CINTA TANPA SPASI

CINTA TANPA SPASI
PEMENANGNYA KELUARGA LUKITO ATAU ….


__ADS_3

“Kalau untuk jenis kelamin kan nanti Eyang, kalau sudah minggu ke-16. Sekarang baru minggu ketiga masuk ke empat,” kata Sonny tersenyum.


“Tebakanku menang keluarga Lukito,” kata Ayya.


“Feeling Mama juga, menang keluarga Lukito,” kata Ambar.


“Loh kok baby aku malah buat tebakan,” kata Sonny.


“Iya gara-gara Eyang nih,” timpal Adelia setuju dengan suami tercintanya.


“Ya apa pun atau siapa pun yang menang, tetap yang penting baby dan mamanya sehat,” ucap Abu. Dia ingat sangat lama untuk dapat kesempatan Ambar hamil.


“Aamiiin,” jawab semuanya.


Tentu saja semua bahagia mendengar kabar dari Sonny dan Adelia. Pantas tadi waktu baru turun Sonny bilang jangan cepat-cepat, malah ternyata Adelia-nya lari.


“Ya ampuuuuuuuun Yu. Plattingnya seperti di hotel bintang lima aja,” puji Adelia melihat penampilan cantik iga bakar dalam beberapa piring.


“Pujiannya disimpan dulu sampai menyicipi rasanya,” kata Mukti bangga dengan hasil masakan kekasih hatinya.


“Ayu the best deh pokoknya,” kata Sonny. Dia mengambil potongan lontong yang sudah disiapkan oleh Bu Parman juga kuah gule dan dia pilihin kambingnya yang bagian tulangan karena lebih suka mengambil daging di sela-sela tulang juga menyesap-nyesap tulangan.


“Lebih nikmat grogoti tulangan daripada makan dagingnya,” kata Sonny saat ditanya Adelia mengapa malah pilh tulangannya.

__ADS_1


Adelia senang dengan kentang goreng gendut buatan Ayya benar-benar sangat dinikmati tentu dengan iga bakar dan sayuran steaknya yaitu kembang kol, wortel, buncis yang ditumis setengah matang menggunakan mentega. Benar-benar sangat nikmat.


“Akhirnya Papa ngerasain juga iga bakar buatan chef Ayu,” kata Abu saat mencicipi kelezatan menu yang tersedia.


“Iya ya Pa. Selama ini kita cuma disuguhi foto aja dari pulau seberang sana,” kata Aksa. Dia sedang makan gulai kambing.


Tentu saja Mukti tertawa ketika mereka menggodanya hanya mengirimi foto setiap hari.


“Pokoknya selama aku di sini kalian minta aja yang bisa aku masakin. Pas aku nggak sibuk pasti aku bikinin. Kalau aku sibuk nanti aku dimarahin sama bos aku. Kalau hari Sabtu dan Minggu pasti aku bikinin kok,” kata Ayya sambil makan steaknya.


“Yank, kalau di pameran hari Sabtu dan Minggu itu malah rame lho Yank,” ucap Mukti.


“Jadi aku masaknya kapan? Aku liburnya kapan? Kan hari Sabtu sama Minggu aku mau libur sama Sri,” ucap Ayya manja.


“Iya hari Sabtu sama hari Minggu kamu libur kok. Biar Mas saja sendirian yang di pameran sama teman-teman” balas Mukti.


Kalau buat Mukti asal Ayya berada di lingkungan keluarganya dia tidak ketakutan. Yang dia takutkan bila Ayya jauh dari pandangan matanya.


“Eh Kak, Mas Mukti bilang besok kami ikut pulang ke Jogja ya. Aku mau jalan-jalan dan ingin tahu kota Jogja,” Ayya memberitahu rencana Mukti.


“Asyik, beneran kamu mau ikut ke Jogja?”  balas Adelia.


“Iya, tapi mungkin cuma satu hari saja. Paling hari Senin sore aku pulang ke Solo,” kata Ayya. Dia tahu tak mungkin Mukti mengambil libur lama-lama. Walau pameran belum dimulai tapi pembicaraan pra pameran pasti butuh peran aktif Mukti.

__ADS_1


“Sip lah, jadi hari Senin nanti aku ambil libur. Kita jalan-jalan,” ungkap Adelia senang.


“Nggak usah Kak. Biar sama aku aja jalan-jalannya,” tolak Mukti cepat.


“Kakak habis perjalanan Jogja-Solo. Nanti terlalu capek. Jadi nggak perlu temani dia jalan-jalan. Biar aku saja,” kata Mukti lagi.


“Bukan nggak mau ditemani Kakak. Tapi jangan sampai Kakak kecapean,” ucap Mukti yang sekarang sangat luwes memanggil Adelia dengan panggilan KAKAK, tak seperti saat awal bertemu di Uluwatu dulu.


“Iya Bun, kamu di rumah saja, eh di kantor saja duduk manis dan nggak banyak bergerak,” kata Sonny. Dia juga setuju dengan Mukti yang melarang Adelia banyak bergerak.


“Wah kalau sudah berkolaborasi kayak begini aku pasti kalah,” jawab Adelia. Tentu saja Ambar tertawa.


“Sudah sekarang yang penting kalian makan puas-puas,” kata Angga.


“Besok pagi mau sarapan apa?” tanya Ayya.


“Aku pengennya bubur sumsum buatan Mama,” jawab Adelia cepat.


“Mantap,” kata Ayya.


“Aku juga mau banget. Buburnya gurihin banget Ma,” pinta Ayya. Ambar tersenyum mendengar permintaan kedua menantunya.


“Aku pengennya lontong opor,” jawab Sonny.

__ADS_1


“Nah mulai ini yang ngidam. Ayu buatkan lontong opor tuh,” pinta Adelia.


“Oke siap. Kayaknya ayam masih banyak di kulkas. Nanti aku bikinin bumbunya. Biar Bu Parman langsung beli lontong pagi-pagi. Jadi lontong opor pagi-pagi sudah siap,” jawab Ayya lagi.


__ADS_2