CINTA TANPA SPASI

CINTA TANPA SPASI
TUNGGU REKAMAN CCTV


__ADS_3

“Dia bekerja?” kata Mukti begitu membaca pesan dari Ayya yang diberikan kepada Mukti dan Aksa juga Angga di ruang salat pagi itu.


“Yang dia tulis seperti itu,” jawab Ambar.


“Dia tak pernah mau diam. Pasti dia bekerjalah. Walau mungkin uang di tabungannya lebih dari cukup, tapi dia tidak mau berpangku tangan,” kata Angga yang bisa menilai alasan Ayu bekerja.


Sehabis salat subuh Ayya kaget ada notifikasi m-banking di ponselnya. Memang dia sudah mengaktifkan nomor ini menjadi nomor m-banking nya juga. Karena kadang-kadang dia perlu belanja online sehingga nomor ini juga dijadikan nomor pengganti untuk transaksi.


Ada transfer dari rekening Mukti dengan tulisan : ‘Sebaiknya kamu tak perlu kerja. Mas akan terus kasih uang belanja.’


“Masih pagi begini dia sudah transfer? Apa karena aku bilang sama mama aku kerja ya? Pasti pesanku baru dibaca mama dan dibahas saat salat subuh,” ucap Ayya.


Ayya jadi tak enak menerima transferan itu, tapi dia mau mengembalikan sat ini juga. Pasti nanti akan membuat ribut. Ya sudah diamkan saja dulu nanti kalau sudah agak reda baru dia akan kembalikan uang itu.

__ADS_1


“Kenapa dia kirim pesan pada Mama?” tanya Aksa ingin tahu.


“Setiap hari Mama kirim pesan buat dia. Nggak pernah bosen. Pokoknya tiap hari Mama kirim pesan. Jadi begitu dia buka telepon, pasti ada satu pesan Mama yang masuk. Tiap hari Mama cuma kirim pesan yang sama saja. Jadi nggak pernah ganti sehingga dia tidak perlu baca semua pesan yang masuk.”


Abu mengapresiasi apa yang istrinya lakukan. Karena benar akhirnya pesan itu sempat dibaca oleh Ayu. Sehingga mereka mendapat jawaban seperti itu.


“Yang penting kita sekarang tahu dia aman dan baik-baik saja. Itu saja dulu. Itu sudah lebih baik daripada kita nggak tahu khabar dia sama sekali. Walau kita belum tahu di mana posisi dia bekerja, sebagai apa dan kapan dia mau datang ke sini. Karena dia bilang dia masih menyimpan bara yang sulit padam.”


“Siapa yang nggak marah kalau melihat video seperti itu kondisinya? Walau kita bilang itu bukan niat kita, walaupun kita bilang itu jebakan dan segala macamnya. Tetap saja dia akan sulit memaafkan melihat videonya memang seperti itu.”


“Belum Pa, mereka minta waktu karena sedang pulihkan potongan itu. Karena memang pelakunya juga belum ketemu. Pelaku yang melakukan pemotongan video rekaman video CCTV belum ketahuan. Tapi aku kasih waktu 2 hari lagi, kalau nggak setor akan aku kasih sedikit sanksi.”


“Papa nggak sabaran ingin tahu siapa pelakunya.”

__ADS_1


“Aku dan Adelia juga Pa. Kasihan Mukti tersiksa seperti itu. Aku selalu pantau dia melalui Made,” jelas Sonny.


“Kemarin pagi ada pesan dari Ayu untuk mama. Sebenarnya itu jawaban pesan mama buat Ayu sih. Mama minta Ayu datang satu kali saja untuk berkomunikasi dan memaafkan Mukti. Mama sudah bilang mama ikhlas kalau Ayu memang tidak mau berjodoh dengan Mukti. Yang penting Ayu mau datang tidak membuat Mukti seperti sekarang ini.”


“Tapi Adel nggak rela kalau Ayu nggak berjodoh sama Mukti Pa.” cepat Sonny memotong kalimat papanya.


“Kata Adel mereka harus berjodoh,”


“Ya kita nggak bisa paksain Ayu-lah. Kalau Muktinya pasti nggak ingin dengan orang lain. Tapi Ayu-nya kan belum tentu. Terlebih dia sudah lihat video. Itu udah sulit lah buat Ayu. Kita harus ngertiin juga kondisinya Ayu.”


“Iya, sih Pa. Tapi mau diapain lagi? Adel memang nggak mau kalau Mukti dengan yang lain sampai kapan pun.”


“Tadi Papa sudah bilang. Muktinya juga nggak akan mau dengan siapa pun. dia hanya mau Ayu. Bagaimana Ayu-nya saja. Bisa tidak dia menghilangkan bayangan rekaman itu dari otaknya. Karena bayangan itu melekat dalam hati kecil dan otak kecilnya. Itu yang sulit.” balas Abu.

__ADS_1


“Ya sudah. Papa tunggu kabar CCTV-nya.


__ADS_2