CINTA TANPA SPASI

CINTA TANPA SPASI
APA PAPA PUNYA PILIHAN LAIN?


__ADS_3

“Apa yang bikin kamu ragu?” tanya Wayan setelah mendengar cerita putrinya dari A sampai Z.


“Dia sudah menceritakan semuanya termasuk jebakan eyangnya sehingga membuat dia pertama kali menodai Vio. Jadi waktu itu bukan karena dia pemuda nakal, cuma karena obat yang diberikan oleh eyangnya. Namanya sudah sekali merasakan enaknya perbuatan dosa, maka mereka akhirnya sering sampai punya dua bayi yang digugurkan oleh Vio.


“Dia juga bercerita tentang pernikahan sirinya, dia cerita semuanya lalu keraguanmu ada di mana?” tanya Wayan pada Ayya. Sang putri ini tetap saja menggeleng.


“Aku bingung Pa. Aku tetap aja nggak bisa terima dia karena dia adalah majikanku Pa. Aku masih trauma terhadap cinta ibu ke Papa yang mengakibatkan perpisahan yang sangat menyakitkan.


“Cinta ibu ke Papa kan bukan kesalahan Ibu maupun Papa. Dan kalau kasus Papa bedanya Papa punya istri yang dijodohkan. Itu juga bukan penghianatan Papa. Jadi seharusnya kamu memisahkan kendala itu. Mukti-kan nggak punya istri. Kalau-pun dulu pernah punya istri siri, tapi kan juga sudah tidak ada.”


“Maaf Pa, itu yang bikin aku belum berani melangkah ke depannya. menerima lamarannya dia.”

__ADS_1


“Dia tidak main-main melamar kamu, dia melamar langsung di depan orang tuanya apa itu kamu anggap belum serius?” tanya Wayan dengan sabar.


“Atau kalau kamu memang tidak bisa menerima Mukti karena dia adalah majikanmu, ya kamu terima aja cinta Carlo atau Arjun,” usul Wayan.


“Papa kan tahu, ibunya Arjun seperti itu. Apa aku dan Papa sanggup sepanjang perjalanan kehidupan pernikahan kami nanti, kita dihina terus oleh mamanya Arjun karena kita dari keluarga miskin?”


“Ya sudah kalau begitu terima Carlo. Dia satu-satunya kandidat yang tak ada celanya. Maksud Papa dia mapan, nggak perlu kaya, cukup mapan saja sehingga kamu nggak akan kesulitan. Dia ganteng dan bertanggung jawab,” jelas Wayan.


“Aku takut seperti kasus-kasus yang sekarang sedang marak Pa. Banyak artis yang terkena sindrom cinta lokasi sehingga membuat rumah tangganya berantakan.” tepis Ayya.


“Papa sudah bisa menyimpulkan dari ketiga pria itu kamu hanya suka pada satu orang tapi kamu belum berani melangkah. Itu aja sih.”

__ADS_1


“Terima dia apa adanya, jangan berpikir statusnya,” Wayan mencoba menasihati putri tunggalnya.


“Aku takut nggak sanggup Pa. Terlalu banyak perempuan yang mengejar cintanya. Entah itu cinta sejatinya atau cinta hartanya. Buktinya seperti kemarin aku malah kena air kopi karena perempuan itu sangat terobsesi pada dia.”


“Mungkin sekarang bisa aja satu dua hari dia tidak akan luluh pada perhatian orang seperti itu tapi lama-kelamaan dia bisa jatuh kan Pa?”


“Papa yakin modelnya dia itu sama seperti Papa, sama seperti papanya yang cinta hanya pada satu orang. Tak pernah bisa berpaling. Dia sudah memperlihatkannya sejak dia berpisah dengan Vio aja, dia tidak pernah tergoda dengan perempuan lain. Padahal jelas-jelas dia hidup di negara yang bebas, jauh dari orang tua, bisa aja mereka melakukan apa pun di luar sana. Tapi itu tidak dia lakukan. Kuncinya karena satu : dia masih setia pada Vio yang telah melukainya.


Ayya terus aja berdiskusi dengan Wayan sampai sore.


“Sekarang sebaiknya kamu pulang, jangan sampai bikin dia tambah senewen.”

__ADS_1


“Iya Pa. aku akan pulang dan mohon Papa jangan sampai bilang kalau aku diskusi sama Papa. Yang penting kalau nanti dia datang tiba-tiba, Papa ulur aja waktunya. Aku belum sanggup terikat. Hanya itu aja sih Pa. Jangan Papa langsung terima. Kalau Papa memang sayang aku, Papa harus belain aku.”


“Memang ada alternatif pilihan lain untuk Papa nggak sayang kamu? Apa Papa punya banyak anak sehingga kamu tidak Papa sayang? Walaupun banyak anak pun tetap aja semua akan Papa sayang,” kata Wayan.


__ADS_2