CINTA TANPA SPASI

CINTA TANPA SPASI
MINTA ADIK BAYI


__ADS_3

Jangan lupa selalu tunggu update terbaru.  Jangan ditinggalkan sebelum end ya. Karena ditinggal sedang sayang-sayangnya itu menyakitkan. Lope-lope sekebon buat semua pembaca novel yanktie.


Selamat membaca cerita sederhana ini.


\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


Arjun melihat Komang Ayu pergi membawa travel bag kecil. Dia masih duduk di cafe saat Komang Ayu berangkat bersama bosnya. Arjun juga melihat tas kerja Komang Ayu yaitu tas ransel laptopnya.


‘Salah aku juga sih, wong dia baru libur aku datengin,’ pikir Arjun dia bingung sekarang mau main ke mana. Akhirnya dia hubungi teman-teman saat masih SMA dulu yang berada di sekitaran Uluwatu agar bisa diajak silaturahmi dengan dirinya.


‘Ternyata aku ke Denpasar’, Ayya melihat arah yang dituju oleh Mukti. Dia menikamati suasana perjalanan dalam diam karena dia lihat wajah Mukti keruh. Ayya tak mengerti mengapa wajah bossnya seperti air kopi yang baru diaduk, belum mengendap ampasnya.


“Sudah lama?” tanya Mukti pada Made pemilik galery yang dia datangi.


“Baru,”  jawab Made sambil mengulurkan tangan pada sahabatnya.


“Memang kamu dari mana kok baru datang? Dari rumahmu kesini kan dekat, koq tadi bilang kemungkinan telat?” tanya Mukti bingung akan pesan yang Made kirim saat dia sudah di jalan tadi.


“Aku dari rumah, jagoan agak sedikit rewel tadi saat aku mau tinggal,” keluh Made tentang anak sambungnya.


“Memang Pram kenapa?” tanya Mukti.


“Kemarin di sekolahnya ada yang punya adik bayi dan dia minta agar punya adik bayi juga seperti temannya. Aku dan biyung serta ajik  bingung gimana caranya nerangin bahwa punya adik bayi tidak semudah itu.”


“Ya sudahlah kamu segera menikah lagi agar anakmu punya adik bayi,” usul Mukti.


“Enggak semudah itulah. Calon ibunya Pram harus mencintai Pram seperti mamamu mencintai dirimu. Dan harus kosong dua tahun setelah kami menikah baru punya anak agar Pram tak langsung punya adik dan perhatian istriku hanya untuk anaknya, tidak untuk Pram,” jawab Made memberitahu keputuskannya bila ingin menikah lagi.

__ADS_1


“Eh lupa, ini kenal kan Komang Ayu yang aku ceritakan. Wayan tentu suah cerita bertemu dengannya di Solo.” kata Mukti. Made dan Komang Ayu pun berkenalan.


Tak lama beberapa temannya Mukti datang. Tak ada pembahasan formal, rupanya mereka hanya kongkow  atas permintaan Mukti. Komang Ayu hanya duduk bersama beberapa pegawainya Made sampai makan siang. Komang Ayu juga ikut membantu pegawainya Made menyiapkan makan siang.


“Mas Mukti mau ini?” tanya seorang gadis manis yang sejak datang selalu cari perhatian Mukti. Dia seorang pelukis muda perempuan berbakat bernama Ni luh Sarasvati. Pernah pameran bareng dengan Mukti dan Made.


“Maaf, saya ambil yang saya suka. Tak perlu disodori, saya akan ambil sendiri,” jawab Mukti sambil mengambil ponsel dari sakunya.


“Kenapa Mas?” tanya Ayya yang langsung menghampiri Multi begitu mendapat missedcall dari Mukti.


“Kamu sudah makan?”


“Baru mau ambil makan bersama teman-teman di belakang,” jawab Ayya,


“Makan di sini, kamu ambil makanan sana dan duduk di kursi sebelahku ini,” Mukti menaruh ponselnya di kursi kosong sebelahnya sebagai penanda kursi tersebut ada pemiliknya. Tentu saja Ni luh Sarasvati tak suka melihat hal tersebut.


“Komang,” sapa Wayan.


“Sejak tadi, kata Mukti kamu di belakang jadi aku belum lihat kamu,” Wayan mengambil makanan di belakang Ayya. Dan begitu selesai Ayya sengaja menunggu Wayan.


“Disana Kak, pak Mukti ada disana,” Ayya mengajak Wayan ke kursi tempat Mukti tadi menyuruh dia untuk duduk.


“Akhirnya ketemu juga,” ucap Wayan.


“Ha ha ha, kamu kangen dia?” goda Mukti.


“Iya lah, siapa yang enggak kangen? Ya kan Komang?”

__ADS_1


Ayya hanya tersenyum. Dia duduk disebelah Mukti dan makan dalam diam. Mukti asyik bicara dengan Wayan dan Made.


“Sini aku kembalikan piringnya,” pinta Ayya ke Mukti saat dilihat Mukti telah menghabiskan makanan dalam piringnya. Ayya mengambil dua mangkuk puding. Yang satu banyak fla, yang satu standart.


“Mau yang banyak fla atau yang biasa?” sodor Ayya pada Mukti.


“Ha ha ha, kamu sudah tahu ya kegemaran Mukti,” goda Made karena Mukti mengambil puding dengan banyak fla.


“Mama yang kasih tau,” jawab Ayya. Ayya tahu Made juga kenal dekat dengan mama Ambar.


“Menantu idaman, sudah akrab dengan calon mertua,” goda Wayan.


“Buat mama yang anaknya bukan aku, tapi dia,” jawab Mukti.


Ni luh Sarasvati memperhatikan perempuan dengan penampilan sederhana yang digoda 3 lelaki itu. Dia merasa tak kalah cantik dan sudah kenal Mukti lebih dulu. Tentu dia tak mau kalah dengan anak kemarin sore yang tiba-tiba ada diantara dirinya dan Mukti.


“Aauuw,” pekik Ayya kaget.


“Maaf,” Saras meminta maaf dengan sungguh-sungguh karena menabrak Ayya yang sedang membawa kopi untuk Mukti, Made dan Wayan juga 2 orang rekan lainnya. Baju Ayya kotor, basah dan tentu dia kena kopi panas.


“Ayyaaa!” pekik Mukti yang langsung bereaksi mendengar pekikan Ayya. Wayan dan Made berpandangan mendengar panggilan khusus Mukti buat Komang Ayu.


Wah bakal ada perang nih, Saras kayaknya gerak cepat secara frontal ya? Kira-kira gimana tubuh Ayya yang kena kopi panas?


\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


Biar bisa lihat promo novel yanktie, add FB dan IG yanktie yaaaa, semua nama sama dengan napen koq.

__ADS_1


Sambil menunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel karya yanktie yang lain dengan judul TELL LAURA I LOVE HER yok.



__ADS_2