CINTA TANPA SPASI

CINTA TANPA SPASI
SALAH CARI MUSUH


__ADS_3

Ayya tak percaya bajunya full basah dengan ice cream. Semua lengket dan warnanya adalah coklat. Dan mangkoknya itu persis tumpah seperti gelas kopi waktu tumpah ke dadanya. Bukan miring atau dari samping tapi seperti memang ditaruh di dadanya.


“Maaf ya, maaf. Saya nggak sengaja,” kata perempuan itu itu terbata.


“Eh ternyata Komang. Komang maaf banget ya. Saya beneran nggak sengaja loh,” ujar Sekar Ayu yang baru tadi kenalan saat Komang Ayu belanja di supermarket.


“Nggak apa-apa,” jawab Komang Ayu walau dia menggigil dan sangat malu karena badannya basah semua terlihat dua puncak gunung merapi yang tercetak jelas di dadanya.


“Tolong temukan saya dengan manajernya,”  Mukti tidak menghampiri Sekar dan Ayya, tanpa basa-basi dia langsung minta pada waitress di situ.


“Ada perlu apa ya Pak? Kenapa ingin bertemu dengan manager kami?” waitress takut bila harus memanggil manager.


“Kamu pertemukan saya dengan manajer atau cafe ini saya acak-acak,” ancam Mukti tegas tapi tidak dengan volume keras. Dia malah setengah mendesis dekat telinga waitress itu. Dia masih bicara menekan volume suaranya.


“Baik Pak sebentar saya panggilkan Ibu manager.”

__ADS_1


“Iya Pak. Ada apa ya? Ada yang bisa saya bantu?” kata perempuan berumur sedikit lebih tua dari Sonny.


“Calon istri saya barusan mengalami kejadian yang tidak enak yaitu tubuhnya disiram dengan satu mangkok besar es krim. Saya yakin ini disengaja karena itu saya minta rekaman CCTV. Kita lihat semuanya atau saya acak-acak cafe ini,” kata Mukti sambil memberikan kartu nama miliknya.


Siapa yang tak kenal Lukito Harjomukti? Nama klan Lukito itu sangat menakutkan buat semua pengusaha baik di Jakarta maupun di Bali. Tentu di Solo belum terimbas dengan gaung nama besar itu. Tapi untuk Bali dan Jakarta klan Lukito itu sangat besar gaungnya.


“Waiters tolong bantu belikan baju ganti asal aja yang penting calon istri saya bisa bersih dan kering pakaiannya,” Mukti mengeluarkan uang merah 2 lembar untuk waitress membeli pakaian kering disekitar situ.


“Maaf ya Komang, maaf.” ucap Lingga terbata.


“Kamu Lingga! Jangan melarikan diri. ke mana pun. Tunggu saya di situ. Saya berurusan dulu dengan manajer. Habis itu kita hitung-hitungan. Ke lubang semut pun kamu akan saya kejar!” ucap Mukti keras dan didengar semua pengunjung.


Mukti langsung masuk ke ruangan manager cafe dan melihat tiga monitor CCTV di ruangan manager.


Mukti langsung menghubungi Pak Putut, Made, Wayan.

__ADS_1


“Maaf nanti pengacara saya yang urus kalau sampai video CCTV ini tidak diberikan Ibu akan tanggung akibatnya!” ucap Mukti setelah menghubungi pak Putut.


Setelah menghubungi Pak putu di depan Ibu manager tersebut Mukti juga menghubungi Made dan Wayan. Sayang Made tak bisa dia hubungi.


“Aduh ada apa lagi?” pekik Adelia saat mendengar Mukti cerita Ayya mengalami serangan lagi dari seorang perempuan yang baru dia kenal di supermarket beberapa jam yang lalu.


“Keponakannya dia itu naksir aku. Bukan naksir pribadiku, tapi dia naksir hartaku. Sekarang Pak Putut sudah aku telepon. Jadi Papa nggak perlu telepon Pak Putut. Nanti biar Pak Putut yang berhubungan dengan manajer cafe sini Pa,” kata Mukti.


“Kalau begitu kalian sejak sekarang pakai bodyguard ke mana pun. Papa nggak mau tahu, setiap kamu keluar kamu nanti hubungi dia. Di rumah nggak perlu pengawalan. Nanti Papa kasih nomor. Pokoknya setiap keluar ke mana pun walau cuma ke pasar harus ada dua body guard buat kawal kalian,” kata Abu. Dia sangat takut rencana pernikahan Mukti bisa gagal.


Wayan dan Indra yang sedang dekat lokasi situ tiba dengan cepat dia melihat Lingga yang sudah pucat pasi, dengan seorang perempuan yang bersamanya.


“Kamu bikin persoalan apa dengan Mukti?” tanya Indra geram.


“Aku bener-bener nggak berbuat apa pun. Aku benar-benar nggak ngapa-ngapain,” kata Lingga terbata-bata dan matanya mulai berair.

__ADS_1


 Saat itu Pak Putut masuk ke cafe bersama dua orang polisi perempuan. Dan empat polisi laki-laki menunggu di depan pintu cafe. Lingga dan Sekar sangat lemas dan kaki mereka serasa tak bertulang.


__ADS_2