CINTA TANPA SPASI

CINTA TANPA SPASI
KEHANGATAN SORE HARI


__ADS_3

“Wah kakakku tercantik sudah datang,” kata Aksa bebegitu  dia masuk ke rumah. Adelia langsung menciumi Aksa.


“Aku kangen banget deh sama adik kecilku ini,” ucap Adel.


“Jangan begitu deh, nanti ada yang cemburu,” ucap Aksa sambil balas memeluk dan mengecup pipi Adelia.


“Mas Sonny mah nggak bakal cemburu sama kamu,” balas Adelia meyakinkan Aksa.


“Emang aku bilang Mas Sonny yang cemburu? Bukanlah,” jawab Aksa cepat.


“Yang cemburu pacarku tercinta. Nanti dia jadi nggak mau masakin aku lagi,” lanjut Aksa lagi. Tentu saja Mukti tahu adiknya selalu menggodanya. Dulu Mukti akan cemburu pada Aksa. Tapi setelah resmi bertunangan di depan orang tuanya, Mukti merasa menang di atas angin.


“Namanya juga anak ABG, pacarnya cuma pacar dalam bayang-bayang. Tenang aja pemiliknya sudah tahu kok kalau itu hanya godaan,” ucap Mukti dengan penuh percaya diri.


“Siapa bilang godaan?” tukas Ayya cepat.


“Orang aku pacaran beneran sama yayank Aksa koq.”


“Yank, kamu kok sekarang jadi bandel begitu sih. Berani godain aku,” protes Mukti.


Angga tertawa terbahak-bahak mendengar Mukti di skak-mat oleh Ayya.

__ADS_1


“Papa kenapa ngakak begitu Pa?” tanya Abu yang baru tiba. Dia memang hari ini juga pulang lebih cepat. Biasanya menjelang magrib dia baru sampai rumah.


“Ini ada orang lagi rebutan cewek,” balas Angga setelah susah payah menghentikan tawanya.


“Kalau mereka rebutan, kita bawa lari aja ceweknya Pa. Jadi mereka akhirnya rebutan pepesan kosong,” Abu langsung ikut dalam candaan.


“Kalian tuh seneng banget sih berantem,” kata Soony pada kedua adiknya.


“Kami nggak berantem Mas. Cuma Aksa aja senangnya ngaku-ngakuin pacarnya orang,” Mukti membela diri.


“Wong yang ceweknya aja bilang memang dia pacar aku. Kenapa jadi Mas yang sewot?” balas Aksa.


“Tuh lihat kayak begitu, bagaimana aku nggak ketawa?” kata Angga pada Abu. Membuat Abu ikut terkekeh melihat tingkah Mukti seperti anak kecil.


‘Benar-benar sifat asli Mukti mulai kembali. Tidak seperti ketika dengan Vio yang kamuflase. Ini adalah sifat natural Mukti,’ batin Ambar dengan senyum.


“Ini teh Papa, aku sudah bikinkan,” kata Ayya yang baru saja masuk dan langsung mendengar rengekan kekasihnya. Begitu Abu pulang Ayya langsung membuatkan teh madu untuk calon papa mertuanya.


“Ayu, ini enak banget loh,” kata Sonny. Dia mengambil sendiri mata roda dengan lepek. Tidak mau disuapi oleh Adelia istrinya.


“Mas kok jadi ngambil sendiri?” tanya Adelia.

__ADS_1


“Lah kamu pelit, aku cuma disuapin sedikit. Mendingan aku ngambil sendiri biar bisa banyak,” ucapan Sonny ini tentu saja membuat semua tertawa mendengar keributan sepasang suami istri itu.


‘Aku bersyukur benar-benar bersyukur badai telah berlalu dalam kehidupan rumah tanggaku. Hampir saja aku berpisah dengan Mas Abu gara-gara mama Menur dulu. Untung ada jalan untuk melihat sisi lain sehingga aku juga bisa dengan tenang membuka rahasia DNA nya Mukti.’


‘Mukti juga sadar bahwa selama ini dia tidak mencintai Vio setulus hatinya. Dia hanya terbiasa making love dengan Vio dan merasa bersalah sehingga terikat. Dia merasa bersalah telah merenggut keperawanan Vio. Hanya karena itu adalah pengalaman pertamanya sehingga membekas. Buktinya sejak dia ribut dengan Vio juga sampai Vio meninggal tak ada lagi bahasan tentang perempuan tersebut.’


‘Kalau memang Mukti pernah mencintainya sedalam itu pasti sampai saat ini mungkin sedih begitu Vio meninggal,’ Ambar masih berkata dalam hati saja melihat polah semua anak dan menantunya.


“Eyang bagusnya makanannya snack seperti ini. Jangan goreng-gorengan melulu,” kata Adelia sambil kembali mengambil mata roda untuk dirinya.


“Eyang sih apa aja yang disiapin. Tapi memang lebih seneng yang gorengan,” jawab Angga jujur.


“Karena kebiasaan sih. Tapi memang Mama sekarang juga sudah mulai berupaya mengurangi walau belum bisa langsung berhenti. Karena kami memang tiap sore bawaannya bikin gorengan,” kata Ambar. Dia sadar setelah hasil pemeriksaan Abu mulai bermasalah dan diminta dokter untuk mengurangi konsumsi gorengan.


“Masih bagus Mama sukanya gorengan bukan penggorengannya,” kata Aksa. Tentu saja semua terbahak mendengar guyonan tersebut.


“Penggorengannya buat kamu aja lah,” jawab Ayya.


“Ya oke penggorengannya buat aku. Nanti aku persembahkan buat kamu kekasihku tercinta,” balas Aksa.


“Enggak modal banget ngasih kekasihnya kok pakai penggorengan Mama,” jawab Mukti. Memang dua orang itu kalau ketemu persis seperti Tom and Jerry.

__ADS_1


__ADS_2