
Saat makanan sudah habis Ayya mulai merasakan sesuatu ketika minum lemon tea miliknya.
“Mas, bilang mereka suruh bergerak sekarang. Aku sudah mulai merasa tak enak sehabis minum,” kata Ayya.
“Sama! Mas juga mulai merasa tak enak ketika habis minum,” ucap Mukti.
“Help me please. Aku akan tepar!” Mukti langsung mengambil teleponnya menghubungi Abu, Ambar dan Sonny dalam group Lukito. Mukti langsung melaporkan kondisinya juga meminta bodyguard-nya Abu untuk bergerak menangkap orang tersebut.
“Tolong aku Pa!” pinta Mukti sebelum dia tak ingat apa pun juga. Abu menurunkan 10 orang body guard. 4 orang perempuan khusus menjaga atau menggendong Ayya. Yang datang pertama tadi hanya tiga orang, Mukti tak tahu kalau yang lain siap di area parkir.
__ADS_1
Ayya dan Mukti memang pingsan tak sadarkan diri dan langsung dibawa pulang. Body guard Abu menangkap orang yang sudah akan mengangkat Ayya. Orang tersebut langsung digelandang oleh anak buah Abu.
Manajer resto diminta untuk segera memberi rekaman CCTV saat itu juga. Manager resto menghiba-hiba mengatakan tak tahu masalah itu. Dia takut disalahkan oleh Abu.
“Nona Komang dan Mas Mukti pingsan Pak,” Abu kalang kabut mendengar bodyguard-nya lapor bahwa Ayya dan Mukti pingsan.
“Langsung bawa ke rumah saya. Dokter akan segera meluncur juga.” perintah Abu.
“Untung Ayu cepat tanggap kalau tidak kita bisa kecolongan lagi Pa,” kata Adelia saat itu dia dikabari oleh Ambar mengenai kejadian yang menimpa Ayu dan Mukti. Sonny sedang meeting jadi tak bisa dihubungi.
__ADS_1
“Nanti aku kasih tahu sama mas Sonny. kemarin juga mas Sonny sudah menyuruh dua orang untuk mengikuti mahasiswa yang kuliah di Jogja sini Pa. Jadi nanti Ayu dan Mukti tak perlu ke Jogja untuk menyelidiki mereka. Biar anak buah mas Sonny saja. Tinggal Ayu dan Mukti mengurus masalah Carlo dan Lukas saja,” ucap Adelia sambil mengusap perutnya. Babynya menendang pelan.
“Ya nanti semoga mereka nggak apa-apa. Ini mereka sedang dalam perjalanan pulang,” kata Ambar pada Adelia.
Wayan dan Made yang sedang berada di lokasi pameran segera dihubungi oleh Ambar untuk segera pulang. Wayan dan Made tak percaya Ayu dan Mukti kembali terkena jebakan seperti itu.
“Semoga Komang dan Mukti baik-baik saja, sehingga rencana kita besok berjalan lancar,” kata Wayan saat mereka pulang menuju rumah Abu.
Besok siang rencananya memang Ayya dan Carlo janjian makan siang. Tapi dari pagi kan Ayya harus mendandani penyamaran, Wayan, Mukti maupun Made. Itu yang membuat Made khawatir.
__ADS_1
“Aku yakin pak Abu langsung memanggil dokter sehingga menetralisir obat biusnya. Kalau tidak ya nanti kita upayakan menghubungi Carlo dan mengatakan pertemuannya di tunda saja. Jangan dibatalkan lihat kondisi Komang dulu sesudah dia sadar,” kata Wayan.
“Ya betul. Kita lihat kondisi Komang Ayu dia siap tidak menjalankan planning selanjutnya,” jawab Made. Dia pelan membawa mobil keluarga Lukito yang tadi Mukti suruh gunakan karena eyang Angga tak keluar hari ini. Mukti tadi bawa mobil Ambar yang dibawa pulang oleh body guardnya Abu.