CINTA TANPA SPASI

CINTA TANPA SPASI
TANGISAN DUA WANITA TERCINTA


__ADS_3

Ambar terharu mendengar sejarah hidup Ayya yang baru kali ini dia dengar. Ternyata Ayya sangat menderita karena punya mama kandung yang sangat kejam. Untung hal itu tidak dia lakukan pada Mukti. Sejak menerima Mukti di hari kedua bayi itu lahir, Ambar menyayangi Mukti tanpa pernah berpikir kalau Mukti adalah duri dalam rumah tangganya. Karena saat menerima bayi itu Ambar dan Abu masih percaya Mukti adalah anak Abu dan Witri.


“Bagaimana mungkin itu akan terulang sama dirimu sayang? Sedangkan Mukti tidak punya istri seperti Dewi. Dan bagaimana itu bisa terulang kalau kondisinya tidak sama seperti ibumu dan papamu. Ibumu dan papa mu melakukan cinta yang tersembunyi sedangkan kamu tidak.” Ambar berupaya meredam rasa takut Ayya.


“Semua memang mengatakan seperti itu Ma. Tapi aku aja yang tetap tidak berani. Aku tidak berani membuka zona aman ku sekarang. Aku aman sendirian. Aku tetap takut kejadian ibu dan papa terulang. Trauma itu masih ada sampai saat ini. Bagaimana aku dijadikan pembantu oleh mamaku sendiri.”


“Tentu saat itu aku tidak tahu bahwa aku adalah anak adopsi. Aku dibentak dan disuruh melakukan hal-hal yang tidak umum untuk anak berumur 4 tahun. Aku benar-benar hanya pembantu di mata mama yang aku anggap mama kandungku. Aku malah mendapat cinta tulus dari ibu pengasuhku yang aku panggil ibu Sukma.”


“Aku bawa baru mengerti saat aku sudah SD bahwa aku memang bukan anaknya Bu Dewi, tapi aku anak kandungnya by Sukma. Aku baru bisa nyaman hidup setelah jauh dari bu Dewi. Tak ada lagai ketakutan dibentak, disiram air minum atau perbuatan kasar lain dari mama selain tentunya cacian kasar. Aku bahagia dengan dekap hangat ibu dan tutur kata lembutnya.”

__ADS_1


“Tapi trauma itu tetap ada Ma. Itu yang membuat aku sangat takut berkomitmen terlebih dengan seorang majikan.”


“Dari cinta ibu Sukma pula aku mendapatkan semuanya. Itu sebabnya aku rela tidak makan di Jakarta yang penting aku bisa mengirimkan uang untuk ibu karena cinta ibu adalah segalanya buatku. Aku tak butuh cinta lain.”


Ambar berdiri memeluk Ayya dia tak percaya kisah hidup anak angkatnya itu sangat menyakitkan.


“Iya Ma. Terima kasih atas cinta tulus Mama. Aku merasa bersyukur bertemu dengan Mama dan keluarga di sini yang tak pernah memandang rendah padaku. Aku merasakan cinta tulus Mama,” kata Ayya juga sambil mememeluk erat Ambar. Mereka bertangisan karena Ambar juga ikut menangis sedih.


Mukti yang keluar kamar untuk mengambil minum kaget melihat dua orang yang dia cintai sedang berpelukan menangis di ruang makan akhirnya mundur tak jadi mengambil minum.

__ADS_1


‘Ada apa mereka berdua tengah malam? Apa Ayya sudah pamit pada mama akan resign dan mama melarang?’


‘Atau ada hal lain?’ batin Mukti penuh tanda tanya.


‘Besok aku akan tanya mama.’


“Sekarang kamu tidur ya. Tidak usah jadi beban pikiranmu. Tidak perlu harus menjawab cintanya Mukti. Biarkan hatimu saja yang menjawab semuanya.” Ambar menyuruh Ayya segera tidur.


“Iya Ma. Selamat tidur,” kata Ayya. Dia pun menaruh gelas kotor di tempat cucian piring dan segera melangkah ke kamarnya.

__ADS_1


__ADS_2