
Jangan lupa selalu tunggu update terbaru. Jangan ditinggalkan sebelum end ya. Karena ditinggal sedang sayang-sayangnya itu menyakitkan. Lope-lope sekebon buat semua pembaca novel yanktie.
Selamat membaca cerita sederhana ini.
“Kalau kamu di Badung dan aku kerja di Jakarta bagaimana bila kita terikat bersama?” tanya Arjun.
“Ih siapa yang mau bersama sama kamu?” kata Ayya.
“Kalau menurut aku namanya suami istri itu jangan berpisah lokasi. Itu riskan untuk godaan. Jadi lebih baik enggak usah. Kalau memang satu di Jakarta ya yang lainnya ikut atau dua-duanya di desa enggak usah berangkat ke Jakarta. Itu sih menurut aku, kamu lihat aja sekarang, pasangan yang satu rumah aja banyak yang selingkuh apalagi bila tinggal berjauhan,” kata Ayya.
“Tapi aku serius. Kamu beneran mau resign? Gimana kalau kerja di tempat aku aja. Jadi kita lebih sering ketemu, enggak terpisah jarak,” usul Arjun.
“Kamu kan tahu alasanku resign itu karena ingin bersama papa, kok malah pindah ke tempat kamu? Aku enggak butuh kerjaan kok. Aku cuma pengin sama papa dan aku ingin menghindari denda, itu aja. Aku bukan pengin cari kerjaan baru.”
“Di mana pun aku kerj,a aku pasti akan bertahan di situ kecuali aku dipecat, selama aku nggak dipecat aku tetap bertahan seberat apa pun kondisinya.”
“Kamu bilang akan bertahan seberat apa pun, kok sekarang cuma karena denda aja kamu mau resign?”
“Ini beda, soal denda aku memang enggak sanggup. Aku enggak sanggup, sama sekali enggak sanggup,” kata Ayya berulang-ulang.
__ADS_1
“Aku bertahan beberapa saat untuk cari modal aja.”
“Kenapa kamu butuh modal? Pakai uangku aja,” kata Arjun.
“Aku enggak ingin memberatkan orang. Aku enggak ingin pinjam. Beberapa bulan kerja, cukup kok modal untuk aku buka warung kecil. Aku cuma pengin buka warung sembako aja. Jadi enggak perlu aku ngolah kayak waktu ibuku jualan kue, setiap hari harus jungkir balik mengolah, kalau warung sembako kan belanja seminggu sekali cukup.”
“Kalau warung kecil aku rasa kerja 2 bulan juga cukup kok, aku kan enggak perlu warung gede, nanti akan berkembang dengan sendirinya setelah berjalan,” kata Ayya.
Sejak tadi ada dua orang yang mendengarkan dari tempat yang terpisah. Tentu saja kedua orang ini kaget dengan niatnya Ayya untuk segera berhenti kerja karena tak kuat di denda juga karena ingin bersama papanya.
“Nanti aku boleh ya ke Badung,” pinta Arjun.
“Maksud aku pas kamu di rumah aku datang.”
“Mau ngapain? Ya kalau aku enggak ada di rumah kamu datang juga nggak ada guna kan?”
“Aku serius mau meminta kamu ke papamu,” dua orang yang mendengarkan pembicaraan itu kaget Arjun mau langsung serius meminta Ayya ke papanya.
__ADS_1
“Enggak usah macam-macam deh, aku enggak punya niatan ke arah sana dan kita baru ketemu. Aku enggak mau merusak pertemanan kita yang dulu. Lebih baik kita seperti ini, jadi teman seperti saat kita SMA. Kita tak pernah punya rasa sungkan baik untuk minta tolong maupun untuk bercanda. Jadi kita tidak terbebani suatu status keterikatan.
“Aku tuh mau serius.”
“Dan aku juga serius menjawab tidak,” kata Ayya.
“Semoga pikiranmu bisa berubah, kita terus berkomunikasi ya. Jangan kamu blokir nomorku.”
“Yang perlu kamu tahu, aku di sini kerja. Jadi jangan telepon semau kamu. Belum tentu kamu telepon magrib atau malam itu aku sedang santai. Jadi kalau tidak aku angkat kamu harus mengerti aku bukan seperti orang kantoran yang jam kerjanya tepat.”
“Kalau tidak aku angkat, mungkin karena aku tidak sempat atau aku sedang mengerjakan hal lain. Lebih baik kamu kirim pesan aja nanti begitu saat kita berbalas pesan, bisa langsung telepon, itu aku rasa lebih baik. Agar kita tidak saling menyakiti.”
“Oke aku rasa seperti itu memang lebih baik. Sekarang aku pamit ya. Enggak enak rasanya bertamu di rumah seorang majikan. Lebih enak kita bertamu ketika di rumah sendiri walaupun rumah kita kecil.
“Aku juga merasa seperti itu, lebih enak di rumah sendiri. Mau jungkir balik seperti apa pun kita lebih bebas, daripada di istana tapi kita menumpang di situ. Seperti aku di sini, aku cuma pekerjaan jadi enggak enak terima tamu lama-lama.”
“Bener banget, aku permisi pulang ya sampaikan salamku pada ibu Ambar.”
“Ya terima kasih,” jawab Ayya.
__ADS_1
Sambil menunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel karya yanktie yang lain dengan judul JINGGA DARI TIMUR yok.