CINTA TANPA SPASI

CINTA TANPA SPASI
DIA BENERAN DI JOGJA


__ADS_3

“Hati-hati ya Del. Jaga kesehatan terus. Dan kamu Sonny jangan ngebut,” Abu menasihati Adelia dan Sonny bersamaan.


“Iya Pa. Insya Allah aku hati-hati kok,” jawab Sonny. Mereka sudah selesai makan sejak tadi, sekarang bersiap untuk berangkat ke Jogja.


Ayya dan Mukti hanya membawa satu travel bag ukuran sedang saja untuk berdua. Mukti bilang nanti pakaian gampang beli di sana yang penting keperluan rutin mereka saja. Juga pakaian dalam. Terlebih saat itu Ayya sedang menstruasi.


Beberapa kali Sonny menghentikan mobilnya. Dia tak ingin Adelia terlalu lelah atau kakinya kram karena duduk kelamaan.


Mukti memperhatikan bagaimana perhatian Sonny terhadap istrinya. Benar-benar suatu hal yang patut ditiru. Sama seperti papa mereka yang sangat mencintai mama Ambar.


“Alhamdulillah akhirnya sampai juga,” ucap Adelia. Dia pun turun pelan-pelan dari mobil.


“Wah ternyata di tengah kota seperti ini,” ujar Mukti.


“Memang Mas belum pernah ke sini?” tanya Ayya.


“Belum Sayank. Mas tahu hanya rumah yang di desa, daerah Pajangan. Rumah joglo kuno. Di sana sangat luas dan kosong. Hanya untuk saat liburan saja mungkin. Waktu itu Made pernah tinggal di sana beberapa saat, ketika dia kabur dari Priscilla,” jelas Mukti.

__ADS_1


“Waktu sama rombongan dari Solo itu, yang sama kak Adel dan lain-lain juga sama tante Laksmi juga. Apa nggak mampir ke rumah ini?” tanya Ayya lagi. Dia ingat Mukti pernah cerita naik prameks rame-rame.


“Enggak juga,” jawab Mukti. Mereka pun masuk ke rumah Sonny.


“Aku belum siapin kamarnya karena nggak tahu kalian mau datang menginep. Nanti kalian bisa bersihkan sendiri ya? kata Adelia.


“Kamarnya sih bersih, sepreynya juga baru. Cuma kan mungkin harus kalian sapu sedikit takutnya debu,” ucap Adelia.


“Tenang saja, nanti biar aku yang bersihkan,” jawab Ayya.


Ayya pun memilih kamar sebelah kanan, jadi Mukti nanti yang sebelah kiri.


Untuk makan malam, tadi Ayya sudah bawa bekal dari rumah Ambar yaitu ayam bakar bumbu kemiri. Dia bikin sangat banyak. Tinggal dibakar saja. Paling sekarang tinggal masak nasi sedikit untuk makan malam mereka berempat.


“Kakak istirahat saja. Biar aku yang masak nasi. Nanti juga aku yang panggang ayamnya,” kata Ayya.


“Iya, aku berbaring dulu ya. Nanti kalau ada apa-apa kamu tanya sama Mas Sonny saja,” jawab Adelia. Dia pun lalu masuk kamar untuk membaringkan tubuhnya.

__ADS_1


Sehabis makan malam Mukti membawa Ayya menggunakan motor bebek milik Sonny. Dia bawa Ayya jalan-jalan seputaran Malioboro saat malam. Juga ke tugu Jogja. Ayya tentu saja senang mendapat pengalaman pertama di Jogja. Dia membuat foto lalu dikirim ke Sri mengatakan bahwa dirinya ada di Jogja.


“Ayo mengganti foto profilnya dengan foto saat berada di jalan Malioboro bersama dengan Mukti.


“Ternyata dia benaran sedang di Malioboro,” kata Lukas begitu melihat foto profil Komang Ayu bersama Mukti dengan latar belakang plang nama Malioboro.


“Lu lihat deh foto profilnya Komang, dia memang sedang di Jogja. Bukan bohong sama gue,” kata Lukas pada Carlo. Carlo pun langsung mengecek ternyata memang seperti yang dikatakan Komang kalau gadis tersebut ada di Jogja.


“Iya gua sudah lihat kok,” jawab Carlo.


“Nanti kalau lo sudah bisa ketemuan kabarin gue ya. Kapan ketemuannya gue langsung meluncur. Pokoknya nggak ada cerita. Gua harus meluncur saat lu ketemuan. Biar gua bisa lihat dia secara live,” kata Carlo lagi.


“Pasti gua kabarin lo, tenang saja. Gua nggak akan nikung lo kok,” jawab Lukas.


“Thanks ya Bro, gua tunggu kabar baiknya,” jawab Carlo.


“Siap.”

__ADS_1


__ADS_2