CINTA TANPA SPASI

CINTA TANPA SPASI
LABEL YANG MENCURIGAKAN


__ADS_3

Jangan lupa selalu tunggu update terbaru.  Jangan ditinggalkan sebelum end ya. Karena ditinggal sedang sayang-sayangnya itu menyakitkan. Lope-lope sekebon buat semua pembaca novel yanktie.


Selamat membaca cerita sederhana ini.



“Kamu mau bikin apa?”  Wayan melihat putrinya sibuk membuat bumbu yang dihaluskan.



“Papa kemarin beli ayam, aku mau olah untuk bikin ayam panggang kemiri aja buat kita bawa nanti malam,” jawab Ayya tanpa menengok pada papanya.



“Nanti malam kita mau ke mana?” Wayan kembali bertanya karena putrinya tak memberitahu mereka akan keluar ke rumah seseorang.



“Bude minta kita makan malam di rumahnya, sebagai pelengkap aku akan bawa ayam yang Papa beli aja. Mau bawa buah saja rasanya kurang,” jawab Ayya sambil memasukkan bumbu ayam bakar kemiri ke dalam wajan yang minyaknya sudah panas siap menumis bumbu hingga harum. Ayya memang berniat membawakan sedikit buah yang teramat banyak di kulkasnya. Besok dia pulang, tentu papanya tak akan sanggup menghabiskan buah sebanyak itu sendirian.



“Oh iya Ya, besok mulai ada barang bangunan yang datang,” lapor Wayan.



“Barang apa?”



“Kan Papa sudah bilang mau bangun kios di depan. Tak jadi bikin sekat di teras rumah,” jawab Wayan.


__ADS_1


“Memang Papa uangnya cukup?”



“Ada, sudah ada kok dan Papa sudah bayar semua materialnya tinggal bayar tukang. Kemarin juga Papa sudah cari tukang jadi lusa semuanya mulai pembangunan,” jelas Wayan bersemangat.



“Besok sore aku sudah pulang Pa, lusa enggak bisa temani Papa ya?”



“Enggak apa apa yang penting kamu sudah tahu kita akan bangun kios di depan,” Wayan mengerti kalau Ayya akan kembali bekerja.



“Kalau memang masih ada uang, Papa bikin selasar kecil dari teras ini ke kios sehingga kalau hujan Papa enggak perlu bingung cari payung,” kata Ayya pada Wayan.




“Nanti uang dari aku buat modal belanja isi kios ya Pa,”nta Ayya.



Tadi Wayan menolak Ayya mentransfer uang dengan alasan biar enggak campur dengan uang untuk bahan bangunan. Takutnya semua uang Ayya terpakai sehingga malah tak ada uang untuk modal isi toko.



“Papa bilang aku kalau pembangunan sudah siap, jadi Papa belanja sudah ada uangnya,” pesan Ayya.


__ADS_1


“Besok kamu langsung ke galeri tempat kerjamu itu?” tanya Wayan. Dia duduk di dapur agar bisa ngobrol dengan putrinya. Dulu dengan Sukma juga seperti ini, Wayan menemani Sukma bila kekasihnya masuk atau membuat kue buat jualan saat Sukma tinggal terpisah dengan dirinya.



“Iya Papa anterin aku biar Papa tahu tempat kerjaku ya? Aku seneng banget kalau Papa temani aku ke sana. Jadi saat aku datang lagi aku bisa minta jemput Papa,” kata Ayya dengan senang.



“Kamu enggak malu naik motor butut itu?”



“Kenapa malu, itu memang motor berharga kita kok Pa. Apa Papa yang malu? Papa mau tukar motor?” tanya Ayya.



“Enggak Papa enggak malu dengan motor itu. Enggak perlu tukar tambah. Sekarang uangnya buat modal usaha aja. Sayang kalau motor ini tukar tambah, kan masih bisa dipakai,” jawab Wayan. Kemarin juga dia sudah hidupkan kembali surat-surat motor tersebut jadi aman dipakai ke luar jalan raya. Tak takut razia lagi.



Ayya membereskan dapur, dia akan membuang sampah saat melihat plastik bekas ayam yang dia masak tadi tertera nama super market dekat dengan galery tempat bekerja walau harganya sudah di robek.



Penasaran Ayya langsung melihat semua isi freezer dan beberapa masih terlihat nama supermarket yang sama.



‘*Apa papa belanja sejauh itu? Kalau memang papa ke supermarket, kenapa enggak yang dekat desa sini aja*?’ pikir Ayya.


Biar bisa lihat promo novel yanktie, add FB dan IG yanktie yaaaa, semua nama sama dengan napen koq.


Sambil menunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel karya yanktie yang lain dengan judul REVENGE FOR MY EX HUSBAND yok.

__ADS_1



__ADS_2