
“Lebih baik kamu mundur aja lah Lo,” kata Lukas di mobil saat mereka pulang dari studio milik Mukti.
“Mundur kenapa?” tanya Niken.
“Carlo ini sudah nembak Komang, tapi Komang menolak. Waktu itu Komang belum tunangan sama Pak Mukti.”
“Belum tunangan bukan berarti nggak ada hubungan kan?” tukas Hanum.
“Iya sih, cuma kan waktu itu Komang memang masih free. Dan waktu kenalan juga Carlo tahunya Komang sekretaris pak Mukti bukan pacarnya,” jawab Lukas.
“Nah terus waktu di Jakarta sebelum mereka pulang kami masih jalan bareng Komang juga nggak cerita kalau dia memang sudah jadian sama Pak Mukti atau apalah. Jadi ya kami masih santai aja,” kata Lukas.
“Gue udah bilang ke Carlo waktu gue seharian di sini minggu lalu. Gue lihat bagaimana kedekatan mereka. Tapi Carlo enggak percaya dan minta atur waktu buat ketemuan tadi.”
“Kan kita juga baru tahu barusan, bahwa mereka tunangan mendadak saat sebelum pulang ke Bali,” kata Niken yang waktu itu ikut saat resepsi pernikahan Sonny hanya belum kenalan dengan Komang.
“Nah itulah,” jawab Lukas ambil menarik napas.
__ADS_1
“Maka gue bilang sebaiknya sekarang Carlo mundur aja.”
“Selama belum ada janur kuning melengkung, gue nggak akan mundur. Apa pun itu hambatannya,” kata Carlo dengan tegas.
“Jadi kamu nekat masih mau terus usaha?” tanya Hanum.
“Pastilah. Gue akan jalan terus. Aku akan gerilya diam-diam.”
“Namanya gerilya pasti diam-diam. Nggak ada gerilya itu head to head,” jawab Niken.
“Pokoknya begitulah. Gue tetap akan terus mengejar cintaku sampai mana pun.” tekad Carlo.
“Yang pasti maksud elo bagaimana?” tanya Carlo.
“Yang ngejar kamu kan banyak,” ungkap Hanum yang mengendarai mobil PH. Kalau ketahuan pindah tangan dia akan kena sangsi.
“Mereka ngejar karena aku ngetop, mereka ngejar karena aku punya banyak duit. Sedangkan Komang ini beda. Waktu di resepsi ada seorang temannya yang super kaya, orang Badung juga. Orang tuanya mungkin sebanding sama orang tua Pak Mukti. Tapi dia anak tunggal berarti nantinya kekayaannya lebih dari pak Mukti karena Pak Mukti kan bukan anak tunggal. Tapi Komang enggak bergeming tuh. Aku tahu semua itu dari sahabat Komang. “
__ADS_1
“Komang tidak naksir harta, dia tidak ngejar nama top, itu yang aku suka dari dia.” kata Carlo.
‘Bahkan tak satu kali pun Komang ingin foto denganku sebagai bintang tenar,’ batin Carlo.
“Kalau itu memang betul. Itu penilaian yang pas buat Komang. Tadi kita makan bersama aja dia enggak heboh bikn foto buat dia unggah kalau kita makan malam sama dia. Malah kita yang bikin postingan kan?” kata Hanum.
“Kalau hanya kejar materi nanti begitu dia dapat yang lebih lagi kita ditinggal.”
“Memang kenapa sih dia nolak elo,” kata Hanum selanjutnya.
“Dia trauma sama para artis yang cinlok. Dia anggap semua artis brengsek kayak mereka itu,” kata Carlo geram.
“Yah kenapa di generalisasi seperti itu?” kata Niken.
“Orang awam itu wajar berpikir seperti itu,” kata Lukas.
“Bahkan nyokap gua pun juga berpikir sama seperti itu. Dia selalu ngewanti-wanti agar gue jaga diri, nggak sembarangan cinlok karena bisa berakibat fatal buat rumah tangga orang lain. Bisa aja kan lawan main gua udah punya pacar atau udah punya suami. Lalu gua cinlok sama dia. Itu yang nyokap gua marah,” kata Lukas. Karena memang banyak artis punya suami tetap saja selingkuh karena cinlok dengan lawan mainnya.
__ADS_1
“Padahal kan nggak semua orang seperti itu. Gampang jatuh cinta pada lawan mainnya,” kata Carlo.
“Bener banget. Dan semua itu nggak lepas dari media karena media memblow up semuanya sampai bikin masyarakat tahunya artis itu bisanya cuma cinlok,” ucap Carlo.