CINTA TANPA SPASI

CINTA TANPA SPASI
MINTA ADVISE PADA MADE


__ADS_3

Dari SEDAYU ~ JOGJAKARTA, yanktie mengucapkan selamat membaca cerita sederhana ini.




"Help me please. Katanya kamu di Bali. Aku rasanya ingin tenggelam dalam.sumur terdalam dan tak muncul lagi," demikian permintaan Mukti pad Made sahabatnya.



Made janjian dengan Mukti yang terlihat sangat kalut. Tak ada wajah teduh Mukti yang biasa dia lihat.



"Apa yang terjadi denganmu? Yang bermasalah rumah tangga aku. Yang mau cerai aku. Kenapa wajahmu yang muram seperti itu?" goda Made.



"Aku tak tahu harus bicara dari mana. Aku tak tahu harus bagaimana. Aku seperti terjatuh dalam palung Mariana ( ini adalah nama tempat paling dalam di bumi ini. Untuk tahu lebih dalam silahkan search di google ya )."



"Ha ha ha tak usah kau jatuh terlalu dalam. Jatuh cinta pada Vio saja kau tak bisa bangkit. Mana bisa lah kau sampai ke dasar samudra sana?" ucap Made membuat Mukti makin terpuruk.



"Ini juga terkait dengan Vio. Aku jadi makin terpuruk karena dia," desah Mukti lemah. 



"Ada apa dengan Vio? Bukankah kita tak pernah bertemu dia lagi sejak kita tamat SMA dulu?"  Made berucap santai. 



"Bukan kita yang tak pernah bertemu Vio. Tapi kamu! Karena aku dan Vio tetap sering bertemu!" Akhirnya Mukti mulai terbuka sedikit.



"Apa aku bukan saudaramu lagi sehingga kau tak pernah bercerita apa pun tentang Vio yang kau bilang hanya sahabatmu, tapi aku yakin kalian bukan hanya bersahabat."



"Aku yakin ada cinta antara kalian yang  kau rahasiakan padaku!" Made seakan menyesali dibohongi Mukti selama ini. 



"Baik. Aku akan jujur padamu. Tapi kalau tak penting jangan kau interupsi. Aku akan malas melanjutkan dan kadang banyak hal terlupa bila dipotong ceritaku," Mukti akhirnya luluh dan akan bercerita.



"Baik. Aku akan diam mendengarkan ceritamu," Made lalu duduk santai bersiap mendengarkan kisah hidup Mukti. 



"Saat itu kita baru naik kelas dua. Aku tahu Pricilla  yang sekarang menjadi istrimu menyukaiku. Sayang aku tak suka produk luar. Aku suka tipe Jawa atau Bali. Aku anggap type mereka klasik dan eksotik."



"Saat itu lah aku melihat Vio. Wajah Jawa klasik nan lugu langsung melucut  jantungku hingga berdegup tak beraturan bila memandangnya. Apa lagi bila aku bisa dekat dengannya."


__ADS_1


"Singkat cerita dengan banyak akal dan banyak keluar uang untuk mentraktir teman-teman yang memperlancar proses pedekateku aku bisa berkenalan dan dekat dengannya."



"Vio ikut bibinya di Bali. Mereka tinggal berdua. Bibinya kerja di bank pasar."



"Suatu siang sang bibi minta Vio mengambilkan buku besar yang tertinggal di kantor bank pasar. Dan bibinya harus membuat laporan karena sedang akhir bulan."



"Vio dan seorang temannya datang ke kantor bank pasar dan mengambil buku itu lalu mereka pulang. Tapi sang teman minta diantar sebentar ke rumah saudaranya untuk memberikan titipan pamannya."



"Entah bagaimana, temannya dan saudaranya lari ketakutan ketika Vio kalut kepanasan sehabis minum air yang sejak tadi ada di meja entah siapa yang taruh."



"Aku saat itu baru saja mengambil pompa sepeda untuk sepeda milik Aksa. Saat aku lihat teman Vio lari sambil bicara : *bagaimana Vio bisa seperti itu? Kita harus bagaimana*?"



"Mendengar nama Vio disebut aku menghampiri rumah yang baru saja ditinggal oleh teman Vio dengan mimik ketakutan. Aku lihat pintu depan terbuka."



"Lama aku mengetuk dan mengucap salam tak ada sahutan. Aku masuk dan aku lihat Vio sedang kacau sendirian."



"Aku tak tahu apa yang dimakan atau diminumnya. Yang aku lihat dia sedang berupaya memuaskan dirinya sendiri."




"Tapi itu musibah atau anugrah buatku. Entahlah." Mukti menarik napas panjang dan meminum kopinya. 



"Vio malah ganas menyerangku. Walau aku masih polos, tapi jagoan kecilku tentu saja banvun meronta minta dituntaskan."



"Maka kami pun melakukan hal itu di rumah orang yang tak kami kenal."



"Dua kali pelepasan kami sadar dan segera pergi darii sana. Tak ada kata yang kami ucapkan karena kami belum taraf pacaran dan saling cinta. Hanya aku suka padanya!"



"Sejak itu aku mengklaim dia milikku. Tak boleh berteman dengan siapa pun."



"Lalu dua minggu kemudian aku ke rumahnya pagi. Bibinya pergi kerja. Saat itulah kami secara sadar melakukan hal terlarang itu kembali."


__ADS_1


"Akhirnya aku dan dia semakin sering melakukannya. Bukan hanya aku yang ingin. Kadang Vio minta lebih dulu."



"Hal itu seperti kebutuhan rutin buat kami."



"Aku marah pada Vio ketika mengetahui dari Panji Vio melakukan aborsi sampai dua kali. Sebagai lelaki aku merasa tak dihargai."



"Kami bertengkar hebat. Alasan Vio aborsi, dia tak ingin aku tak berhasil mencapai cita- citaku. Dia bilang dia akan menungguku hingga berhasil dan datang melamarnya."



"Aku yang merasa disepelekan tak mau lagi bicara padanya hingga kita pergi ke Paris."



"Sekembali dari Paris aku mencarinya tapi tak bertemu. Yang aku tahu bibinya telah meninggal sehingga dia kembali ke Kediri setelah selesai kuliah akademi sekretaris."



"Beberapa bulan lalu, mas Sonny minta aku ikut papa dan mama melamar seorang gadis asal Kediri."



"Saat itu duniaku serasa runtuh karena mas Sonny melamar Vio untuk menjadi istrinya."



"Aku minta papa menunda pernikahan mereka. Dan papa seperti biasa mengabulkan permintaanku. Agar tak malu saat itu mas Sonny hanya bertunangan dengan Vio." 



"Esoknya aku dan Vio bertemu. Dia berjanji akan menikah denganku setelah menyelesaikan misinya."



"Vio minta waktu enam bulan untuk berpisah dengan mas Sonny dan dia berjanji tak akan pernah berhubungan dengan mas Sonny yang tak pernah dia cintai."



"Aku tak tau apa misi Vio. Dia tak pernah bercerita. Yang pasti, kami sering bertemu. Dan kami telah menikah diam-diam secara siri dua bulan setelah pertunangan Vio dengan mas Sonny."



"Kali ini Vio menggunakan kontrasepsi suntik agar kami tak kebobolan lagi."



"Sampai tiba aku terkejut. Ternyata misi yang Vio katakan adalah dia ingin mengambil semua yang papaku di perusahaan. Dia tahu itu bukan uang mas Sonny karena perusahàn itu milik papaku." 



"Saat itu aku terjebak dalam dilema. Satu sisi adalah ayah kandungku, disisi lain penjahatnya adalah istriku sendiri."



"Aku tak tahu harus bagaimana. Tapi demi cintaku pada Vio, aku mencarikannya pengacara, karena pak Tonny yang membelamu tak mau membela orang yang bersalah."

__ADS_1



"Ternyata kesialanku belum selesai. Belum siap aku jujur pada mas Sonny dan papa, mas Sonny memergoki aku yang sedang menjenguk istriku di penjara dan dia langsung live report dengan papa dan eyang kakung!"


__ADS_2