
"Dia cerita nggak Ma kaburnya ke mana?”
“Dia bilang sih dia ke Banyuwangi dan sebagainya karena dia ke pesarean mbahnya segala. Betul tebakan Adelia bahwa pasti Ayu ke sana. Tapi untuk menetapnya kita nggak ada yang tahu sampai sekarang. Bahkan Wayan papanya saja nggak di kasih tahu.”
“Tadi Mama sudah minta sama dia …, tunggu-tunggu salah. Mama lupa,” kata Ambar. Awalnya dia mau cerita sudah minta nomor ponsel yang sudah mengirimi Ayu video.
“Jadi kan tadi Selasa siang dia sudah dapat video kan. Ternyata Ayu itu nggak tahu kalau Mukti tidak dapat video. Jadi yang dapat kiriman itu cuma Ayu kan? Mama bilang kenapa orang tersebut cuma kirim Ayu? Apa orang tersebut mau merusak Ayu? Begitu Mama bilang ke dia. Terus Mama minta lah nomornya si pengirim video itu.”
“Ayu ganti nomor ponselnya Pa. Rupanya selama ini Ayu ganti nomor. Saat nomor lama aktiv pas si Carlo telepon Ayu. Tapi tak Ayu angkat.”
“Lalu Ayu kirim nomor ponsel pengirim video. Sekarang Mama sudah pegang nomor itu. nanti kita hubungi Sonny. Ternyata katanya Ayu tiap hari Carlo telepon seakan-akan dia tahu bahwa Mukti sama Ayu sedang tidak baik-baik saja. Mama nggak tahu ya Pa benar apa enggaknya. Ayu bilang tiap hari Carlo telepon. Tapi Mama yakin Ayu enggak bohong.”
“Saat Ayu mau matikan telepon masuk teleponnya Mukti. Ayu bilang kemarin dia sudah tak sengsaja ngangkat teleponnya Mukti. Tapi Mukti nggak cerita sama kita. Tadi pun sampai tiga kali baru Ayu angkat karena Mama sarankan mereka bicara.”
__ADS_1
“Mama dengar apa yang Mukti katakan bahwa dia hanya salah di bohongnya bahwa dia ada di pameran. Tapi yang lainnya Mukti nggak salah karena Mukti sama sekali tidak melakukan atas dasar kesadarannya. Atau atas suka sama suka. Tapi intinya Mukti bilang dia nggak ada harapan hidup lagi kalau memang Ayu tidak mau kembali sama dia. Mukti bilang dia akan pergi. Yang Mama pikir pergi itu pasti bukan yang baik-baik saja. Mama yakin karena Mama lihat sudah tidak ada cahaya kehidupan di jiwanya. Mungkin dia sudah sangat putus asa.”
“Waktu Mukti dibilang sudah biasa tidur dengan perempuan saja dia langsung demam tinggi yang bikin Mama ke Bali. Terlebih-lebih sekarang dia merasa Ayu itu menganggapnya sangatnista. Makanya jantungnya sampai lemah seperti sekarang. Itu yang Mama tahu Pa.”
“Papa sekarang urus sama Sonny bagaimana ini nomor dilacak. Nomor pengirim pertama video itu ke Ayu.”
Tanpa menunda bahkan tanpa di suruh Abu langsung menghubungi Sonny begitu tahu Ambar punya nomor pengirim video ke nomoe Ayu.
Abu menceritakan semua yang Ambar ceritakan bahwa Ambar baru bertemu dengan Ayu tapi Ayu tidak memberitahu di mana dia tinggal.
“Kamu mau kita kehilangan dia untuk seterusnya? Jangankan untuk ngikutin dia kalau ada yang ngikutin Mama saja dia bilang berarti hubungan kita semua finish. Mama nggak mau kehilangan dia. Mama sudah bilang walaupun dia nggak jadi sama Mukti, dia tetap anak Mama,” kata Ambar.
“Nggak bisa begitu Ma. Kata Adelia apa pun caranya Ayu itu jodohnya Mukti. Walau memang jalannya berliku tapi mereka jodoh kok,” tegas Sonny yakin dengan pandangan istrinya.
__ADS_1
“Kalau adikmu belum bunuh diri,” jawab Abu.
“Kok Papa bilangnya begitu?” tanya Sonny.
“Dia sudah menyiratkan kata-kata itu berkali-kali baik ke Mama maupun ke Ayu,” kata Ambar.
“Astagfirullah, bagaimana terusnya?” tanya Sonny. Ingin rasanya dia langsung on the way ke Solo. Tapi kakinya sedang terikat dengan awal kehamilan Adelia. Dia tak mau kehamilan itu terganggu.
“Pada dasarnya Ayu sih nggak apa-apa dengan kesalahannya Mukti. Maksudnya ya dia ngertiin lah itu bukan kemauannya Mukti juga bukan kelakuannya Mukti.”
“Yang tidak bisa Ayu ke samping kan adalah di dalam benaknya, di dalam ingatannya, ada video itu. Itu yang tidak bisa Ayu hapus sehingga dia tak sanggup bersama Mukti.”
“Pakai hypnoterapi saja Ma. Nanti aku bilang sama Adel buat menghapus kotoran buruk itu dari benaknya Ayu,” ucap Sonny yang menganggap bayangan di benak Ayu adalah kotoran.
__ADS_1
“Ayu sudah bilang tadi sama Mama okelah dia memaafkan soal Mukti misalnya tentang kelakuan itu tapi bayangan video itu yang sangat vulgar nggak mungkin kehapus itu yang Ayu bilang tidak bisa dia bersama Mukti karena ada hambatan itu siapa pun pasti sama sependapat sama Ayu kalau memang perempuan normal,” kata Ambar.