu. Justru karena saking cintanya dia tak mau Komang Ayu terluka oleh ibunya. Jadi cintanya Arjun itu sangat tulus.”
Arjun berprinsip kalau pun dia nanti dapat menikah dari dengan Komang Ayu dia ingin sama-sama suka dan ibunya juga menerima dengan tulus hati bukan dengan paksaan. Karena kalau dengan paksaan dan ibunya belum menerima itu artinya dia menyakiti Komang Ayu. Arjun tak ingin itu terjadi.”
__ADS_1
“Tinggal Carlo yang sedang terus kami selidiki karena beberapa kali kami lihat dia berbicara di cafe itu.”
“Oke saya tunggu hasilnya. Kita tunggu juga data dari pemilik cafe siapa pengatur skenario kejadiannya Mukti.
“Belum ada perkembangan signifikan?” tanya Adelia pada dokter yang menangani Mukti melalui telepon.
“Belum Bu,” jawab dokter tersebut.
“Ini sudah hari ke-5 loh. Seharusnya kalian sudah bisa dapetin pencetusnya. Kasih psikolog terbaik dari rumah sakit kalian lah agar bisa segera tuntas.”
“Baik Bu akan kami atur agar psikolognya ditukar. Padahal ini juga sudah yang terbaik tapi memang tidak bisa mengorek apa pun dari pak Mukti. Karena beliau benar-benar tertutup. Tak mau bicara apa pun Dok.”
“Dia memang tak bisa dipancing. Waktu dia sakit kemarin mama bisa pancing tapi yang sekarang mama juga sakit hati pada dia dan dia juga seperti itu. Sepertinya kuncinya hanya di maafnya Ayu. Paling tidak walaupun mereka tidak berjodoh dia mendapatkan maaf dari Ayu. Itu saja sih,” kata Sonny.
“Aku tetap nggak ingin dia nggak berjodoh sama Ayu. Tetapi memang pintu maafnya Ayu itu sulit dibuka. Karena jelas dia sudah mengetahui Mukti berhubungan dengan perempuan lain.”
__ADS_1
“Tapi berhubungannya kan bukan kesadaran dia. Bukan kemauan dia,” kata Sonny membuka fakta tentang kelakuan Mukti kemarin.
“Apa pun alasannya, tetap sakit buat perempuan. Kecuali saat pulang dari dijebak Mukti langsung cerita pada Ayu atau saat ditelepon dia langsung bicara dengan Ayu mengatakan bahwa dia bukan di pameran dan sebagainya. Karena sudah terjadi kebohongan itu, Ayu sudah patah arang. Sulit Mas. Kita mau bicara apa pun itu sulit. Aku tahu maksud Mukti berbohong itu karena dia ingin menyelesaikan masalahnya. Tapi kan akhirnya seperti ini.” ucap Adelia lagi.
“Ya kan Mukti juga nggak tahu kalau akhirnya seperti ini. Sekarang kita tidak usah bertentangan soal ini. Sekarang bagaimana kita mengatasi agar Mukti bisa kembali sembuh saja,” ucap Sonny.
“Aku rasa kalau untuk kondisi tubuhnya dia udah bisa pulang kok Mas. Kalau mau dibawa pulang, bawa saja. Cuma kejiwaannya yang belum. Percuma juga dia dikasih psikolog terkenal atau terbaik juga tetap tidak bisa buka mulutnya. Jadi kalau mau dibawa pulang silakan. Tetapi aku yakin dibawa pulang pun dia akan sering melihat sosok Ayu di segala sudut rumah. Terlebih kamar mereka bersebelahan. Nanti dia ke dapur dia akan lihat Ayu, ngelihat masakan dia akan lihat Ayu dan itu akan semakin sulit.”
“Coba nanti aku bilang sama mama bagaimana baiknya,” ujar Sonny.
“Biar aku saja yang bicara sama mama. Karena ini berkaitan dengan perawatan Mukti di rumah. Atau kita bicara saja di grup ada mama papa juga kita berdua biar kita bahas rame-rame. Pokoknya yang penting di situ tidak ada Mukti,” usul Adelia.
“Ya aku rasa begitu saja kita bahas di grup agar semuanya jelas. Percuma juga dia dirawat di rumah sakit kalau tidak ada perubahan. Paling dikasih obat penenang dan vitamin saja karena tubuhnya semuanya sehat yang tidak sehat adalah jiwanya.”
“Waktu di Bali saja dia kan langsung sembuh begitu berkomunikasi sama Ayu. Aku cuma kasih dia vitamin, suplemen dan penurun panas dosis tinggi. Tidak ada obat lain. Kuncinya kan cuma di komunikasi dengan Ayu saja. Dia bisa langsung sembuh kok tidak pakai skin to skin dan segala macamnya,” kata Adelia.
__ADS_1
“Sekarang kita mau cari Ayu ke mana? Bahkan di rumah papanya Ayu sudah di tongkrongin sama anak buahnya Mukti. Nggak ada orang datang ke sana sama sekali. Di rumah ibunya Ayu di Banyuwangi juga nggak pernah ada yang datang. Mukti juga lupa bahwa di sana ada keluarganya ibunya Ayu. Tapi begitu aku suruh orang ke sana, mereka laporan nggak ada yang ke sana. Di Surabaya juga sama. Ayu nggak punya saudara Surabaya sama sekali tapi aku minta orang mengawasi.”
“Aku sudah tanya penjual tiket untuk mencari nama Ayu apabila ada dalam sebuah penerbangan, tapi nggak ada. Kalau tiket bus kan enggak pakai nama jadi susah kita lacaknya. Tapi kalau untuk penerbangan dia enggak ada sama sekali,” ucap Sonny.