
“Mama dan Papa tahu kan aku enggak pernah ngomong serius soal perempuan ke Mama dan Papa. Kali ini aku mau bicara serius. Aku itu enggak ingin main-main sama Ayya, tapi dia enggak percaya sama keseriusanku,” ucap Mukti mengadukan kelakuan Ayya pada Ambar dan Abu.
“Siapa yang enggak percaya sih,” protes Ayya dengan bibir monyong karena cemberut. Membuat siapa pun yang melihatnya menjadi gemas. Gemasnya Ambar tentu beda dengan gemasnya Mukti kan?
“Buktinya kamu enggak respon kan pertanyaan aku buat minta kamu jadi pendamping hidup Mas. Kamu bahkan bilang kamu trauma dan tidak mau mempunyai pasangan dari orang yang lebih tinggi derajatnya dari kamu,” Mukti membantah protes Ayya.
“Itu bukan indikasi bahwa aku enggak percaya sama keseriusan Mas kan?” jawab Ayya.
“Ya sudah maaf, kalau kata-kataku kembali salah. Memang Mas sering salah di mata kamu,” kata Mukti pasrah.
“Tapi Ma, Pa, maksud aku bicara seperti ini karena : aku Lukito Harjomukti dengan ini bilang di depan Mama sama Papa bahwa aku mencintai Ayya Andira atau Komang Ayu Ngurah dengan sepenuh hati aku. Aku ingin Mama dan Papa sebagai saksi. Aku menyatakan ini dengan keseriusan. Aku ingin Ayya Andira jadi istri aku yang pertama dan satu-satunya!”
Ayya tak percaya Mukti mengatakan itu di depan Abu dan Ambar. Dia sampai membelalakkan matanya pada Mukti tapi lelaki itu tak takut terhadap tatapan mata milik perempuan imut yang bikin dia panas dingin itu.
__ADS_1
Abu dan Ambar saling tatap melihat drama queen yang Mukti lakukan. Mereka baru tahu ada lelaki meminta seorang gadis di depan orang tuanya sebagai saksi. Sungguh langka kisah cinta dua anaknya. Sonny meminta Adelia pada orang tuanya lebih dulu sebelum menyatakan cinta pada gadis yang dia damba.
“Aku tidak peduli Ayya mau terima cintaku atau enggak, yang penting aku sudah menyatakan ini dengan serius di depan Mama dan Papa. Aku tidak mau dianggap hanya menyatakan main-main.”
“Mama dan Papa enggak perlu takut kami satu rumah. Aku tetap bisa jaga diri. Aku tak akan pernah menodai calon istri aku. Aku tahu batasan.”
“Aku pernah salah, sangat salah sampai ada dua bayi yang dibunuh oleh Vio. Itu semua kesalahanku yang fatal karena tak bisa menekan libidoku. Tapi itu tak akan terjadi sama Ayya, Pa, Ma. Aku sadar diri kok.”
‘Aku menghargai sifat ksatria anakku,’ kata Abu dalam hatinya mendengar Mukti telah membuka masa kelam hidupnya pada Ayu.
“Ma, aku serahin cincin ini ke Mama. Mama pakaikan ke Ayya. Kalau dia mau terima cinta aku terserah, kalau enggak ya enggak apa-apa. Anggap saja cincin ini dari Mama.”
“Aku akan memasangkan cincin nanti di jari manis tangan kanannya saat akad nikah kami,” kata Mukti sambil menyerahkan satu kotak kecil perhiasan dari sakunya kepada Ambar.
__ADS_1
Ayya langsung menangis memeluk Ambar. Dia tak percaya kalau diperlakukan seperti ini oleh Mukti. Mukti benar-benar menunjukkan keseriusannya dan cinta tulusnya bukan main-main karena dia bicara langsung di depan Ambar dan Abu.
“Kamu itu ya. Jiwanya jiwa pemahat, tapi menyatakan cinta enggak ada seni-seninya. Enggak ada romantis-romantisnya,” ejek Abu.
“Aku memang kalah kalau dalam hal itu Pa. Bahkan orang yang baru satu kali ketemu membawakan Ayya satu buket bunga dan satu kotak parcel coklat. Aku kalah dalam hal romantis,” kata Mukti.
“Sini Mama pakaiin ini di jarimu ya. Semoga nanti niatnya Mukti untuk memasangkan cincin di jari kananmu bisa terwujud. Entah itu dalam tempo cepat atau masih menunggu beberapa waktu lagi,” ucap Ambar setelah dia tersadar dari kekagetan akibat perlakuan Mukti yang di luar kebiasaan.
Mukti sengaja mengatakan itu di depan Ambar karena dia takut semalam Ayya dan Ambar sudah membicarakan bahwa Ayya akan resign sehabis pameran di Solo. Mukti tidak tahu apa yang Ayya dan Ambar diskusikan tadi malam. Mukti hanya mengira Ambar sedih karena Ayya akan resign. Itu saja. Jadi Mukti langsung potong kompas mengatakan mencintai Ayya di depan kedua orang tuanya.
Ayya mengulurkan tangan kirinya pada Ambar. Dia sadar tak bisa mengelak lagi dari Mukti. Dia harus mengikis traumanya seperti yang Ambar bilang.
Ayya tidak mau memulai pacaran dengan Mukti secara cepat sejak sat ini. Dia ingin semua berjalan apa adanya saja.
__ADS_1