CINTA TANPA SPASI

CINTA TANPA SPASI
KAMU BUKAN TUNANGANKU ATAU SUAMIKU


__ADS_3

“Halo, kamu sudah lama?” tanya Ayya waktu bersalaman dengan Carlo.


“Belum sampai 5 menit. Aku baru saja mau tanya sama kamu sudah samapai mana. Aku baru saja pegang ponsel,” jawab Carlo sambil tersenyum manis.


“Maaf tadi aku kena sedikit macet,” jawab Ayya sambil memandang sekitar resto. dia melihat Made sudah duduk manis dan sedang memesan makanan. Juga dua bodyguard wanita yang duduk di depan dirinya. Ayya langsung membuat panggilan telepon dan meletakkan teleponnya di meja dengan posisi terbalik.


“Kamu mau pesan apa?” tanya Carlo


“Aku lasagna saja,” kata Ayya.


“Minumnya aku minta jus jeruk,” ucap Ayya.


“Oke,” ucap Carlo. Untuk dirinya Carlo memesan pizza smalll size, garlic bread dan coke no ice.


“Eh aku tambah salad deh,” susul Ayya.


“Kamu koq nggak bareng Lukas? kan semalam eh kemarin kamu sudah janjiakan datang bersama dia,” protes Ayya.

__ADS_1


“Aku bersama dia kok. Tenang saja. Yang penting kita makan dulu baru bercerita ya,” ujar Carlo.


“Kenapa harus makan dulu, sudah sambil cerita saja. Aku takut belum selesai cerita aku harus pulang. Karena waktu aku cuma sedikit,” kata Ayya. dia tak mau membuang waktu tentunya.


Saat itu Mukti dan Wayan datang.  Carlo mereka melihat mereka. Tentu saja Made, Wayan dan Mukti menggunakan bahasa Inggris karena mereka bukan orang Indonesia. Mereka dari tiga negara yang berbeda.


“Jadi bagaimana khabar Lukas? Aku selama di Solo ini janjian sama Lukas. Tapi maaf aku super sibuk. Waktu mau janjian aku ke Jogja, habis itu aku lupa. Pameran ini benar-benar super sibuk. Aku pikir dia punya waktu dan mau menghubungi aku sehingga bisa ketemuan di ruang pamer, ternyata sampai pameran selesai dia tak pernah menghubungi aku lagi,” Ayya mulai memancing.


“Waktu itu karena aku sedang sibuk aku ganti nomor. Biar nggak keganggu. Jadi hanya keluargaku saja yang bisa hubungi aku. Waktu itu aku memang benar-benar sibuk di pameran. Jadi kalau aku pakai nomor lamaku aku jadi keganggu kerjaannya,” kata Ayya menceritakan mengapa dia ganti nomor.


“Ya aku memang mencari kamu karena ada persoalan penting antara aku, kamu dan Lukas,” jawab Carlo.


“Kalau ada persoalan penting antara kita bertiga. Kenapa saat ini Lukas nggak ikut datang?” tanya Ayya.


“Nanti aku akan beritahu mengapa Lukas tidak datang. Aku cuma mau tanya selama kamu di Solo apa yang kamu kerjakan?” Carlo malah bertanya pada Ayya.


“Apa hak kamu tanya-tanya seperti itu? Bahkan Mas Mukti saja tunangan aku nggak pernah tanya apa pun soal kegiatan aku,” jawab Ayya dengan intonasi seakan tersinggung. Sesungguhnya saat itu Mukti yang tersinggung mendengar Carlo menanyakan apa saja kegiatan tunangannya.

__ADS_1


“Tapi kalau kamu perlu tahu ya aku kasih tahu lah. Sepanjang hari aku ada di sebelahnya Mas Mukti. Nggak pernah bergeser satu meter pun. Kamu tahu bagaimana bucinnya Mas Mukti sama aku. dan aku pernah pergi satu kali di luar Mas Mukti yaitu dengan Sri. Kamu tahu sahabat aku Sri dari Jakarta. Kami ke pasar Klewer. Cuma sebentar kok. Belanja keperluan aku dan Mas Mukti. Tentu inti semua kegiatanku berkaitan dengan Mas Mukti. Memang ada apa sih?” tanya Ayya.


“Kamu beneran nggak pernah keluar satu kali pun selain dengan Mas Mukti mu itu? dan kamu beneran nggak pernah ketemu Lukas sama sekali?” selidik Carlo.


“Ya aku nggak perlu cerita dong aku ketemu Lukas atau enggak. Memangnya apa hak kamu. Kalau pun aku punya hubungan tertentu sama Lukas kamu juga nggak boleh marah. Mas Mukti saja nggak marah kalau aku pergi sama Lukas,” kata Ayya memancing Carlo.


Ayya lupa bahwa video itu adalah tentang dia dan Lukas jadi Ayya memang harus menggiring Carlo ke arah Lukas bukan menghindarinya seperti tadi. Tadi di awal dia sudah salah bilang tak pernah pergi selain dengan Mukti dan Sri.


“Apa benar kamu ada hubungan tertentu dengan Lukas?” tanya Carlo penasaran. Ayya tak segera menjawab, dia menuap kembali lasagna miliknya.


“Sudahlah lebih baik aku pulang karena itu bukan urusanmu. Kalau kamu mau bicara tentang Lukas ya bicarain saja sama Lukas. Jangan dengan aku. Hubungan aku itu dengan Mas Mukti. Jadi kamu nggak perlu mancing-pancing hubungan aku dengan Lukas,” kata Ayya seakan ingin segera pamit.


“Tunggu … tunggu. Kamu sabar. Aku benar-benar ingin tahu kedekatanmu dengan Lukas,” ucap Carlo bersungguh-sungguh.


“Alasanmu apa? Kamu bukan pacar aku. Bukan tunangan aku, bukan suami aku,” jawab Ayya.


“Karena sekarang Lukas gila!” jawab Carlo lirih tapi jelas terdengar oleh Ayya.

__ADS_1


__ADS_2