
“Hari Sabtu lalu Mukti dijebak oleh orang yang sampai saat ini kita belum tahu siapa oknum tersebut. Mas dan teman-teman sedang menyelidiki.”
Lalu mengalirlah cerita bagaimana Mukti dan Wayan yang ingin makan siang menghampiri Made hingga akhirnya terjebak di sebuah kamar hingga keesokan harinya.
Sonny juga bercerita bagaimana Abu, Ambar dan dirinya mendapat video dari Ayu tapi eyang Angga tidak dikirimi video. Begitu pun dengan Aksa. Ayu hanya memberi kepada mereka bertiga saja.
“Rupanya Ayu mengirim saat dia sudah pergi dari rumah. dia bawa semuanya dan dia tinggalkan laptop, handphone yang dari Mukti serta cincin tunangan mereka. Akhirnya saat itu Mukti teriak. Mama pikir dia nggak apa-apa. Itu terjadi hari Rabu malam. Hari Kamis Mukti mungkin mulai sakit tapi dia masih mencoba bertahan. kemarin dia hubungi Mas, dia bilang kemungkinan orang yang mengambil keuntungan dari perpisahan dia dan Ayu adalah Carlo dan Arjun. Orang yang mencintai Ayu, jadi Mas sedang selidiki mereka berdua,” ucap Sonny. Dia lihat sejak dia cerita Adelia stop tidak makan anggurnya lagi. Sonny melihat ada duka di mata istrinya.
“Mukti juga minta agar dapat rekaman CCTV cafe tempat kejadian karena Made, Wayan dan Mukti makan 1 ayam panggang utuh bertiga sehingga mereka bertiga itu langsung kena. Di situ kayaknya ada sesuatu ditaruh di ayam panggang. Entah itu berupa apa. Kalau ditaruh di minuman tentu hanya Mukti saja yang kena yang lainnya nggak kena.” “Tapi ini ketiga-tiganya kena berarti ditaruhnya di makanan karena minuman mereka kan berbeda.”
“Tadi pagi wawancara tersebut sebelum jumatan. Mukti sudah minta diri dan kejadiannya begitu selesai wawancara. kamera masih live, jadi semua akhirnya viral. Kalau saat itu sudah tidak live tentu tidak viral,” kata Sonny.
__ADS_1
“Memang video yang Ayu kirim video apa?” tanya Adelia.
“Videonya sangat vulgar. Dan nggak baiklah buat kamu tonton. Lebih baik tidak usah. Mama juga nggak kasih video itu ke Aksa karena benar-benar itu real antara Mukti dengan perempuan tersebut.”
“Siapa perempuan itu? Apa dia cari keuntungan?”
“Sepertinya enggak. Dia juga sama-sama korban. Dia masih virgin. Kelihatan di video itu dan benar-benar saat kejadian itu di zoom. Saat 2 alat pertempuran bertemu! Sangat menjijikkan kalau kita lihat seperti itu,” kata Sonny.
“Mukti sudah bilang dia baru ketemu satu kali saat mereka bertempur di ranjang. Sebelumnya belum pernah bicara apa pun dan belum kenal dengan perempuan itu. Sehingga Mukti juga nggak mau kalau disuruh menikahi. Dia nggak tahu karakter orang itu. Menikah buat kami itu sekali seumur hidup. Masa dia mau bertahan sama orang yang dia tidak kenal sama sekali hanya karena dijebak melakukan perbuatan suami istri? Kan nggak lucu. Dan dia juga sudah ancam sama perempuan itu kalau sampai perempuan tersebut minta atau menuntut pernikahan dia akan kabulkan dengan catatan dia akan bunuh diri di depan penghulu saat akan akad nikah. Sehingga semua orang akan tahu bahwa Mukti itu dipaksa untuk menikahi perempuan tersebut.”
“Jadi dia juga korban?” kata Adelia.
__ADS_1
“Dia juga korban, tapi bukan karena dia korban dia bisa masuk ke keluarga kita. Aku nggak rela mama menerima dia dengan terpaksa. Sekarang saja mama sudah sangat terluka karena Ayu menghilang.”
“Sampai sekarang Ayu belum ketahuan di mana?” kata Adelia.
“Belum. Belum ada yang tahu di mana Ayu. Mukti sudah ngaduk-ngaduk Bali tapi belum kelihatan. Mukti juga sudah memantau kafe tempat Ayu kerja dulu di Jakarta belum ada tanda-tanda apa pun.”
“Mas lupa dia punya keluarga ibunya dari Banyuwangi?” tanya Adelia.
“Astagfirullah, aku lupa. Nanti aku akan bilang dan aku akan suruh orang untuk mencari berita tentang Ayu di Banyuwangi,” kata Sonny.
Memang kalau urusan begini Adelia itu sangat tajam sama seperti dengan Ayu. Ayu juga teliti kalau soal seperti ini. Itu sebabnya pelariannya tak mudah di telisik karena dia cermat dan tak ingin mati langkah.
__ADS_1