CINTA TANPA SPASI

CINTA TANPA SPASI
CURHATAN TENGAH MALAM


__ADS_3

Ambar meminum air putih yang sejak di kamar memang hendak dia teguk.


“Dari tiga anak Mama Mukti itu yang paling perasa, mungkin karena jiwa seninya membuat dia lebih peka dari dua anak kandung Mama.” Ambar tahu Ayya sudah tahu sejarah hidup Mukti. Karena Mukti bilang dia telah berterus terang dari A sampai Z ke Ayya tanpa ada yang ditutupi.


“Dari tiga anak Mama, Mukti pula yang paling dekat dengan Mama. Semua dia ceritakan ke Mama baik itu perasaannya, kekecewaannya  dan kebahagiaannya. Semua dia bagi buat Mama, kecuali masalah Vio!”


“Saat dia jatuh cinta pada Vio dia tak cerita apa pun pada Mama. Entah mengapa. Sampai dia patah hati karena kecewa pada Vio, Mama hanya melihat waktu itu dia langsung menjadi murung dan pendiam. Mama tidak melihat gejolak cinta ketika dia jatuh cinta pada Vio. Tak ada ekspresi bahagia atau melankolis yang biasa terlihat dari orang yang sedang jatuh cinta. Mama hanya melihat saat dia terpuruk setelah kejadian dia tahu Vio menggugurkan kandungan anak mereka.”


“Waktu itu Mama belum tahu alasan Mukti terpuruk, Mama baru tahu tahun lalu. Dulu saat terpuruk Mukti langsung kabur ke Paris dengan alasan kuliah.”

__ADS_1


“Dia tak pernah mau pulang selama 4 tahun. Jadi Mama yang selalu ke sana untuk mengobati rindu.”


“Dia selalu cerita apa pun kecuali Vio. Bukan mau membandingkan kamu dengan Vio sama sekali bukan tapi ini adalah latar belakang cerita Mama.”


“Waktu Mukti mulai menolong kamu, dia mulai terlihat rona bahagia di wajahnya. Mama kembali melihat putra Mama hidup. Ekspresi wajahnya, tawanya dan semua keceriaannya mulai terlihat lagi padahal saat itu dia sedang terlilit masalah pelik dengan Vio. Dan baru saja kembali di terima keluarga Lukito.”


“Dan yang lebih membuat Mama bahagia adalah dia selalu menceritakan apa pun tentang kamu. Bagaimana polah tingkah kamu yang lugu dan dia juga mengatakan sejak awal kalau dia sayang kamu tapi tak berani mengungkapkan.”


“Akhirnya Mukti cerita ke Mama kalau dia sudah mengungkapkan perasaannya ke kamu waktu di Solo. Tentu Mama bahagia. Mama berharap Mukti segera menemukan tambatan hatinya.”

__ADS_1


“Tapi Mama belum pernah mendengar dia cerita kalau kamu mau menerima dia!”


“Sampai kejadian saat kamu terluka di Bali. Kalau saat itu bukan persiapan pernikahan Mas Sonny, Mama ingin rasanya langsung terbang memeluk dia seperti biasa. Mama merasakan bagaimana depresinya dia mengetahui kamu terluka.”


“Dari sini kamu bisa menangkap kan apa maksud Mama cerita tentang Vio tadi. Jelas perbedaan cinta antara dari Mukti ke Vio dengan dari Mukti ke kamu!”


“Mama pikir alau ke Vio itu lebih pada gejolak yang memenuhi emosi. Tidak ada dari perasaan yang dalam. Itu sebabnya Mukti tidak cerita ke Mama karena tak dia anggap penting. Beda dengan ke kamu. Perasaan cintanya itu dari lubuk hati dia yang paling dalam sehingga dia menceritakannya pada Mama. Hanya Mama satu-satunya teman curhat dia.”


“Bukan Mama ingin menekan supaya kamu menerima dia, tidak! Sama sekali tidak. Kalau pun kamu tidak terima dia kamu tetap anak Mama.”

__ADS_1


“Iya Ma aku mengerti kok. Tapi aku punya trauma yang sangat dalam dengan status percintaan antara majikan dan pembantunya,” bisik Ayya lirih.


“Maksudmu?”


__ADS_2