CINTA TANPA SPASI

CINTA TANPA SPASI
HARUS MENCARI JALAN


__ADS_3

Jangan lupa selalu tunggu update terbaru.  Jangan ditinggalkan sebelum end ya. Karena ditinggal sedang sayang-sayangnya itu menyakitkan. Lope-lope sekebon buat semua pembaca novel yanktie.


Selamat membaca cerita sederhana ini.



“Kamu suka kan mau dijodohin sama papamu sama lelaki bule?” omel Mukti.



“Siapa yang suka? Lagian kalau aku suka juga enggak apa-apa yang penting Papa happy,” jawab Ayya.



Mukti langsung diam tak mau bicara lagi. Melihat Mukti diam Ayya langsung membereskan tempat makannya, mencucinya dan memasukkannya lagi ke ransel laptopnya. Karena itu adalah barang dari rumah tak akan ditinggal di galeri.



\*‘Aku harus mencari jalan agar pak Wayan jangan pernah menjodoh-jodohkan Ayya lagi,’ \*batin Mukti sambil berlalu ke cafe.



“Mbak Sita, berkas yang mau dikerjakan buat Pak Rudolf yang mana?” tanya Komang Ayu pada Sita setelah dia membereskan alat makan miliknya juga meletakkan ransel di kamarnya di galeri. Dia hanya membawa laptop saja ke ruang tengah galeri, di meja kerja Sita.



“Yang perlu kita kerjakan paling izin ekspor itu deh, tapi tunggu list dari Bu Chintya.Tadi dia masih mau nambah item dan juga quantity.”



“Izin ekspor biasanya bagaimana mbak?” tanyu Komang Ayu yang memang belum pernah membuatnya.



Sita langsung menerangkan prosedur izin ekspor buat bahan kayu olahan. Walaupun sudah berupa kayu olahan, sudah berupa souvenir atau patung karena berasal dari kayu itu tetap membutuhkan surat karantina.



“Jadi di packingnya belakangan Mbak? Kita bawa ke sana sebelum di packing?”


__ADS_1


“Ya enggak sih. Enggak di packing belakangan tapi di packing setengah jadi, belum di rapatkan. Setelah diperiksa oleh petugas karantina nanti tinggal finishing tutupnya saja. Packing awal tetap biasa,” jelas Sita. Komang Ayu memperhatikan semua pelajaran yang diberikan Sita. Dia belajar dengan cepat.



“Jadi nunggu draft pemesanan dan barangnya sudah disiapin baru isi form lalu berangkat ke balai karantina Mbak?”



“Benar, cek list pemesanan, cek list barang, kalau bagian packing juga sudah siap tinggal bikin surat karantina aja sih. Kalau yang saat ini listnya yang belum ada dari Bu Cynthia.”



“Listnya harus sama dengan jumlah barang, nanti berbahaya di surat karantinanya kalau berbeda jumlah barang. Invoice pembelian juga enggak boleh terlupa.”



”Di invoice pembelian kalau ada bonus harus ditulis bonus, karena nanti jumlah barang yang dibeli plus barang yang real akan berbeda bila ada bonus. Itu nanti jadi permasalahan. Jadi misalnya kita tulis barang yang dibeli 5 ternyata barang yang di packing 7 itu akan bermasalah bila tidak kita sebut bahwa yang 2 adalah bonus.”



“Oh begitu Mbak. Jadi harus dituliskan bonus tidak bisa sembarangan ditaruh aja dalam kotak?”




“Oke saya mengerti,” kata Komang Ayu.



“Jadi rencananya Mukti dan Ayu akan datang ke sini kapan?” tanya Airlangga pada Ambar menantunya.



“Kemarin aku sudah bilang pada Ayu, Pa. Aku minta dia datang lebih dulu daripada Mukti. Tapi Ayu bilang Mukti enggak kasih izin karena Mukti lagi produksi buat pameran di Solo dan juga Mukti sedang sibuk banyak tamu dari luar negeri sehingga Ayu tak bisa ke sini duluan,” jelas Ambar.



“Yang enggak bisa ke sini duluan kan Mukti bukan Ayu. Kenapa sekarang Mukti jadi manja seperti itu? Sejak dulu enggak ada Ayu kan dia biasa sendirian,” gerutu Angga.


__ADS_1


“Wah untuk itu aku belum tahu Pa, yang aku tahu sih seperti itu. Ayu sudah minta izin tetapi Mukti memberi alasannya seperti itu. Ayu hanya mengatakan apa yang Mukti bilang ke dia.”



“Padahal aku masih punya banyak planning buat jebak Mukti,” kata Angga dengan gemas.



“Papa nih enggak bosen-bosan ngerjain Mukti,” kata Ambar.



“Mumpung partner ku mau,” kata Angga.



“Aksa mana mungkin enggak mau kalau ngerjain Mukti? Dia kan memang paling usil dan jahil,” Ambar tahu papa mertuanya dan Aksa memang punya misi khusus sejak kedatangan Ayu.



“Justru itulah, aku suka, aku pokoknya paling suka godain mereka itu,” kata Angga sambil tersenyum jahil.



Angga ini memang paling senang berkolaborasi dengan para cucu. Dulu dia pernah mengatur siasat dengan Sonny saat Sonny mengejar Adelia. Sonny pura-pura habis dari luar saat Adelia keluar dari villa. Mereka berpapasan di pintu masuk villa.



Sebenarnya Sonny keluar dari villa melalui pintu belakang. Lalu berpapasan dengan Adelia yang mau keluar villa. Karena mereka berpapasan maka ada alasan Sonny bisa menemani Adelia jalan bareng. Atau pernah juga Sonny sudah di toko permen coklat lebih dulu daripada Aksa dan Adelia itu semua karena info dari Angga.



Sekarang Angga sedang bermain dengan Aksa untuk ngerjain Mukti karena Sonny tak bisa diajak kerjasama. Sonny sedang sibuk dengan proyek pernikahannya.



Kalau Ayu datang lebih dulu ke Solo rencana Aksa dan Angga akan berjalan mulus, tapi kalau Mukti dan Ayu datangnya langsung ke Jakarta maka usaha Aksa dan Angga harus ganti ke plan B. itu mengapa Angga sedang meminta Ambar buat menghubungi Mukti agar Ayu boleh berangkat duluan.


Biar bisa lihat promo novel yanktie, add FB dan IG yanktie yaaaa, semua nama sama dengan napen koq.


Sambil menunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel karya yanktie yang lain dengan judul THE BLESSING OF PICKPOCKETING yok.

__ADS_1



__ADS_2