CINTA TANPA SPASI

CINTA TANPA SPASI
SEMUA SALAH AYU


__ADS_3

“Jadi kita mau ngapain? Aku tahu pasti ada hal urgent sampai Mas Sonny terbang ke Jogja. Apa ini sudah sepengetahuan kak Adel atau kabur seperti waktu itu?” kata Mukti.


“Alhamdulillah Adel tahu aku ngapain ke sini dan dia memang yang nyuruh aku bicara langsung dengan kalian,” balas Sonny.


“Ada apa sih? Kok bikin aku takut,” ucap Ayya setelah menyalami semua yang ada.


“Mas mau beberin semuanya agar semua tuntas. Mas juga ada permintaan khusus dari Adel, tadi mama dan papa juga sudah setuju dengan permintaan Adel ini,” ungkap Sonny.


“Apa itu Mas?” kata Ayya.


“Sebentar. Kita persiapkan diri kita dulu. Ingat nggak usah terbawa emosi.  Mas akan jabarkan semuanya berikut semua faktanya lengkap. Kamu nggak akan percaya kalau tak lihat fakta.”

__ADS_1


“Oke kalau begitu, aku mau minum dulu,” jawab Ayya. Dia langsung mengambil air mineral botol kecil di kulkas mini di sudut ruangan. Di ruangan Ambar ada kulkas mini sangat kecil portable.


“Mukti, Ayu, kamu jangan kaget. Mas sudah menyelidiki Karenina juga Ellyandri. Mas juga sudah menyelidiki Silvana dan temannya yang body guard papa tangkap. Ternyata ada jalur yang berbeda. Ada beda kepentingan antara pingsannya kalian dan tragedy di cafe.” jelas Sonny. Mukti dan Ayya tercengang. Tadi Sonny telah memberitahu hal ini pada Angga, Abu, dan Ambar. Tapi belum menceritakan rinciannya.


“Kita bahas dari awal saja sejak Ayu terluka di Badung. Kamu disiram kopi kenapa? Karena Sarasvati atau Saras sejak dulu mencintai atau terobsesi atau apa enaknya kata yang tepat? Pokoknya dia ngejar Mukti. Dia ingin Mukti menjadi miliknya.”


“Bodohnya Saras, karena obsesinya dia sering melakukan penyimpangan. Dia sering membayangkan melakukannya dengan Mukti, suatu kali seorang pegawainya melihat. Lalu pegawainya tersebut mengambil kesempatan. Sehingga terjadilah pertarungan antara Saras dan tapi jadi rutin.”


“Waktu itu kamu belum menyatakan cinta kan?” tanya Sonny pada Mukti.


“Belum Mas. Belum,” jawab Ayya cepat.

__ADS_1


“Mas tanyanya sama Mukti lho bukan sama kamu,” kata Sonny sambil tersenyum menggoda.


Ayya pun menunduk malu tapi memang saat itu Mukti belum menyatakan cinta padanya. Mukti menyatakan cinta saat Ayya sudah terluka di mobil yang disopiri oleh Wayan.


“Nah sejak Saras di tangkap dan diadili, dia bukannya sadar, dia tambah marah. Dia menghimpun kekuatan. Pada saat di pengadilan dia pingsan dan ketahuan hamil, papa mamanya langsung murka dan malu. Mereka tak menduga ternyata Saras sudah hamil oleh pegawainya di galery.”


“Saras sudah tahu kamu pameran di Solo, selain dari link sesama seniman di Bali juga dari info di pengadilan. Pada saat kamu tidak hadir alasan kamu karena akan mengurus pameran di Solo. Itu membuat Saras tahu ke mana kalian pergi.”


“Saras meminta pegawainya yang memang menyukai Saras untuk melakukan gerakan balas dendam terhadap Ayu Jadi tujuannya adalah membalas dendam pada Ayu! Karena Ayu yang membuat dia gagal mendapatkan Mukti. Jadi sekali lagi Mas tadi sudah bilang dari awal kalian berdua harus siap mental. Di sini yang jadi sasaran selalu Ayu dari Saras. Buat Saras semua itu kesalahan Ayu. Dia ingin menyakiti Ayu apa pun caranya, bagaimanapun jalannya. Jadi bukan Mukti. Bagi Saras Mukti nggak akan mungkin dia sakiti. Dia berharap Mukti tetap akan memilih dia. Sekali lagi Ayu, kamu tetap harus hati-hati sampai kapan pun walau sekarang Saras sedang di penjara!”


Ayya tak percaya Saras dipenjara masih bisa melakukan balas dendam dengan cara menjebak Mukti. Tapi dia masih penasaran bagaimana mungkin Saras bisa mengatur semuanya sedang dia ada di dalam penjara. Ayya menunggu Mas Sonny melanjutkan pembeberan fakta tentang tragedi Mukti di cafe.

__ADS_1


__ADS_2