
Jangan lupa selalu tunggu update terbaru. Jangan ditinggalkan sebelum end ya. Karena ditinggal sedang sayang-sayangnya itu menyakitkan. Lope-lope sekebon buat semua pembaca novel yanktie.
Selamat membaca cerita sederhana ini.
\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~
“Papa hari ini mau pakai mobil?” tanya Mukti.
“Kamu mau pakai mobil?” Abu malah balik bertanya.
“Kalau Papa mau pakai, ya aku naik taxi online saja,” jawab Mukti.
“H ari ini mobil Papa dan mobilnya mama datang. Kamu bisa pakai mobil mama kalau memang mau nunggu, tapi kalau kamu terburu-buru pakai aja mobil itu. Papa nunggu mobil datang. Itu alasan Papa pulang, karena mobil Papa dan mobil mama datang hari ini,” kata Abu.
“Paling kami nanti pergi cari barang-barang isi kamar, baik isi kamar Papa mau pun isi kamar yang lain, seperti isi kamarnya Mas Sonny, kamar Aksa dan eyang. Kalau isi kamarmu silakan kamu urus sendiri aja,” ujar Abu. Saat itu Ambar datang membawakan teh untuk suaminya.
“Ih aku sih isi kamarnya ngikutin mama aja, aku enggak mau atur sendiri,” tolak Mukti.
“Kamu sejak dulu selalu mamamu yang dijadiin acuan,” protes Abu.
“Ya biarin lah, aku anak Mamaku. Biar Mama yang atur kamar aku. Aku enggak mau milih sendiri. semua harus pilihan Mama,” jawab Mukti. Ambar hanya tersenyum melihat bagaimana anaknya memang lebih senang kalau dia yang pilih.
Sedang Ayu baru tahu bagaimana kalokannya Mukti terhadap Ambar padahal Ayu sudah tahu kalau Mukti itu bukan anak kandung Ambar atau Abu.
“Ayya, kamu sudah siap?” tanya Mukti, dia menghampiri Ayu di ruang belakang.
“Sudah Pak,” jawab Ayya.
__ADS_1
“Jangan lupa bawa tas kerjamu, kita berangkat 10 menit lagi,” kata Mukti
“Baik Pak,” jawab Ayya.
Ayu mengambil ransel laptop untuk mulai berangkat kerja, jadi setiap kerja dia membawa ransel laptop saja. Dompet dan chargernya pun ditaruh di ransel laptop.
“Ma aku pergi dulu ya, pak Mukti bilang 10 menit lagi aku harus sudah siap,” pamit Ayu pada Ambar yang sudah mulai membuat daftar yang harus dia beli.
“Enggak makan siang dulua aja?” tanya Ambar.
“Pak Mukti bilang harus segera berangkat karena sudah ditunggu temannya Ma.”
“Mama belum punya nomormu, tulis nomor ponselmu di sini. Mama bisa hubungi kamu kalau Mama butuh sesuatu,” pinta Ambar pada Ayu.
Ayu pun menulis nomor ponselnya di ponsel Ambar.
Ambar langsung melakukan panggilan pada nomor yang Ayu berikan barusan. “Itu nomor telepon Mama, kamu save ya.”
“Iya Ma, aku akan save,” kata Ayu.
“Aku berangkat ya Ma,” pamit Ayu. Dia langsung mencium punggung tangannya Ambar.
“Pak saya pamit dulu,” kata Ayu pada Abu tanpa berani memberi salam.
“Iya hati-hati.” Ayu tak berani bersalaman dengan Abu takut ditolak.
Tapi Ayu melakukan cium pada punggung tangan Angga saat pamit.
__ADS_1
“Pamit dulu ya Eyang,” kata Ayu.
“Hati-hati ya dan ingat kalian enggak boleh telat makan dan kamu yang harus selalu mengingatkan Mukti. Mukti itu kalau sudah kerja lupa makan,” pesan eyang Angga.
“Baik Eyang,” jawab Ayu.
“Apa pak Mukti punya obat yang harus dikonsumsi rutin?” tanya Ayu.
“Kayanya sih enggak,” jawab Angga.
“Tapi mulai sekarang dia harus mulai minum suplemen agar dia tidak gampang sakit. Kamu tanyakan suplemen apa yang bagus buat dia pada Adel. Kamu minta nomor Adel di Ambar dan bilang disuruh Eyang suruh belikan suplemen buat Abu eh buat Mukti,” kata Angga.
“Iya Eyang, nanti aku minta ke mama nomornya Kak Adel buat minta suplemen agar diminum pak Mukti secara rutin,” kata Ayu.
“Ya harus seperti itu, karena kamu adalah yang akan mengurus dia 24 jam. jadi harus concern terhadap kesehatannya.”
“Iya Eyang,” jawab Ayu.
“Bu Parman saya berangkat dulu ya,” kata Ayu. Dia tadi sudah berkenalan dengan Bu Parman saat baru datang ke rumah ini.
“Iya mbak Ayu, hati-hati,” jawab Bu Parman. Begitu Mukti keluar rumah, Ayu langsung berdiri dan siap berangkat.
\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~
Sambil menunggu yanktie update bab selanjutnya, mampir ke novel karya yanktie yang lain dengan judul LOVE FOR AMOR yok.
__ADS_1