
Mukti, Ayu dan Aksa memperhatikan jalannya akad nikah kakak sulung mereka. Adelia dan Sonny menggunakan pakaian adat Ambon buat akad nikahnya, karena besok resepsi akan menggunakan adat Jawa Timur karena Abu dan Ambar berasal dari Jawa Timur. Abu dari Surabaya dan Ambar dari Jember.
“Keren ya Dek pakaiannya,” bisik Ayu pada Aksa yang duduk di sebelah kirinya.
“Iya Mbak, aku juga suka. Aku aja excited pakai baju yang sekarang kita pakai ini. Memang Ayu dan semua rombongan keluarga Abu juga mengenakan pakaian adat Ambon. Termasuk rombongan dari Jember dan Surabaya juga ikut pakai pakaian Ambon.
“Kamu mengundang dia?” tanya Mukti dengan geram wlau tetap tak keras karena dia lakukan sambil berbisik.
“Mengundang siapa Mas?” tanya Ayya bingung tak tahu siapa yang dimaksud Mukti.
“Itu di sana,” kata Mukti sambil menunjuk dengan dagunya agar tak terlihat oleh siapa pun seperti bila dia menunjuk dengan jari.
Ayya kaget, di arah yang ditujuk Mukti ada Carlo. Tapi tentu Carlo tidak tahu kalau ada Komang di sana.
“Enggak kok Mas. Aku bahkan enggak kasih tahu ada di Jakarta. Kalau aku kasih tahu aku di Jakarta, dia pasti hubungi aku minta bertemu,” jelas Ayya.
__ADS_1
“Buktinya dia ada di sini,” protes Mukti.
“Mas, Kak Adel kan orang terkenal. Mas Sonny pengusaha terkenal. Om Ariel dan tante Vonny pemilik beberapa rumah sakit dan apotek. Mungkin dari sana dia dapat link undangan akad nikah ini. Aku sama sekali enggak undang dia. Mas kan tahu aku cuma undang Sri dan tadi kita sudah ketemu dengan Sri,” Ayya yo keqi dia dituduh mengundang Carlo. Karena mengundang Sri saja dia minta izin dulu pada Mukti. Tak berani dia asal mengundang tanpa izin.
“Aku juga enggak undang Arjun karena malam nanti adalah anniversary pernikahan mama papanya Arjun. Dia saat ini sedang di Bali kemarin waktu dia mau berangkat ke Bali dia bilang sama aku minta ketemu.”
Mukti langsung diam.
“Pesta anniversary orang tua Arjun hari Jumat?”
“Iya Mas, acaranya nanti malam di Badung,” jelas Ayya.
Menghadapi Carlo saja dia sudah kalang kabut Bagaimana bila Arjun langsung pulang ke Jakarta karena Ayya sudah memberitahu tak bisa bertemu di badung karena sedang ada acara di Jakarta?
“Kamu di sini sama siapa?” tanya Carlo pada Komang Ayu yang sedang bicara dengan Sri. Carlo sangat bahagia bisa bertemu dengan perempuan yang memikat hatinya itu. Sri hanya melongo melihat aktor terkenal menyapa sahabatnya.
__ADS_1
“Yang menikah adalah kakaknya Bos aku,” jawab Komang Ayu.
“Kenapa enggak bilang ada di Jakarta. Kalau tahu kamu ada di sini kan dari kemarin aku atur waktu biar kita bisa jalan?” protes Carlo.
“Aku sengaja enggak kasih tau, karena aku tahu pasti enggak bisa keluar, bahkan terima tamu saja tak bisa karena sebagai pihak lelaki aku pasti sibuk dengan semua kegiatan keluarga bos aku ‘kan?” jawab Komang Ayu.
“Kamu datang atas undangan dari mana?” selanjutnya Ayu bertanya. Karena dia ingin tahu jawaban pertanyaan Mukti tadi siapakah yang mengundang Carlo.
“Manajemen dapat undangan dari rumah sakit, karena kami sedang syuting film terbaru di rumah sakit,” jawab Carlo.
“Ooh,” Ayu sekarang dapat kejelasan soal undangan yang Carlo gunakan. Karena memang akad nikah dan resepsi menggunakan barcode undangan. Tak sembarang orang bisa masuk.
“Kenalkan ini sahabat aku,” Ayu memperkenalkan Sri pada Carlo.
Sri pun senang berkenalan dengan aktor terkenal.
__ADS_1
“Sebentar ya, aku dipanggil Bos,” kata Ayu. Dia melihat ada miss called dari Mukti kode bahwa dia dipanggil.