CINTA TANPA SPASI

CINTA TANPA SPASI
KEMBALI KALAH LANGKAH


__ADS_3

Jangan lupa selalu tunggu update terbaru.  Jangan ditinggalkan sebelum end ya. Karena ditinggal sedang sayang-sayangnya itu menyakitkan. Lope-lope sekebon buat semua pembaca novel yanktie.


Selamat membaca cerita sederhana ini.



”Kamu ngapain repot-repot bawain oleh-oleh segini banyak?”



“Enggak banyak Komang, itu cuma 3 dan buat kamu apa sih yang enggak bisa aku bawain?” bantah Arjun.



“Tapi kan ini barang daganganmu,” tentu saja Komang Ayu enggak enak.



“Enggak apa apa kok, ini bukan mencuri. Aku beli pakai harga dasar, jadi enggak akan merugikan atau kena masalah di toko,” jelas Arjun. Dia juga tak mau memberi bakal istrinya barang curian kan?



“Oke, kali ini aku terima dan terima kasih. Tapi lain kali kamu jangan bawain barang daganganmu seperti ini ya,” pinta Komang Ayu. Dia tak enak karena yang dibawakan oleh Arjun adalah batik mahal, bukan batik murahan dan Komah tahu barang ini sangat bagus.



“Jadi bagaimana rencanamu kembali ke Bali?” Arjun mengalihkan fokus pembicaraan.



“Besok Senin siang aku pulang dari sini,” jawab Komang Ayu.



“Terus ke Badungnya kapan?” tanya Arjun.



“Mungkin hari Rabu. Hari Rabu dan Kamis aku ada di Badung. Karena enggak mungkin kan kalau Senin tiba lalu Selasa sudah ke Badung. Pasti aku urus kerjaan dulu di Denpasar atau di tempat kerja bosku. Hari  Rabu atau Kamis aku sudah libur.”

__ADS_1



“Oke hari Rabu, aku datang menemui papamu,” Arjun tanpa ragu menyatakan niatnya melamar Komang Ayu. Untuk awalnya dia akan berkenalan terlebih dahulu dengan papanya Komang.



“Kamu enggak apa-apa langsung pulang ke Badung?” tanya Komang Ayu.



“Enggak apa-apa, kan memang sudah niat lama buat ambil libur pendek,’ jawab Arjun.



“Ya sudah aku enggak bisa lama ya, biar bagaimana pun kan ini bukan di rumah aku. Nanti enggak enak kalau kelamaan,” Komang Ayu tetap tahu diri. Dia tak mau membuat Ambar kecewa padanya. Ayya sangat suka pada Ambar karena lembur seperti Sukma. Dalam diri Ambar Ayya melihat sosok ibu yang sangat dia rindukan.



“Kita enggak bisa makan malam dulu?”




“Ya paling enggak kita ke resto di sebelah. Kita bisa ngopi atau pesan apa keq,” pinta Arjun.



“Ya sudah ayo kita nyebranga aja di sana ada warung bakso atau kedai kopi,” jawab Komang Ayu. Dia tentu tak enak sudah dikasih barang segini mahal 3 buah masa diajak minum aja enggak mau. Akhirnya Ayu pun keluar dari hotel tersebut.



Akhirnya Ayu mau makan bakso kuah. Ayu enggak bisa ngebayangin berapa uang yang dikeluarkan oleh Arjun untuk makan di resto sebuah hotel. Biar bagaimana pun tentu beda jauh dengan abang bakso di pangkalannya.



Memang kelasnya Arjun sekarang sudah jauh beda. Dan sejak dulu Arjun bukan anak sekelas dirinya. Arjun anak orang kaya dia kerja Jakarta hanya buat prestise saja, buat formalitas karena usaha di Badung sangat besar sama seperti usaha Papa Wayan di Gianyar dulu.


__ADS_1


“Bagaimana Yu? Sudah ketemu sama temannya?” tanya Ambar melihat Ayyu kembali ke ruang tamu kamar yang mereka sewa.



“Sudah Ma,” jawab Ayu. Lalu dia menuju kamarnya untuk merapikan barang bawaan karena ditambah lagi  barang dari Arjun.



“Kita pulang besok,” kata Mukti datar saat Ayya lewat depan dirinya.



“Loh katanya lusa,” jawab Ayya, karena dia ingat Mukti bilang akan pulang hari Senin siang.



“Kenapa? Besok kamu sudah janjian lagi sama pacarmu?” Mukti menduga kalau Ayya pasti akan mempergunakan waktu yang ada untuk segera bertemu dengan kekasihnya lagi.



“Enggak kok enggak. Kami enggak janjian lagi di Jakarta.”



“Oh jadi langsung janjian di Badung?”



“Iya dia hari Rabu mau ketemu papa,” jawab Komang Ayu dengan jujur.



\*‘Jadi Arjun mau langsung melamar besok Rabu,’ \*Mukti makin marah mendengar kekalahannya.


biar bisa lihat promo novel yanktie, add FB dan IG yanktie yaaaa, semua nama sama dengan napen koq.


Sambil menunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel karya yanktie yang lain dengan judul GHIFARI ~ RADITE ~ GHIBRAN yok.


__ADS_1


__ADS_2