
Jangan lupa selalu tunggu update terbaru. Jangan ditinggalkan sebelum end ya. Karena ditinggal sedang sayang-sayangnya itu menyakitkan. Lope-lope sekebon buat semua pembaca novel yanktie.
Selamat membaca cerita sederhana ini.
“Apa yang akan kamu lakukan?” tanya Made.
“Aku pasti tempuh jalur hukum. Ini sudah bukan main-main. Kalau aku diam aku bisa disunat oleh mama, mas Sonny dan Kak Adel. Tadi malam mereka tanya kok bisa seperti itu?”
“Aku bilang kesiram tak sengaja, lalu kak Adel mendesak minta CCTV. Dia enggak percaya enggak sengaja. Feeling dia dan mama terlalu kuat. Ingat kan kasus Vio terkuak karena kak Adel melihat wajah Vio selintas di persidangan.”
“Awalnya Mas Sonny telepon biasa aja, dia memang marah tapi masih bisa terima penjelasanku. Tak lama sesudah kak Adel telepon, Mas Sonny telepon lagi. Mas Sonny juga bilang minta rekaman CCTV. Pasti Kak Adel bilang sama Mas Sonny tentang kecurigaannya.”
“Aku mau bilang apa kalau keluarga aku seperti itu? Enggak mungkin aku nutupin. Aku nanti salah lagi kayak kasus Vio dulu. Aku enggak mau salah lagi untuk kedua kalinya kalau aku nutupin sama keluargaku. Aku harus kirim CCTV sesuai permintaan mereka.”
“Sebelum mereka lebih marah karena aku enggak bergerak, aku harus lapor polisi. Karena kalau enggak aku enggak lapor aku akan disunat ulang keluargaku.”
“Dua minggu lagi pernikahan Mas Sonny, tapi mereka masih kasih attensi penuh ama masalah ini. Aku enggak sanggup hadapi mereka kalau aku diam saja. Mereka akan marah besar kalau aku belum bertindak apa pun terhadap perlakuan ini.”
“Kamu enggak kasihan sama pelaku?” pancing Wayan.
“Aku kasihan tapi dianya enggak punya otak,” jawab Mukti kesal.
“Memangnya Ayya salah apa sama dia sampai dia seperti itu? apa Ayya pernah menyakiti dia? Kan enggak! Baru ketemu hari ini, kenapa dia separah itu bencinya sama Ayya sampai 3x melakukan hal buruk ke Ayya?”
__ADS_1
“Aku enggak kenal Ayya dan baru lihat kemarin, dia seperti baik koq,” kata Ketut yang ikut duduk bersama tiga sekawan itu.
“Jangan sebut dia Ayya, Ayya panggilan khusunya Mukti saja. Kita sebut dia Komang saja. Keluarga Mukti memanggilnya Ayu,” tegur Wayan.
“Oh maaf. Daritadi Mukti sebut Ayya jadi aku kebawa nama itu.”
“Komang memang gadis yang baik. Saat kami di Solo juga banyak yang suka akan kerendahan hatinya. Bahkan ditawari jadi artis saja dia memilih hidup sederhana sama papanya di desa,” jelas Wayan.
“Pelaku enggak benci sama Ayya, tapi dia marah sama kamu, karena kamu tolak dia sejak penutupan pameran dulu!” jawab Made mengingatkan Mukti kalau lelaki bujangan itu pernah menolak seorang gadis 5 atau 6 bulan lalu.
“Kalau aku enggak cinta mau ngapain? Apakah aku harus paksain terima dia karena dia sudah mengucapkan kata cinta?”
Belum lagi nanti papa Abu, eyang Angga dan terlebih-lebih Aksa pasti akan marah besar begitu tahu kasus ini. Mukti tidak mau salah lagi seperti kasusnya Vio dulu. Dia menggenggam kasus di tangannya sendiri seakan bisa menyelesaikan. Sekarang dia harus sharing pada keluarganya.
Mereka yang sedang sibuk untuk persiapan pernikahan aja sampai memikirkan Ayya bagaimana kalau dia diam aja?
“Kalau menurut aku, sebaiknya kita lapor segera aja sebelum dia kabur. Kalau kabur pun kamu sudah punya surat laporan. Nah kalau kamu sudah punya surat laporan kamu kirim bukti surat laporan itu ke keluarga besarmu seperti yang biasa kalian lakukan di chat keluarga. Kirim ke sana aja satu kali kirim biar semuanya ikut bicara di sana.”
“Satu jam kemudian baru kamu kirim rekaman CCTV-nya. Jadi jangan kirim rekaman duluan. Mereka akan desak kamu seakan kamu enggak peduli. Beda kalau kamu sudah kirim surat laporan baru mereka lihat rekaman,” jelas Made. Ada nilai plus bila keluarga melihat ada laporan dari Mukti sebelum mereka menyuruh Mukti melaporkan hal itu.
__ADS_1
“Kayaknya mending kita lapor sekarang aja deh, jangan tunda karena keluargamu sudah minta rekaman dari tadi pagi kan? Jangan bikin mereka menunggu lama dan membuat mereka marah,” kata Ketut.
“Benar, jadi ada saksi bahwa kami memang melihat kejadian itu,” kata Wayan.
“Ya sudah habis pertemuan ini kita langsung aja ke kantor polisi,” Made menjawab cepat. Mukti tak percaya teman-temannya malah sangat mendukungnya. Mereka sedang istirahat sehabis briefing dengan Kepala Dinas Pariwisata provinsi. Sehabis istirahat nanti mereka akan masuk lagi satu atau dua jam baru mereka akan langsung ke kantor polisi.
“Terus kondisi Komang sekarang bagaimana?” tanya Wayan.
“Tetap begitu sih enggak apa apa kalau dilihat selintas. Cuma aku larang dia keluar. Paling ngerjain berkas di rumah termasuk laporan hari ini. Dari tadi aku rekam kok pembicaraan kita biar enggak lupa dan tadi aku langsung kirim ke email dia.”
“Nanti season kedua juga aku rekam lagi langsung aku kirim ke emailnya.”
“Bukannya tadi kamu bilang ponselnya ada di kamu?” kata Made. Dia ingat tadi sebelum masuk Mukti cerita masalah Arjun. Pada Made memang Mukti cerita rahasia pribadinya karena tahu Made tak akan menyebarkannya kemana pun.
“Iya aku sudah bilang sama bu Darmi suruh Ayya buka email di laptop dan aku kasih tahu password wi-fi di rumah jadi Ayya enggak ada alasan enggak bisa buka email kan.”
“Berarti dia bisa buka email, aku pikir kamu lupa ponselnya kamu pegang lalu kamu nyuruh dia buka email.”
“Enggak lah. Aku ingat koq.”
Ada yang perhatikan enggak berapa kali si pelaku mencoba menyakiti Ayya? Gimana Mukti enggak marah kan. Dan sampai pulang dari rumah sakit saja Ayya tak marah atau mengeluh karena dia diperlakukan seperti itu. Dia enggak ngadu ke Mukti atas perlakuan yang dia terima.
Biar bisa lihat promo novel yanktie, add FB dan IG yanktie yaaaa, semua nama sama dengan napen koq.
__ADS_1
Sambil menunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel karya yanktie yang lain dengan judul KESANDUNG CINTA ANAK BAU KENCUR yok.