CINTA TANPA SPASI

CINTA TANPA SPASI
KAMU ENGGAK INGIN AKU CEPAT SEMBUH


__ADS_3

Pagi ini Mukti bangun dengan tubuh yang lumayan fresh, dia keluar kamar bersiap untuk salat saat bersamaan Ayya pun sudah keluar kamar.


“Aku panggil mama dulu ya Mas. Mungkin dia mau salat bareng,” ucap  Ayya melihat Mukti sudah siap dengan baju koko dan sarung.


Baru juga Ayya mengayunkan dua langkah, Ambar sudah keluar dari kamarnya.


“Mama sudah salat Ma? Kami biasa salat di pojok belakang sana. Aku dan mas Mukti sudah bikin ruang salat, sehingga kami tidak salat di kamar masing-masing lagi,” kata Ayya.


“Wah ada kamu jadi banyak perubahan ya di sini. Mama kemarin sudah lihat kebun belakang yang mulai cantik karena hijau dan banyak bunganya. Ternyata di sini juga sudah ada kamar salat. Memang rumah itu perlu sentuhan seorang istri,” kata Ambar. Ibu bijak ini tidak bilang perlu sentuhan tangan perempuan, tapi tangan istri. Kalau tangan perempuan, siapa pun bisa kan?


Ayya memandang Ambar, lalu berpaling pada Mukti yang kebetulan juga sedang memandang dirinya dengan senyum.


Ayya langsung menundukkan kepalanya, dia jadi tak enak sendiri.


Mereka pun segera salat sesudah itu Ayya langsung ke dapur menyiapkan teh madu untuk mama dan Mukti. Pagi ini tak ada kopi untuk Mukti karena dia masih harus minum obat. Tadi malam Adel telah mengingatkan Ayya agar pagi ini Mukti masih minum satu obat dari dua macam obat yang kemarin Adel rekomendasi kan.

__ADS_1


Ingat kak Adel, Ayya jadi malu sendiri karena dibahas di grup tentang SKIN TO SKIN yang kemarin Adel sarankan/


‘Eh Mukti kamu sudah enakan?’ tanya kak Adel semalam di grup LUKITO FAM’S


‘Sudah Kak, sudah mulai enak. Tapi mulut masih terasa pahit,’  begitu tulis Mukti yang sudah pegang HP. Ayya dan Ambar juga sudah masuk ke kamar masing-masing.


‘Kalau mulut masih pahit itu wajar. Namanya juga sakit. Tapi skin to skin-nya berhasil kan?’ kata Adel tanpa rasa bersalah.


‘Skin to skin apa Kak?’ Tanya Mukti. Dia tentu tak tahu saran Adel mengenai skin to skin ini.


‘Tadi pagi aku nyuruh Ayu menerapkan praktek skin to skin agar kamu cepat turun panasnya,’ jawab Adel


‘Wah pantes aku lama sembuhnya, karena dia nggak melakukan hal itu Kak,’ balas Mukti


‘Enak wae. Mau skin to skin. Itu pacar aku loh,’ komen Aksa.

__ADS_1


‘Skin to skin itu memang yang dianjurkan untuk mempercepat penurunan suhu tubuh kita. Jangan berpegang pada porno atau apa pun itu memang metode kesehatan kok. Aku udah saranin Ayu untuk punggung bertemu punggung saja kalau kalian malu tapi rupanya dia tetap tak melakukan itu,’ tulis Adel dengan emoticon lidah menjulur.


‘Sudah Kak nggak usah dibahas,’ protes Ayya.


‘Kamu nggak ingin aku cepat sembuh Yank,’ goda Mukti.


‘Kalau aku nggak pengen Mas cepet sembuh pasti aku nggak bikinin bubur atau kasih minum obat yang disarankan oleh kak Adel,’ balas Ayya dengan emoticon marah.


Sonny, Mukti serta Adel memberi emoticon tawa di jawaban Ayya.


“Pagi ini bikin sarapan apa Bu?” tanya Ayya pada Bu Pinem.


“Ini Ibu bikin bubur sumsum aja Mbak,” sahut Bu Pinem yang sedang menuang gula merah kental untuk campuran bubur sumsum.


“Tapi juga Ibu siapin roti dan selai, kali aja ada yang ingin makan roti,” lanjut Bu Pinem.

__ADS_1


“Kalau begitu biar aku bikin isi rotinya dengan slice daging cincang Bu,” kata Ayya. Ayya pun langsung membuat daging cincang dibentuk lembaran kotak dengan ukuran sedikit kecil dari ukuran roti tawar sehingga nanti pas dimasukkan sebagai isian roti.


Ayya juga menyiapkan irisan tomat dan daun selada di piring kecil. Tak ada timun, saat itu dia siapkan saus tomat dan saus cabe untuk diracik sendiri oleh yang menginginkannya selain bubur sumsum buatan Bu Pinem.


__ADS_2