CINTA TANPA SPASI

CINTA TANPA SPASI
HANYA ANGIN SURGA


__ADS_3

“Mau makan apa?” tanya Mukti ketika mereka baru mau melangkah keluar dari galeri di Denpasar.


“Manut, apa aja mau.” kata Ayya.


“Tapi sebaiknya yang banyak sayuran, karena hari ini Mas nggak makan sayur. Tadi cuma pakai semur daging tanpa sayur, lalu juga nggak minum jus,” kata Ayya.


“Makan sayurannya besok aja ya? Kamu bikinin salad atau jus. Sekarang kita makan ikan bakar, ayam bakar, atau iga bakar. Sate juga bolehlah. Mas lagi kepengen itu,” kata Mukti menawar perintah calon nyonya.


“Ya sudah, iga bakar aja. Kalau iga bakar kan ada sayuran yang buat steaknya. Nanti makan sayuran dari sana,” Ucap Ayya.


“Kamu tadi siang sudah makan?” tanya Mukti. Dia jadi sedih kalaua ingat tadi siang kalang kabut cari Ayya yang pergi tak pamit.


“Sudah, tadi di rumah teman aku makan gado-gado. Tapi ya nggak enak seperti biasa. Karena gado-gado siram. Kurang sedap rasanyam” jawab Ayya.


Memang tadi Ayya beli gado-gado siram saat makan berdua dengan Wayan padahal Wayan masak sayur bening.


Mukti membawa Ayya makan iga bakar di tempat yang berbeda dengan saat dia bertemu dengan Carlo dulu.


“Wah ada pasangan serasi rupanya,” kata seseorang saat Ayya sedang menulis pesanan makanan yang hendak dia beli.

__ADS_1


“Eh kak Lingga, sini kak duduk bareng kami,” tawar Ayya pada Lingga dan dua orang teman perempuannya


“Enggak lah. Kami bertiga nanti mengganggu kalian,” kata Lingga. Dia sadar diri Mukti tak menyukainya. Terlebih ketika Mukti sudah tahu bahwa dia mencintai Mukti.


“Nggak ganggu kan Mas?” kata Ayya minta persetujuan dari Mukti.


“Benar kata tunangankum kami nggak keganggu kok kalau kalian ikut makan bareng kami,” kata Mukti. Dia sengaja menekankan kata-kata tunanganku, agar semua tahu kalau dia sudah ada pemiliknya.


“Wah selamat ya, sudah tunangan.” kata Lingga. Dia kaget mendengar kata-kata itu karena di komunitas seniman belum ada info ini.


“Baru depan orang tua aja kok Mbak,” kata Ayya, dia tak mau nanti ada rumors bahwa mereka hanya pura-pura.


“Kemarin pas di Jakarta saat keluarga ngumpul kami melakukannya. Baru antar keluarga aja jadi memang belum ada  pemberitahuan ke luar. Rencananya kami nggak ingin bikin pertunangan resmi. Kami nanti langsung akan menikah aja,” kata Ayya.


Dua teman Lingga langsung duduk di situ mereka ingin tahu tentang Mukti karena mereka sering mendengar Lingga menceritakan siapa itu Mukti dan bagaimana Lingga sangat terobsesi mencintai Mukti jadi Lingga tak enak kalau tak mau bergabung di situ.


“Silakan pesan Mbak, campur aja di sini,” kata Ayya menyerahkan buku kecil untuk pesan menu.


“Enggak kami pesan di kertas lain saja,” kata temannya Lingga.

__ADS_1


“Biar pesanan kalian duluan saja,”


“Sudah Yank, kasihkan aja pesanan kita duluan,” ujar Mukti, sambil memegang jemari kirinya Ayya.


“Mbak Lingga dari mana nih?” tanya Ayya.


“Tadi abis beli alat-alat melukis, cat, kanvas dan apa yang habis. Kalian sendiri dari mana?” tanya Lingga.


“Kami baru tadi pagi sampai di Denpasar, lalu mampir di galeri Denpasar sekarang baru mau balik ke Uluwatu,” jawab Ayya.


“Kalian habis dari Jakarta?” tanya Lingga. Dia ingat Made pun datang ke Jakarta di acara pernikahan kakaknya Mukti.


“Benar Mbak kami baru pulang dari pernikahan mas Sonny, sekaligus tunangan kami,” kata Ayya sambil menatap balik Mukti yang sejak tadi tak pernah berpaling dari wajahnya.


‘Rupanya Mukti gerak cepat, takut di tikung lagi sama orang lain seperti artis yang kemarin,’ batin Lingga.


“Aku tunggu undangannya ya,” hanya itu yang Lingga bisa katakana. Bahkan dia tak memberi ucapan selamat atas pertunangan Mukti dan Ayya.


“Pasti semua aku undang kok,” kata Mukti.

__ADS_1


“Iya kan Yank?” Ayya hanya tersenyum mendengar kata-kata Mukti.


‘Aku merasa Ayya berubah. Mengapa dia sejak tadi manis. Apa benar dia serius langsung tunduk dan tak menentang lamaranku kemarin? Sejak tadi dia sangat kooperatif. Aku harus was-was. Takutnya begitu aku lengah dia malah pergi. Hanya memberi angin surga saja.’ rupanya sejak tadi Mukti malah ketakutan melihat bagaimana Ayya menunjukkan kalau gadis itu membalas cintanya.


__ADS_2