
“Sebenarnya saya tak mau bicara kasar seperti ini. Sebenarnya saya malu bicara kasar seperti ini. Tetapi kalau tidak saya rinci sedemikian rupa, semua menganggap saya lemah, saya salah.”
“Tidak!”
“Semua orang harus tahu saya tidak bersalah sama sekali dan saya tidak lemah. Ibu dan Bapak mohon maaf. Apa masih ada yang perlu dibicarakan dengan saya? Kalau tidak saya ingin kembali ke tempat tidur. Mungkin Bapak dan Ibu bisa pegang lengan saya. Saya masih demam. Itu semua karena perempuan cantik yang sekolah di luar negeri yang bernama Sekar!” ejek Ayya.
“Baik Bapak dan Ibu karena semua tidak ada yang menjawab, saya pamit.” tak menunggu jawaban Ayya langsung masuk ke dalam. Mukti, Wayan dan Made baru tahu bagaimana smart dan garangnya Komang Ayu yang biasa terlihat sangat lembut dan tak tahu apa-apa.
“Pak Mukti, itu sudah jelas kan bahwa semua ada di tangan Bapak,” kata papinya Sekar. dia sekarang ingin mengajuk hati Mukti.
__ADS_1
“Benar. Sejak tadi sudah saya katakan kan, kalau yang melaporkan adalah atas nama saya. TapiBapak minta ingin bertemu dengan calon istri saya yang hanya anak desa dan hanya sekolah sampai SMA, tapi dia lebih pintar dari saya danPak Made yang sama-sama sekolah di Paris. Saya dan Made itu tamatan luar negeri produk sangat lama. Beda dibanding anak Bapak yang fres graduate, berarti ilmunya lebih tinggi karena sesuai perkembangan zaman. Tapi ternyata akalnya nggak ada sama sekali.”
“Seperti yang tadi calon istri saya katakan, semua orang di Bali sudah tahu kok motivasi Lingga mengejar saya, bukan karena cinta saya tapi karena harta saya. Prinsip hidup Lingga seperti itu. dia sering mabukPak, Bu. Mungkin Ibu dan Bapak tidak tahu. Itu yang selalu dia katakan berkali-kali pada semua orang bahwa dia hanya butuh harta saya dan nama besar saya. Bagaimana mungkin saya mau mencintai dia dan menjadikan dia sebagai ratu rumah tangga saya? Bahkan menjamah tubuhnya aja saya tidak mau karena saya yakin saat mabuk dia mungkin melayani siapa pun. Bapak dan Ibu bisa tanya teman-teman mabuknya, karena kebetulan kami bertiga ini sama sekali tak ada yang suka minum,” kata Mukti.
Tentu saja ajik dan biyangnya Lingga kaget.
“Sebenarnya dalam kasus tadi malam kalau Lingga mau mencegah Sekar melakukan itu, dia tidak akan terlibat kasus hukum. Tapi karena dia membiarkan Sekar bertindak diluar kontrol, maka dia dianggap berkomplot. Itu yang membuat dia terseret kasus ini.”
“Kebodohannya dia di situ. Membiarkan Sekar berbuat semena-mena terhadap orang yang tak bersalah!”
__ADS_1
“Saya ingin tanya apa Bapak dan Ibu mau kalau pasangannya yang tidak salah disakiti oleh orang lain? Pasti tidak mau kan? Seperti tadi calon istri saya bilang Bapak dan Ibu semuanya pintar jadi pasti tahu siapa pun tak mau pasangannya disakiti orang lain.”
“Saya lebih tidak mau lagi kalau istri saya diinjak-injak seperti itu. Dia tidak bersalah. Dia menyapa Lingga terlebih dulu. Yang bersalah saya. Kenapa calon istri saya yang jadi korban? Anak TK juga tahu Pak kalau dicubit balas yang ke nyubit. Kenapa Sekar balas nyubit ke Komang Ayu? Kenapa bukan ke saya? Kalau tadi malam saya tidak ditahan oleh dia, saya sudah hajar Sekar saat saya melihat kekasih saya tersakiti Pak. Untungnya saya diperingatkan oleh dia untuk tidak langsung membalas perlakuan Sekar, sehingga saya langsung berlari ke ruang manajer cafe untuk melihat apa yang terjadi.”
“Saya yakin Bapak dan Ibu tak akan membela Sekar mati-matian kalau sudah lihat CCTV-nya. Sayang saya belum punya copy rekamannya. Tapi ada di polisi juga ada di pengacara saya.”
“Dalam CCTV terlihat Sekar sudah bayar lebih dulu dari saya. Dia sudah memegang satu mangkuk besar Pak, mangkok family size, bukan satu mangkok big size personal. Lingga sudah duduk menunggu, tapi Sekar tetap berdiri menunggu sampai Komang Ayu lewat.”
“Dalam CCTV terlihat gerak tangan Sekar membalikkan mangkok itu ke dad4 Komang Ayu juga jelas. Bukan karena faktor tak sengaja seperti yang dia ucapkan berkali-kali bahwa dia tak sengaja.”
__ADS_1